Desa Sukamanah Miliki Potensi Dari Wisata Alam hingga Kopi Berkualitas

Minggu, 15 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Sukamanah mendapat SK sebagai sektor desa wisata, dengan pengembangan wisata alam dan wisata religi serta Kopi Dauwan untuk kategori robusta mewakili Jawa Barat.  (Foto: Redaksi)

i

Desa Sukamanah mendapat SK sebagai sektor desa wisata, dengan pengembangan wisata alam dan wisata religi serta Kopi Dauwan untuk kategori robusta mewakili Jawa Barat. (Foto: Redaksi)

Gentra.id– Sukamanah, sebuah desa yang kini sedang mencuri perhatian berkat potensi wisata dan pertanian yang menjanjikan. Dengan statusnya yang baru diakui sebagai desa wisata, Sukamanah mulai merancang strategi untuk mengembangkan sektor-sektor unggulan yang dimilikinya.

Kepala Desa Sukamanah, Aten Sulaeman, menjelaskan, Desanya baru mendapatkan SK untuk sektor wisata rintisan tahun ini. Terdapat dua jenis wisata utama yang dikembangkan, yaitu wisata alam dan wisata religi. Wisata alam di sini menawarkan pemandangan menakjubkan serta warisan leluhur berupa air terjun, yaitu Baru Curug. Sedangkan untuk wisata religi, kami memiliki lokasi ziarah seperti Sitatapa yang sering dikunjungi, terutama saat bulan Mulud.

Aten Sulaeman juga menyebutkan bahwa desa mereka berencana untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui potensi yang ada. “Saat ini, kami sedang mengevaluasi berbagai cara untuk memanfaatkan potensi desa guna meningkatkan PAD. Inspirasi kami datang dari apresiasi masyarakat, termasuk mahasiswa dari UNSIL yang telah mengunjungi desa kami dan investor yang telah membawa program embung untuk mendukung kebutuhan petani.” Ucapnya.

Infrastruktur menjadi salah satu fokus utama dalam rencana pengembangan desa wisata ini. “Kami ingin memperbaiki jalan setapak yang ada. Jalan lingkungan, irigasi, dan sanitasi adalah prioritas kami. Rencana ini sudah disetujui dalam musyawarah pembangunan desa (musrenbang) dan akan membantu dalam membuka lahan baru untuk kegiatan wisata dan pertanian,” kata Sulaeman.

Desa Sukamanah juga dikenal dengan potensi pertaniannya. “Kami memiliki tanah yang subur dan cocok untuk berbagai jenis tanaman, seperti cabe, tomat, dan bawang. Selain itu, kopi Dauwan kami terkenal berkualitas tinggi. Pada tahun 2018-2020, kopi kami pernah meraih posisi ketiga dalam kontes kopi se-Indonesia untuk kategori robusta mewakili Jawa Barat. Kopi ini memiliki rasa yang khas berkat ketinggian dan kultur tanah yang mendukung,” jelas Sulaeman.

Dengan potensi besar di bidang wisata dan pertanian, Desa Sukamanah berkomitmen untuk menjadi model desa wisata yang sukses, sambil terus meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Pengembangan infrastruktur dan pengelolaan potensi lokal yang cermat akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Follow WhatsApp Channel gentra.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INU Tasikmalaya Luncurkan Program Lembur Sahaja, Perkuat Pengabdian ke Masyarakat
Polres Tasikmalaya Tanam Jagung Serentak di Lahan 22 Hektar Dukung Ketahanan Pangan
SMAN 5 Tasikmalaya Gandeng KPAD Gelar Sosialisasi Antisipasi dan Penanganan Child Grooming
KPAD Tasikmalaya Apresiasi Aparat dan Media, Kasus Konten Kreator “Pacar 1 Jam” Jadi Alarm Etika Digital
Kantor Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Disorot Publik, Isu Pungli dan Kesejahteraan Guru Mengemuka
Kabel Optik Semrawut dan Lemahnya Tata Kelola Infrastruktur Digital di Tasikmalaya
Ribuan Guru Madrasah di Tasikmalaya Protes Kebijakan PPPK dan Meminta Keadilan
Clean The City Libatkan 700 Massa Bersihkan Ruang Publik

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:53 WIB

INU Tasikmalaya Luncurkan Program Lembur Sahaja, Perkuat Pengabdian ke Masyarakat

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:30 WIB

Polres Tasikmalaya Tanam Jagung Serentak di Lahan 22 Hektar Dukung Ketahanan Pangan

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:16 WIB

SMAN 5 Tasikmalaya Gandeng KPAD Gelar Sosialisasi Antisipasi dan Penanganan Child Grooming

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:24 WIB

KPAD Tasikmalaya Apresiasi Aparat dan Media, Kasus Konten Kreator “Pacar 1 Jam” Jadi Alarm Etika Digital

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:58 WIB

Kantor Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Disorot Publik, Isu Pungli dan Kesejahteraan Guru Mengemuka

Berita Terbaru