Jaga Stabilitas Harga, Kabupaten Tasikmalaya Raih Penghargaan TPID

26 Sep 2026, 15.14 WIB
WhatsAppSaluran
Jaga Stabilitas Harga, Kabupaten Tasikmalaya Raih Penghargaan TPID
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menerima rangkaian penghargaan TPID Berprestasi 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (24/9/2026). Kabupaten Tasikmalaya kembali meraih penghargaan TPID Kabupaten/Kota Berprestasi kawasan Jawa-Bali.CameraDishubkominfo

Gentra.id-TASIKMALAYA – Upaya menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap terkendali kembali membawa Kabupaten Tasikmalaya meraih penghargaan di tingkat regional. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tasikmalaya meraih penghargaan TPID Kabupaten/Kota Berprestasi 2026 untuk kawasan Jawa-Bali.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026, yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (24/9/2026) dikutip dari unggahan resmi Pemkab Tasikmalaya

Capaian tersebut memperpanjang catatan Kabupaten Tasikmalaya dalam ajang penghargaan TPID. Sebelumnya, Kabupaten Tasikmalaya juga meraih penghargaan TPID berprestasi pada 2023 dan kembali tercatat sebagai penerima penghargaan pada 2025. Data Bank Indonesia menunjukkan Kabupaten Tasikmalaya menjadi penerima TPID Kabupaten/Kota Berprestasi kawasan Jawa-Bali pada 2025.

Pada Tahun 2026, Kabupaten Tasikmalaya kembali masuk dalam daftar penerima penghargaan kategori TPID Kabupaten/Kota Berprestasi. Bersama daerah lain, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan di wilayahnya.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat serta jajaran pemerintahan dari tingkat kabupaten hingga desa. Menurutnya, penghargaan tersebut tidak terlepas dari kerja bersama dalam menjalankan berbagai upaya pengendalian inflasi.

“Saya sampaikan terima kasih untuk warga Kabupaten Tasikmalaya dan seluruh jajaran pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa yang terus bersama-sama berjuang melaksanakan tugas-tugas kita sehingga dinilai berdampak,” ujar Cecep.

Di balik penghargaan tersebut, pengendalian inflasi bukan pekerjaan yang berhenti pada pemantauan angka inflasi. Pemerintah daerah perlu memastikan barang kebutuhan masyarakat tersedia, distribusinya berjalan dan perubahan harga dapat segera direspons.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam publikasi pemerintah daerah, melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk pemantauan kondisi inflasi secara berkala. Pengendalian pasokan kebutuhan pokok juga menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan harga di tingkat masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan pola pengendalian inflasi yang selama ini dikembangkan TPID Kabupaten Tasikmalaya. Dokumen pengukuran kinerja TPID mencatat salah satu program unggulannya adalah “Tasikmalaya Bagja Waluya”, sebuah program pengembangan agribisnis terpadu yang mencakup akselerasi swasembada pangan, hilirisasi produk pertanian, efisiensi distribusi dan peningkatan akses pasar, serta peningkatan akses pembiayaan sektor agribisnis.

Pengalaman Kabupaten Tasikmalaya dalam pengendalian inflasi juga pernah menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain. Pada 2024, Bank Indonesia dan TPID Provinsi Nusa Tenggara Barat mempelajari sejumlah inovasi pengendalian inflasi di Kabupaten Tasikmalaya, termasuk pengembangan agribisnis, hilirisasi dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Di tingkat regional, capaian Kabupaten Tasikmalaya pada 2026 menjadi bagian dari prestasi sejumlah daerah di Priangan Timur. Kota Tasikmalaya meraih kategori TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik kawasan Jawa-Bali, sementara Kabupaten Pangandaran juga memperoleh penghargaan dalam kategori TPID Berprestasi.

Namun, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan pengendalian inflasi pada akhirnya tidak hanya terlihat dari sebuah penghargaan. Dampaknya akan terasa ketika bahan pangan tersedia di pasar, harga relatif terjangkau, distribusi berjalan lancar dan daya beli warga tetap terjaga.

Karena itu, penghargaan TPID tersebut menjadi catatan sekaligus pekerjaan berkelanjutan bagi pemerintah daerah. Stabilitas harga membutuhkan koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, distributor dan masyarakat agar pengendalian inflasi benar-benar bermuara pada kebutuhan sehari-hari warga Kabupaten Tasikmalaya.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH

Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.