
Gentra.id-KUNINGAN – Meja-meja domino menjadi titik temu puluhan pasangan peserta di Kajene Forest, Kabupaten Kuningan, Minggu (27/9/2026). Sebanyak 64 tim atau 128 peserta ambil bagian dalam Open Tournament Domino Orado (101) Piala Panglima TNI.
Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Pelaksanaannya di Kuningan juga tidak berdiri sendiri. Kejuaraan serupa digelar secara serentak di 101 Kodim di seluruh Indonesia, dengan agenda yang lebih besar, yakni turut mendukung upaya pencatatan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Bagi para peserta, pertandingan bukan sekadar soal susunan kartu di atas meja. Di tengah suasana kompetisi, domino menjadi ruang perjumpaan masyarakat sekaligus wadah untuk membangun kebersamaan dan sportivitas.
melansir laman Pemkab Kuningan, Ketua Pengurus Cabang Olahraga Domino (ORADO) Kabupaten Kuningan, dr. Agah Nugraha, menyebut kepercayaan untuk menjadi bagian dari Kejuaraan Panglima TNI Cup secara serentak di Indonesia merupakan momentum penting bagi perkembangan olahraga domino di daerah tersebut.
“Kita dipercaya untuk menyelenggarakan Kejuaraan Panglima TNI Cup secara serentak se-Indonesia dan akan mencatatkan rekor MURI,” ujar Agah
Menurut Agah, Open Tournament Domino Orado Piala Panglima TNI merupakan kejuaraan ketiga yang diselenggarakan ORADO Kabupaten Kuningan. Sebelumnya, organisasi tersebut telah menggelar kejuaraan cabang di D'Jhons serta kompetisi pada kegiatan Porpemdes Cilimus.
Rangkaian turnamen itu menunjukkan upaya ORADO Kuningan untuk memperkenalkan domino bukan hanya sebagai permainan rekreatif, tetapi juga sebagai cabang olahraga yang dapat dikembangkan melalui kompetisi dan pembinaan atlet.
“Ini adalah kejuaraan ketiga yang kami gelar. Pertama kejurcab di D’Jhons, kedua di Porpemdes Cilimus, dan Open Tournament Domino Orado Piala Panglima TNI ini adalah yang ketiga,” kata Agah.
Sebelum pertandingan berlangsung, panitia telah menetapkan kuota 64 tim, dengan setiap tim terdiri atas dua pemain. Turnamen yang berlangsung 26–27 September 2026 tersebut terbuka bagi masyarakat umum dengan batas usia peserta minimal 18 tahun.
Panitia juga menyiapkan total hadiah Rp11 juta. Juara pertama memperoleh Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, juara ketiga Rp2 juta, dan juara keempat Rp1 juta. Selain hadiah, peserta mendapatkan kaos dan makanan ringan.
Dari sisi penyelenggaraan, kegiatan ini mempertemukan dua kepentingan: pengembangan olahraga domino di tingkat daerah dan agenda nasional dalam rangka HUT ke-81 TNI.
Sebelumnya, Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung menyampaikan bahwa Kodim mendukung pelaksanaan turnamen tersebut. Ia memandang olahraga domino dapat menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui suasana kompetisi yang sehat.
Di Kajene Forest, 64 tim akhirnya menjadi bagian dari gelaran serentak yang berlangsung di berbagai daerah. Dari Kuningan, permainan di atas meja domino itu tidak hanya membawa nama para peserta dan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari sebuah kegiatan nasional yang dikaitkan dengan peringatan HUT ke-81 TNI serta pencatatan rekor MURI.
Bagi ORADO Kabupaten Kuningan, momentum tersebut sekaligus menjadi langkah untuk membuat olahraga domino semakin dikenal dan memiliki ruang pembinaan yang lebih luas di tengah masyarakat.
Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Karang Taruna Didorong Jadi Penggerak Literasi Digital Generasi Muda Sumedang

64 Tim Ramaikan Open Tournament Domino Piala Panglima TNI di Kuningan

Padel Hall Hadir di Pakansari, Bupati Bogor Dorong Masyarakat Makin Aktif Berolahraga

Mulai Oktober, 470 Layanan Kementerian Hukum Beralih Sepenuhnya ke Digital

PSGC Tumbang 0-2 dari Semen Padang, Laskar Singacala Siapkan Evaluasi
