‘Tobrut’ Hingga ‘Pulen’: Menyingkap Risiko Body Shaming pada Perempuan

Jumat, 22 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto: istimewa)

i

(foto: istimewa)

Gentra.id– Jika kamu aktif bermedia sosial, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah seperti ‘tobrut’, ‘aura magrib’, hingga ‘pulen’. Sekilas, kata-kata itu terdengar seperti istilah gaul yang ringan dan lucu. Namun, siapa sangka, di balik guyonan tersebut, terselip penghinaan terhadap tubuh seseorang. Itulah bentuk nyata dari body shaming.

Body shaming adalah tindakan mengomentari atau mengkritik tubuh seseorang secara negatif. Pengguna media sosial sering kali melontarkan komentar seperti itu tanpa memikirkan dampaknya pada korban. Meskipun terlihat sepele, body shaming menyisakan luka yang dalam bagi mereka yang menjadi sasaran.

Dampak Negatif Body Shaming Bagi Perempuan

Di balik komentar yang menyinggung bentuk tubuh seseorang, tersimpan risiko besar yang mengancam kesehatan fisik dan mental. Salah satunya adalah gangguan makan atau eating disorder.

Ketika seseorang mengomentari bentuk tubuh orang lain, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada yang terlihat. Rasa percaya diri korban perlahan terkikis, hingga memicu keinginan untuk mengubah bentuk tubuhnya secara drastis. Dalam banyak kasus, korban mengambil langkah-langkah ekstrem yang akhirnya merugikan kesehatan mereka.

  1. Memicu perilaku makan yang tidak sehat

Komentar negatif tentang tubuh sering kali membuat korban merasa tidak cukup baik, sehingga mereka terdorong untuk mengubah pola makan. Banyak yang mulai melakukan diet ketat tanpa panduan medis, mengurangi asupan makanan secara drastis, atau bahkan menghindari makan sama sekali.

Menurut laporan dari VeryWell Mind, kebiasaan seperti ini sering kali menjadi pintu masuk menuju gangguan makan. Salah satu contoh yang umum adalah anoreksia nervosa, di mana seseorang secara sengaja mengurangi makanan untuk menurunkan berat badan.

  1. Gangguan Kesehatan Mental

Komentar negatif soal tubuh dan penampilan kerap memicu dampak serius pada kesehatan mental seseorang. Saat mendengar ejekan atau kritik tentang tubuhnya, banyak orang merasa malu hingga akhirnya mulai menjauh dari lingkungan sosial.

Perlahan, mereka yang sering menerima komentar seperti ini memilih untuk menghindari pertemuan dengan orang lain. Dampaknya tidak hanya sekadar menjauhkan mereka dari lingkungan sosial, tetapi juga memupuk rasa isolasi yang membuat kesepian semakin dalam.

  1. Mengurangi Kepercayaan Diri

Ketika seseorang menerima komentar negatif tentang tubuh atau penampilannya, rasa percaya diri mereka sering kali langsung runtuh. Anggapan ‘kurang’ dari orang lain mendorong mereka memandang tubuhnya dengan penuh ketidakpuasan. Akibatnya, kepercayaan diri yang sebelumnya ada perlahan terkikis, bahkan hancur, karena tekanan dari kata-kata yang menyakitkan.

 

 

Follow WhatsApp Channel gentra.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AI sebagai Alat Pelecehan: Maraknya Deepfake Pornografi di Media Sosial
“Segede Gaban” Itu Segede Apa sih?
Daftar Pekerjaan yang Hilang karena AI pada Tahun 2030
Film Lebaran 2025 Diserbu Gen Z, Tembus Jutaan Penonton
Love Language Gen Z? Ini Jenis-Jenis Love Languagenya !
Generasi Beta: Anak-anak Masa Depan yang Lahir Mulai 2025
YouTube Rilis Fitur “Jewels” untuk Apresiasi Kreator saat Siaran Langsung
Mengapa Gen Z dan Milenial Enggan Mengangkat Telepon?

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 22:25 WIB

AI sebagai Alat Pelecehan: Maraknya Deepfake Pornografi di Media Sosial

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:49 WIB

“Segede Gaban” Itu Segede Apa sih?

Jumat, 18 April 2025 - 23:15 WIB

Daftar Pekerjaan yang Hilang karena AI pada Tahun 2030

Sabtu, 12 April 2025 - 22:28 WIB

Film Lebaran 2025 Diserbu Gen Z, Tembus Jutaan Penonton

Selasa, 11 Maret 2025 - 22:43 WIB

Love Language Gen Z? Ini Jenis-Jenis Love Languagenya !

Berita Terbaru