Bupati Kuningan Dorong Guru Adaptif Hadapi Perkembangan AI

23 Sep 2026, 14.59 WIB
WhatsAppSaluran
Bupati Kuningan Dorong Guru Adaptif Hadapi Perkembangan AI
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menekankan pentingnya peran guru yang unggul dalam karakter dan adaptif menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan.CameraDiskominfo Kuningan

Gentra.id-KUNINGAN — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perlahan mengubah cara manusia belajar, bekerja, hingga memperoleh informasi. Di tengah perubahan itu, dunia pendidikan menghadapi pertanyaan yang lebih mendasar: jika teknologi semakin mampu menyediakan pengetahuan, lalu apa yang membuat seorang guru tetap penting?

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menempatkan karakter sebagai salah satu jawaban penting atas perubahan tersebut. Menurutnya, guru di era AI tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter kuat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pandangan itu disampaikan Dian dalam kegiatan yang membahas peran guru menghadapi tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi, seperti dilansir di laman Pemkab Kuningan.

Ia menekankan bahwa guru tetap memiliki posisi strategis dalam membentuk manusia, bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran.

Perubahan teknologi, menurutnya, justru menuntut pendidik untuk terus belajar. Kemampuan beradaptasi menjadi penting karena peserta didik hidup dalam lingkungan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya, ketika informasi belum dapat diperoleh dalam hitungan detik melalui perangkat digital.

Di titik inilah keberadaan AI menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan.

Teknologi dapat membantu mencari informasi, menyusun bahan pembelajaran, hingga mendukung pekerjaan akademik. Namun, kemampuan teknologi tidak serta-merta menggantikan proses pendidikan yang menyangkut keteladanan, pembentukan sikap, empati, dan hubungan manusiawi antara guru dengan peserta didik.

Karena itu, guru dituntut untuk tidak berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat digital. Mereka juga perlu memahami bagaimana teknologi digunakan secara tepat dalam proses pembelajaran, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai yang menjadi dasar pendidikan.

Guru sebagai Teladan

Bagi Dian, kualitas guru tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak materi yang dapat disampaikan kepada siswa. Ada dimensi karakter yang jauh lebih panjang dampaknya karena guru menjadi figur yang diamati dan ditiru oleh peserta didik.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika arus informasi semakin terbuka. Siswa kini dapat menemukan berbagai pengetahuan dari internet, media sosial maupun aplikasi berbasis AI. Dalam situasi seperti itu, guru tidak lagi menjadi satu-satunya pintu masuk pengetahuan.

Peran guru kemudian bergeser menjadi pendamping yang membantu siswa memilah informasi, memahami konteks, berpikir kritis, sekaligus membangun sikap dalam menggunakan pengetahuan.

Dengan demikian, teknologi tidak semestinya diposisikan sebagai lawan dari guru. AI dapat menjadi alat bantu pembelajaran, sementara guru tetap memegang peran penting dalam memberikan arah dan membentuk karakter peserta didik.

Pandangan tersebut sejalan dengan perkembangan pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan yang mulai menempatkan teknologi sebagai instrumen pendukung kerja guru. Sejumlah literatur pendidikan tentang AI untuk guru juga menekankan bahwa keluaran AI tidak semestinya menjadi satu-satunya dasar dalam menilai kemampuan maupun karakter siswa. Observasi guru dan konteks pembelajaran tetap diperlukan.

Di tengah perubahan itu, karakter adaptif menjadi kebutuhan. Guru harus bersedia mempelajari hal baru tanpa kehilangan fondasi profesinya sebagai pendidik.

Beradaptasi Tanpa Kehilangan Arah

Era AI membawa perubahan yang tidak berhenti pada penggunaan aplikasi. Cara siswa memperoleh informasi ikut berubah. Mereka dapat mengajukan pertanyaan kepada mesin, memperoleh rangkuman dalam waktu singkat, bahkan meminta bantuan untuk menyusun berbagai jenis tulisan.

Kondisi tersebut membuat pendidikan menghadapi tantangan baru. Siswa bukan hanya perlu diajarkan bagaimana mendapatkan jawaban, tetapi juga bagaimana mempertanyakan jawaban tersebut.

Di sinilah kemampuan guru menjadi penting.

Guru perlu membangun ruang pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir, berdiskusi, menguji informasi, dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya. Teknologi dapat mempercepat proses pencarian informasi, tetapi pendidikan tetap membutuhkan proses untuk memahami, menilai, dan menggunakan informasi tersebut secara bertanggung jawab.

Bupati Dian melalui pesannya tentang guru yang unggul dalam karakter dan adaptif terhadap era AI pada dasarnya menempatkan perubahan teknologi sebagai bagian dari tantangan pendidikan yang harus dihadapi, bukan dihindari.

Guru tetap dituntut berkembang bersama zaman. Namun, semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin penting pula nilai kemanusiaan yang menyertai proses pendidikan.

Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang membuat siswa mengetahui lebih banyak hal. Pendidikan juga tentang bagaimana pengetahuan itu digunakan untuk membentuk manusia yang mampu berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Bagi sekolah dan para pendidik di Kuningan, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa memasuki era AI bukan berarti menyerahkan proses pendidikan kepada teknologi. Justru, ketika mesin semakin pintar mengolah informasi, manusia yang berada di ruang kelas dituntut semakin kuat dalam karakter, keteladanan, dan kemampuan beradaptasi.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.