
Gentra.id – Pernah merasa lelah meski tidak melakukan banyak hal? Atau merasa tidak punya energi untuk sekadar membuka laptop, membaca tugas, atau membalas pesan WhatsApp? Fenomena ini kerap disebut dengan istilah “powerless” oleh Gen Z. Bukan sekadar kata gaul, powerless menggambarkan kondisi generasi yang tumbuh di tengah tuntutan hidup serba cepat, arus informasi tanpa henti, dan ekspektasi tinggi dari sekitar.
Di balik gaya hidup yang terlihat aktif dan produktif di media sosial, banyak Gen Z sebenarnya sedang berjuang menghadapi rasa tidak berdaya. Menariknya, kondisi powerless ini tidak hanya jadi keluhan, tapi juga melahirkan tren baru: dari budaya self-healing, slow living, hingga mencari ruang aman lewat kopi, musik, dan komunitas kreatif.
Kenapa Banyak Gen Z Merasa Powerless?
- Tekanan Sosial dan Akademik
- Budaya Serba Cepat
- Ketergantungan pada Media Sosial
- Kurangnya Ruang Ekspresi
Bagaimana Gen Z Menghadapinya?
Meski powerless terdengar negatif, fenomena ini melahirkan tren gaya hidup baru yang justru lebih sehat dan mindful.- Self-Healing Banyak anak muda memilih liburan singkat, jalan-jalan ke alam, atau sekadar nongkrong di kafe estetik untuk menenangkan diri.
- Slow Living Gaya hidup santai dan lebih sadar kini makin digemari. Alih-alih mengejar segalanya dengan cepat, Gen Z mulai belajar menikmati hal-hal kecil dalam hidup.
- Komunitas Kreatif Dari musik, seni, hingga diskusi literasi, banyak anak muda menemukan pelarian dan energi baru lewat komunitas. Ruang ini jadi tempat mereka merasa diterima apa adanya.
A
Ali Irfan
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

News
Pemkab Garut Raih Penghargaan IIGCE 2026, Bukti Komitmen Kembangkan Energi Panas Bumi

Daerah
201 Warga Ciamis Terima Bantuan Bedah Rumah, Gotong Royong Jadi Kunci

Kesehatan
Kebanyakan Minuman Manis Ternyata Bisa Berdampak pada Risiko Kanker Lambung

News
Krisis Air Bersih Melanda Kutawaringin Tasikmalaya, 238 KK Terima Bantuan

News
Sobat KBB Dorong Orang Muda Jabar Jadi Penggerak Ruang Aman dan Inklusif

News