Bandara Husein Kembali Bergeliat, Pedagang Pasar Baru Harap Wisatawan Meningkat

22 Sep 2026, 10.04 WIB
WhatsAppSaluran
Bandara Husein Kembali Bergeliat, Pedagang Pasar Baru Harap Wisatawan Meningkat
Aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sasteranegara mulai kembali berkembang. Sebelumnya, bandara sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak KrakatauCameraPemprov Jabar

Gentra.id-BANDUNG — Kembali bergeliatnya penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara membawa harapan baru bagi para pedagang di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung. Setelah beberapa waktu aktivitas penerbangan dari Bandung mengalami perubahan, para pelaku perdagangan kini melihat kembali terbukanya akses udara sebagai peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan ke pusat perdagangan yang selama ini menjadi salah satu tujuan belanja di Kota Bandung.

Harapan itu mengemuka dalam Silaturahmi Akbar dan Syukuran Pedagang Pasar Baru Trade Center bersama Bandara Internasional Husein Sastranegara, Senin, 21 September 2026.

Bagi pedagang, keberadaan bandara bukan sekadar soal pesawat yang datang dan pergi. Di balik lalu lintas penumpang, terdapat harapan agar wisatawan yang tiba di Bandung kemudian bergerak menuju berbagai pusat ekonomi, termasuk Pasar Baru.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung, Iwan Suhermawan, mengatakan para pedagang siap memanfaatkan momentum kembali aktifnya Bandara Husein dengan meningkatkan kesiapan kawasan sekaligus menjaga produk yang ditawarkan kepada pengunjung.

Menurut Iwan, aktivitas penerbangan memiliki kaitan dengan pergerakan wisatawan di Kota Bandung. Karena itu, ia berharap akses dari bandara menuju Pasar Baru tidak berhenti pada tersedianya penerbangan, tetapi dilanjutkan dengan konektivitas transportasi yang memudahkan wisatawan mencapai kawasan perdagangan tersebut.

“Kami nanti akan minta arahan ke Pak Wali agar bagaimana caranya ada penjemputan tamu dari Bandara Husein yang bisa langsung ke Pasar Baru menggunakan angkot,” kata Iwan, Senin (21/9/2026), sebagaimana diberitakan SuaraJabar.id.

Gagasan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi pedagang bukan hanya bagaimana mendatangkan wisatawan, tetapi juga bagaimana membuat perjalanan dari bandara menuju pusat perdagangan berlangsung mudah.

Pasar Baru berada tidak jauh dari sejumlah kawasan penting di pusat Kota Bandung. Namun, bagi wisatawan yang baru tiba melalui Bandara Husein, akses langsung menuju kawasan tersebut dinilai dapat membuat perjalanan lebih praktis sekaligus membuka peluang kunjungan yang lebih besar.

Selain transportasi, pedagang juga meminta perhatian terhadap kondisi lingkungan sekitar Pasar Baru. Iwan berharap Pemerintah Kota Bandung melakukan pembenahan infrastruktur, terutama jalan dan penerangan yang menjadi bagian penting dari kenyamanan kawasan perdagangan.

Harapan pedagang tersebut mendapat respons dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia mengingatkan bahwa kembalinya aktivitas penerbangan harus diikuti kesiapan para pelaku usaha dalam menyambut calon konsumen.

Farhan menilai peluang peningkatan kunjungan wisatawan tidak akan banyak berarti apabila kawasan perdagangan tidak mampu memberikan pengalaman yang menarik.

“Tanpa kesiapan para pedagang tentu nanti akan percuma juga kalau nanti para turis datang ke sini, melihat kok sepi, barangnya enggak ada, enggak ada yang bagus. Jadi kitanya mesti siap untuk menangkap para calon konsumen kita,” ujar Farhan, dikutip SuaraJabar.id.

Karena itu, ia mendorong pedagang untuk terus melakukan inovasi, baik dalam produk maupun cara melayani pengunjung. Pasar Baru, kata Farhan, perlu tetap memiliki daya tarik ketika wisatawan mulai kembali menjadikan Bandung sebagai tujuan perjalanan.

“Ketika nanti para turis datang ke sini, mereka akan melihat Pasar Baru tetap menawarkan produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Pemerintah Kota Bandung juga membuka peluang pengembangan shuttle khusus yang menghubungkan Bandara Husein dengan Pasar Baru. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari ekosistem transportasi sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi pengelola pasar dan pelaku usaha angkutan.

Farhan menyebut skema tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama antara pengelola Pasar Baru, pedagang dan Koperasi Angkutan Masyarakat (Kopamas). Dengan begitu, wisatawan yang turun dari pesawat memiliki pilihan transportasi yang lebih mudah menuju kawasan perdagangan.

“Kami membuka peluang shuttle khusus dari bandara ke Pasar Baru. Bisnis modelnya mangga dibikin dengan pengelola Pasar Baru atau dengan para pedagang,” ujar Farhan.

Harapan tersebut datang ketika aktivitas penerbangan di Bandara Husein mulai kembali berkembang. Sebelumnya, bandara sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan keterangan InJourney Airports yang diberitakan ANTARA, Bandara Husein kembali dibuka pada 8 September 2026 setelah dilakukan pembersihan abu vulkanik di apron, taxiway dan runway serta pengujian kondisi landasan pacu.

Perkembangan berikutnya menunjukkan konektivitas penerbangan dari Bandung kembali bertambah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat melaporkan adanya pembukaan rute penerbangan langsung Medan-Bandung oleh Super Air Jet, yang menambah pilihan akses menuju Kota Bandung.

Bagi Pasar Baru, bertambahnya konektivitas tersebut menjadi bagian dari peluang yang lebih besar. Wisatawan yang datang melalui jalur udara tidak hanya dipandang sebagai penumpang, tetapi juga calon pembeli yang dapat menghidupkan kembali denyut perdagangan.

Peluang itu bahkan diarahkan untuk menjangkau wisatawan mancanegara. Pemerintah Kota Bandung tengah mendorong konektivitas penerbangan langsung dari Bangkok menuju Bandung. Jika terwujud, akses tersebut berpotensi memperluas pasar wisata sekaligus mempertemukan lebih banyak wisatawan dengan pusat-pusat perdagangan dan destinasi di Kota Bandung.

Namun, di tengah harapan itu, pesan yang muncul dari pemerintah dan pedagang memiliki satu titik temu: konektivitas hanyalah pintu masuk.

Setelah wisatawan tiba, kawasan perdagangan harus mampu memberikan alasan bagi mereka untuk datang, berbelanja dan kembali lagi. Produk yang berkualitas, harga yang terjangkau, lingkungan yang nyaman serta akses transportasi yang mudah menjadi bagian dari pekerjaan rumah Pasar Baru.

Kini, ketika suara pesawat kembali terdengar dari Bandara Husein, harapan pedagang Pasar Baru pun ikut tumbuh. Mereka menunggu agar arus penumpang dari landasan pacu tidak berhenti di terminal, tetapi terus mengalir ke jalan-jalan kota, pusat perdagangan, toko-toko dan lorong Pasar Baru yang sejak lama menjadi bagian dari wajah ekonomi Bandung.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.