Karang Taruna Didorong Jadi Penggerak Literasi Digital Generasi Muda Sumedang

27 Sep 2026, 20.46 WIB
WhatsAppSaluran
Karang Taruna Didorong Jadi Penggerak Literasi Digital Generasi Muda Sumedang
Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila mendorong Karang Taruna menjadi penggerak literasi digital bagi generasi muda. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri HUT ke-66 Karang Taruna Kecamatan Darmaraja, Sabtu (26/9/2026).CameraPemkab Sumedang

Gentra.id-Sumedang — Ruang digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan memilah kabar, mengenali hoaks, dan menggunakan media sosial secara bijak menjadi kebutuhan yang semakin penting.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk melibatkan organisasi kepemudaan sebagai bagian dari gerakan literasi digital. Salah satunya melalui Karang Taruna yang dinilai memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan kehidupan anak muda di tingkat kecamatan hingga desa.

Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila mendorong Karang Taruna agar tidak hanya menjadi wadah kegiatan sosial dan kepemudaan, tetapi turut mengambil peran sebagai penggerak literasi digital di tengah masyarakat.

Pesan itu disampaikan Fajar saat menghadiri peringatan HUT ke-66 Karang Taruna Kecamatan Darmaraja sekaligus membuka turnamen bola voli putri di Alun-Alun Kecamatan Darmaraja, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Fajar, generasi muda perlu memiliki kemampuan literasi yang cukup agar tidak mudah menerima begitu saja informasi yang beredar di ruang digital.

“Anak muda harus pintar literasinya agar tidak gampang termakan hoaks. Jangan sampai lebih cepat jempol kita daripada otak kita,” ujar Fajar dilansir dilaman Pemkab Sumedang.

Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan yang muncul ketika kecepatan penyebaran informasi tidak diimbangi kemampuan untuk memeriksa kebenarannya. Media sosial memungkinkan sebuah informasi menyebar hanya dalam hitungan detik, sementara proses untuk memastikan informasi tersebut benar membutuhkan kehati-hatian.

Dalam konteks itu, Karang Taruna dapat menjadi ruang belajar bersama bagi generasi muda. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga menyangkut kecakapan memahami informasi, mempertimbangkan sumber, serta bertanggung jawab atas konten yang dibagikan.

Dorongan kepada Karang Taruna juga hadir dalam momentum peringatan HUT ke-66 organisasi tersebut di Kecamatan Darmaraja. Kegiatan kepemudaan dikemas melalui rangkaian Bulan Bakti Karang Taruna yang melibatkan masyarakat dalam berbagai aktivitas.

Salah satu rangkaian kegiatan itu adalah turnamen bola voli putri terbuka yang digelar di Alun-Alun Kecamatan Darmaraja. Turnamen tersebut diikuti 12 klub, termasuk peserta dari luar Kecamatan Darmaraja dan bahkan dari luar Kabupaten Sumedang.

Lapangan olahraga dan ruang komunitas seperti itu pada akhirnya bukan sekadar tempat berkegiatan. Ia dapat menjadi titik pertemuan anak muda untuk membangun jejaring, berbagi pengalaman, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan yang muncul di lingkungannya.

Di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat, tantangan kepemudaan pun ikut bergeser. Jika dahulu informasi lebih banyak diterima melalui ruang-ruang fisik, kini sebagian besar percakapan berlangsung melalui layar telepon genggam. Karena itu, kemampuan menggunakan ruang digital secara sehat menjadi bagian dari kecakapan sosial generasi muda.

Karang Taruna, dengan jejaringnya hingga tingkat masyarakat, memiliki peluang untuk membawa pesan tersebut lebih dekat kepada anak muda. Edukasi mengenai hoaks, keamanan digital, etika bermedia sosial, hingga kemampuan memeriksa sumber informasi dapat dikembangkan melalui kegiatan kepemudaan yang sudah berjalan.

Bagi Sumedang, penguatan literasi digital tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya aktif di ruang digital, tetapi juga mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Sebab, di tengah derasnya informasi, persoalannya bukan lagi sekadar siapa yang paling cepat mengetahui sebuah kabar. Yang jauh lebih penting adalah siapa yang mampu berhenti sejenak, memeriksa, memahami, kemudian menentukan informasi mana yang layak dipercaya dan dibagikan.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH

Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.