Makan Sambil Nonton Pengaruhi Otak, Emosi, dan Berat Badan

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi makan sambil nonton (Foto: Pinterest)

i

Ilustrasi makan sambil nonton (Foto: Pinterest)

Gentra.id– Di era digital, banyak masyarakat terutama gen z semakin membiasakan diri makan sambil menonton tayangan favorit melalui ponsel, mulai dari YouTube, film, hingga serial. Banyak orang memadukan dua aktivitas ini demi kenyamanan dan hiburan. Namun, kebiasaan tersebut memunculkan perdebatan di kalangan medis dan psikolog karena berpotensi memengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Perbincangan publik menguat setelah akun TikTok @geraldvincentt menyebut kebutuhan tontonan saat makan meningkatkan risiko depresi hingga tiga kali lipat. Pernyataan ini memicu diskusi luas sekaligus mendorong penelusuran terhadap dasar ilmiah yang melatarbelakanginya.

Studi Psikologi Mengungkap Pola Emosional

Peneliti dalam jurnal BMC Psychiatry melibatkan lebih dari 1.500 partisipan berusia 18 hingga 45 tahun. Peneliti menelaah hubungan antara kebiasaan makan sambil menonton konten tertentu dengan kondisi emosional serta kesehatan mental individu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang secara konsisten menonton konten mukbang saat makan lebih sering melaporkan perasaan hampa, gelisah, dan kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Gejala tersebut kerap muncul pada individu dengan kecenderungan depresi ringan hingga sedang. Para peneliti menilai kebiasaan ini tidak sekadar mencerminkan perilaku multitasking, tetapi juga berkaitan dengan kondisi emosional yang lebih dalam.

Mukbang Hadirkan Ilusi Kebersamaan

Mukbang menampilkan seseorang yang merekam aktivitas makan sambil berinteraksi dengan penonton secara daring. Penelitian mengaitkan konsumsi konten ini dengan perasaan kesepian pada sebagian individu, di mana tontonan menghadirkan ilusi kebersamaan saat makan.

Namun, peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut tidak berlaku untuk semua jenis tontonan. Menonton film, serial, anime, atau konten hiburan saat makan tidak menunjukkan indikasi langsung terhadap peningkatan risiko depresi dalam penelitian yang sama.

Secara psikologis, sebagian individu memiliki tingkat kebutuhan stimulasi yang tinggi. Aktivitas makan yang bersifat pasif sering kali terasa membosankan tanpa rangsangan visual atau audio tambahan. Meski demikian, ketergantungan pada stimulasi eksternal berpotensi membentuk pola perilaku baru.

Distraksi Layar Tingkatkan Risiko Obesitas

Selain memengaruhi kondisi mental, makan sambil menonton juga berdampak pada kesehatan fisik. Ketika perhatian terfokus pada tontonan, otak tidak memproses sinyal kenyang secara optimal. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak tanpa menyadari jumlah makanan yang telah dikonsumsi. Dalam jangka panjang, pola ini meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme.

Kebiasaan menerima stimulasi ganda secara terus-menerus juga memengaruhi kemampuan konsentrasi. Distraksi yang terus-menerus melatih otak kesulitan beradaptasi dengan aktivitas yang menuntut fokus penuh, seperti belajar atau bekerja. Kondisi ini membuat individu lebih mudah terdistraksi, kurang sabar, dan kesulitan mempertahankan perhatian dalam waktu lama.

Pentingnya Kesadaran Pola Makan

Di tengah gaya hidup digital yang serba cepat, masyarakat kerap menganggap makan sambil menonton sebagai hal wajar. Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa kebiasaan ini tidak selalu netral. Terutama jika dikaitkan dengan jenis konten yang dikonsumsi dan kondisi emosional individu. Karena itu, kesadaran terhadap pola makan dan penggunaan gawai menjadi penting. Tujuannya bukan untuk melarang, melainkan menjaga keseimbangan antara kebutuhan stimulasi, kesehatan tubuh, dan kesehatan mental.

 

Follow WhatsApp Channel gentra.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Lelah Tapi Harus Kuat”, Fenomena Powerless di Kalangan Gen Z
Gen Z Lebih Pilih Media Sosial Ketimbang TV! Ini Alasannya
Ini Dia Tradisi Wajib Menyambut Lebaran yang Gak Boleh Kelewatan!
Diam-Diam Berpengaruh! Ini Ciri-Ciri Manusia Positive Vibes
Jangan Lengah! Barang-Barang di Rumah Juga Punya Tanggal Kedaluwarsa
Raih Kehidupan Bermakna: Inilah Strategi Menjalankan Gaya Hidup Minimalis di Bulan Ramadhan
Yuk, Kenalan dengan Metode 2-4-2 Biar Tubuh Tetap Fit saat Puasa
Puasa: Detox Alami untuk Tubuh, Bukan Sekadar Ibadah

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:26 WIB

Makan Sambil Nonton Pengaruhi Otak, Emosi, dan Berat Badan

Kamis, 9 Oktober 2025 - 20:26 WIB

“Lelah Tapi Harus Kuat”, Fenomena Powerless di Kalangan Gen Z

Selasa, 1 April 2025 - 21:37 WIB

Gen Z Lebih Pilih Media Sosial Ketimbang TV! Ini Alasannya

Selasa, 25 Maret 2025 - 21:29 WIB

Ini Dia Tradisi Wajib Menyambut Lebaran yang Gak Boleh Kelewatan!

Kamis, 13 Maret 2025 - 23:03 WIB

Diam-Diam Berpengaruh! Ini Ciri-Ciri Manusia Positive Vibes

Berita Terbaru