Tasikmalaya, Gentra.id – Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA melakukan kunjungan ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan rumah ibadah di wilayah Jawa Barat pada Kamis (5/2/2026) dalam rangka safari menyambut bulan Ramadan 1446 H dan penguatan peran pendidikan Islam dalam pelestarian lingkungan.
Kunjungan yang dipimpin Nasaruddin bersama Kepala Kanwil Kemenag Jabar H. Dudu Rohman serta tokoh lintas agama tersebut dimulai dengan silaturahmi ke Kelenteng, dilanjutkan ke Ponpes Asyidiqiyah pimpinan Gus Hasan dan Ponpes Al-Muhajirin di bawah KH Abun Bunyamin, yang juga Rois Syuriah PWNU Jabar.
Dalam kunjungan di Tasikmalaya, rombongan bersilaturahmi dengan pimpinan Ponpes Cipasung KH Ubaedilah Ruhiyat dan Ponpes Sukamanah KH Acep Thohir, yang menerima pesan kuat dari Menteri mengenai pentingnya peran santri dalam menjaga alam.
Kepala Kanwil Kemenag Jabar H. Dudu Rohman menekankan bahwa hadirnya Menag di pesantren membawa misi mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama serta memperkenalkan ekoteologi sebagai bagian integral pembelajaran pesantren.
Dudu menyatakan pesantren memiliki peran strategis dalam mendorong pelestarian lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim dan kerusakan alam yang meningkat. Santri, menurutnya, dapat memainkan peran signifikan sebagai “khalifah fil ardhi”—wakil Tuhan di muka bumi—dalam kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, dan penghematan energi.
Lebih jauh, konsep eco-pesantren yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan upaya pelestarian lingkungan, menjadikan kegiatan menjaga alam sebagai bagian dari iman dan ibadah. Praktik yang digalakkan mencakup pengelolaan sampah, pemanfaatan lahan produktif, serta efisiensi air dan energi di lingkungan pesantren.
Agenda kunjungan kali ini tidak hanya bertumpu pada aspek keagamaan semata, tetapi juga pada pembangunan kapasitas pesantren sebagai institusi yang turut menyikapi isu-isu lingkungan secara konkret, sesuai dengan semangat Islam yang menempatkan manusia sebagai pemelihara bumi dan isu toleransi dan keberagaman






