Tasikmalaya, Gentra.id — Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya resmi meluncurkan Program Inutas Impact “Lembur Sahaja” sebagai upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut diluncurkan pada Rabu (28/1/2026) di Aula Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.
Peluncuran program ini menjadi penanda komitmen INU Tasikmalaya untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik di lingkungan kampus, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat melalui program pengabdian yang berkelanjutan dan terstruktur.
Program Lembur Sahaja dirancang sebagai kegiatan kolaboratif yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Bidang yang terlibat antara lain pendidikan, dakwah, ekonomi syariah, hukum keluarga, hingga kebersihan dan lingkungan. Pendekatan lintas keilmuan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat secara komprehensif.
Rektor INU Tasikmalaya, Dr. H. Pepep Fuad Muslim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lembur Sahaja merupakan wujud tanggung jawab sosial perguruan tinggi kepada masyarakat. Menurutnya, kampus memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sosial yang tidak boleh berhenti pada aktivitas akademik semata.
“Perguruan tinggi harus hadir dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Program Lembur Sahaja ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi dirancang agar berjalan secara berkelanjutan dan memberi manfaat langsung,” ujar Pepep.
Ia menegaskan, keberhasilan program pengabdian masyarakat sangat bergantung pada kesinambungan kegiatan serta kolaborasi yang kuat antara kampus, pemerintah setempat, dan warga. Oleh karena itu, INU Tasikmalaya berkomitmen menjadikan Lembur Sahaja sebagai program jangka panjang.
Sementara itu, Lurah Cipawitra, Hj. Sri Nuryeni, S.Sos., menyambut baik peluncuran program tersebut. Ia menilai kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat merupakan langkah positif dalam mendukung pembangunan sosial di tingkat kelurahan.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, baik di bidang sosial, lingkungan, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah kelurahan, masyarakat, dan institusi pendidikan sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih berdaya dan mandiri.
Program Lembur Sahaja akan dilaksanakan secara bertahap dengan fokus pada pendampingan masyarakat, edukasi, serta penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan. Mahasiswa akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan sebagai bagian dari implementasi tri dharma perguruan tinggi.
Ke depan, INU Tasikmalaya berharap Lembur Sahaja dapat menjadi model pengabdian masyarakat berbasis kampus yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara kampus dan lingkungan sekitar.






