Pemkab Tasikmalaya Benahi Irigasi Terdampak Aktivitas Tambang Emas Ilegal

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Tasikmalaya melakukan perbaikan irigasi dampak dari penambangan illegal di Wilayah Kecamatan Salopa Tasikmalaya. (Foto: Feri Purnama/Antara)

i

Pemkab Tasikmalaya melakukan perbaikan irigasi dampak dari penambangan illegal di Wilayah Kecamatan Salopa Tasikmalaya. (Foto: Feri Purnama/Antara)

Gentra. id. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melakukan perbaikan pada sejumlah saluran irigasi yang berada di kawasan bekas aktivitas tambang emas ilegal. Langkah tersebut diambil untuk mencegah risiko pencemaran merkuri yang dikhawatirkan telah mengalir ke jaringan air pertanian setelah kegiatan tambang tanpa izin itu dihentikan.

Perbaikan dilakukan di wilayah Kecamatan Salopa, yang sebelumnya menjadi lokasi praktik penambangan liar. Pemerintah daerah menegaskan bahwa upaya ini merupakan tindakan preventif agar tidak muncul kerusakan lingkungan lanjutan yang dapat berdampak pada kualitas tanah serta produktivitas tanaman pangan masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distan KP2) Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Wahyudin, kepada wartawan Jumat 14/11 mengatakan, tindakan preventif itu dilakukan untuk mencegah merkuri masuk ke rantai makanan akibat air sungai yang tercemar.

“Kami berfokus pada perbaikan sistem irigasi agar petani tidak menggunakan air dari sungai yang terkontaminasi,” Ungkapnya

Sejumlah petugas gabungan diterjunkan untuk memastikan bagian irigasi yang rusak segera ditangani, termasuk membersihkan endapan serta memperkuat struktur saluran. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak kembali melakukan pertambangan tanpa izin karena berpotensi merusak lingkungan dan mengancam kesehatan warga.

Sebelumnya Kepolisian Resort Tasikmalaya sudah menutup aktivitas penambangan emas ilegal yang dilakukan masyarakat di kawasan Cipanawar, Desa Mandalahayu, Kecamatan Salopa, Kamis (12/11).

Pemerintah daerah, kata dia, kemudian melakukan langkah mitigasi memastikan lahan pertanian dan produk pangan tetap aman dari bahaya merkuri.

Dengan langkah perbaikan ini, Pemkab Tasikmalaya berharap kawasan tersebut dapat kembali pulih dan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh petani. Pemerintah daerah memastikan pengawasan terhadap kawasan eks tambang akan terus diperketat guna mencegah aktivitas ilegal kembali terjadi.

Follow WhatsApp Channel gentra.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Clean The City Libatkan 700 Massa Bersihkan Ruang Publik
Panggung Seni dan Solidaritas Lintas Komunitas: Cara Pemuda Tasikmalaya Merespons Bencana di Sumatra
Ratusan Pelajar Gerakkan “Tasik Bersih” Wakil wali kota Soroti Absennya DLH
Nyambi Jadi Ojol Cerita Mahasiswa yang Berkuliah Sambil Mengejar Nafas di Antara UKT Mahal
MK Tegaskan Larangan Polisi Aktif Jadi Pejabat Sipil
Inagurasi dan Apel Kebangsaan: GP Ansor Kota Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Khidmat dan Profesionalisme
Jarum Demokrasi Tolak Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Soeharto
Rp 200 Miliar dan Krisis Kepercayaan: Media Tak Lagi Satu-satunya Penjaga Kebenaran

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 22:48 WIB

Clean The City Libatkan 700 Massa Bersihkan Ruang Publik

Senin, 22 Desember 2025 - 13:01 WIB

Panggung Seni dan Solidaritas Lintas Komunitas: Cara Pemuda Tasikmalaya Merespons Bencana di Sumatra

Senin, 1 Desember 2025 - 23:39 WIB

Ratusan Pelajar Gerakkan “Tasik Bersih” Wakil wali kota Soroti Absennya DLH

Rabu, 19 November 2025 - 14:01 WIB

Nyambi Jadi Ojol Cerita Mahasiswa yang Berkuliah Sambil Mengejar Nafas di Antara UKT Mahal

Minggu, 16 November 2025 - 17:37 WIB

Inagurasi dan Apel Kebangsaan: GP Ansor Kota Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Khidmat dan Profesionalisme

Berita Terbaru

Aksi Bersih-bersih Clean The City sisa prayaan tahun baru (foto:gentra.id)

Berita

Clean The City Libatkan 700 Massa Bersihkan Ruang Publik

Kamis, 1 Jan 2026 - 22:48 WIB