Batik Sumedang, dari Warisan Leluhur Menuju Produk Unggulan Daerah

21 Sep 2026, 08.42 WIB
WhatsAppSaluran
Batik Sumedang, dari Warisan Leluhur Menuju Produk Unggulan Daerah
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menutup rangkaian kegiatan Sumedang Membatik 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara. Kegiatan ini menjadi ruang bagi perajin dan generasi muda untuk menggali identitas budaya Sumedang melalui karya batikCameraDok. Pemkab Sumedang

Gentra.id-SUMEDANG — Batik bagi Sumedang tidak lagi cukup dipandang sebagai kain yang menyimpan jejak masa lalu. Di tangan para perajin dan generasi muda, batik mulai diarahkan menjadi bagian dari identitas daerah sekaligus produk ekonomi kreatif yang memiliki karakter sendiri.

Dorongan itu disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat menutup rangkaian kegiatan Sumedang Membatik 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, 20 September 2026, seperti dilansir dari laman Pemkab Sumedang.

Bagi Dony, kegiatan membatik bukan sekadar agenda budaya. Di dalamnya terdapat ruang untuk mempertemukan warisan leluhur dengan kreativitas generasi sekarang. Karena itu, ia mendorong agar kegiatan semacam tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi terus berkembang menjadi ruang lahirnya para pencipta budaya baru.

Dony mengapresiasi penyelenggaraan Sumedang Membatik yang dinilainya memberi ruang bagi perajin dan generasi muda untuk menggali kekayaan budaya lokal melalui karya batik. Menurutnya, ruang kreativitas perlu diperbanyak agar tradisi membatik memiliki kesinambungan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Di titik itulah masa depan batik Sumedang sedang dicari: bukan dengan meninggalkan akar tradisi, melainkan dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Batik yang lahir dari daerah, menurut arah pengembangan tersebut, diharapkan mempunyai identitas yang mudah dikenali. Unsur sejarah, budaya, alam dan kearifan lokal Sumedang dapat menjadi sumber gagasan untuk melahirkan motif yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki cerita.

Upaya menggali identitas tersebut sebelumnya juga menjadi bagian dari rangkaian Sumedang Ngabatik 2026, yang mencakup lomba desain motif, membatik, pelatihan hingga aspek pemasaran. Kegiatan itu diarahkan untuk mencari karakter batik yang dapat merepresentasikan kekayaan lokal Sumedang.

Bagi pemerintah daerah, pengembangan batik memiliki dua sisi yang berjalan beriringan. Di satu sisi terdapat tanggung jawab menjaga warisan budaya. Di sisi lain, ada peluang ekonomi yang dapat tumbuh ketika batik memiliki desain, cerita, produk dan pasar yang kuat.

Karena itu, pelestarian budaya tidak dimaknai sebagai upaya membekukan budaya agar tetap persis seperti masa lalu. Dony justru menekankan pentingnya pembaruan sehingga warisan leluhur dapat terus berkembang mengikuti zaman.

Gagasan tersebut membuat batik Sumedang berada dalam perjalanan yang lebih panjang. Motif tidak berhenti di atas kain. Di belakangnya ada tangan perajin, kreativitas anak muda, pengetahuan tentang sejarah daerah, hingga kebutuhan membangun pasar.

Jika mata rantai tersebut dapat berjalan bersama, batik bukan hanya menjadi benda budaya yang dikenakan pada acara tertentu. Ia dapat tumbuh menjadi produk yang membawa nama Sumedang keluar dari daerah asalnya.

Bagi para perajin, ruang kreativitas juga berarti ruang untuk bereksperimen. Bagi generasi muda, membatik dapat menjadi cara mengenali kembali daerahnya melalui bentuk, warna, motif dan cerita yang mereka lahirkan sendiri.

Di sanalah pesan utama Sumedang Membatik 2026 menemukan maknanya. Warisan budaya tidak harus tinggal sebagai kenangan. Ia dapat diperbarui, diberi napas baru, lalu dibawa menjadi identitas yang hidup.

Bupati Dony mendorong agar proses tersebut terus diperkuat. Batik Sumedang diharapkan tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi tumbuh menjadi identitas daerah dan produk unggulan yang mampu dikenal lebih luas, termasuk di tingkat nasional.

Dengan demikian, perjalanan batik Sumedang bukan sekadar tentang menghasilkan kain. Ia adalah tentang bagaimana sebuah daerah membaca kembali kekayaan masa lalunya, kemudian mengubahnya menjadi karya yang relevan untuk hari ini dan memiliki peluang untuk bertahan hingga generasi berikutnya.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.