Kebakaran Hebat Landa Pasar Andir Bayongbong, 26 Kios Terdampak

8 Okt 2026, 08.30 WIB
WhatsAppSaluran
Kebakaran Hebat Landa Pasar Andir Bayongbong, 26 Kios Terdampak
Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Rabu (7/10/2026) malam. Sedikitnya 26 kios terdampak dan penyebab kebakaran masih dalam pendalaman polisi.CameraIstimewa

Gentra.id-GARUT | Malam di kawasan Pasar Andir, Kampung Andir, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, berubah menjadi kepanikan pada Rabu (7/10/2026). Kobaran api tiba-tiba melanda sejumlah kios di pasar tersebut dan dengan cepat membakar bagian Blok A, B, C serta Blok Mawar yang berada di bagian tengah hingga belakang pasar.

Laporan mengenai kebakaran diterima petugas Polres Garut sekitar pukul 21.30 WIB melalui layanan Call Center 110. Tak lama setelah laporan masuk, personel Polsek Bayongbong bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus melakukan upaya pengamanan.

Di tengah kobaran api, warga bersama polisi sempat melakukan pemadaman secara manual. Air disiramkan menggunakan ember untuk berusaha menahan api agar tidak semakin meluas. Pada saat yang sama, petugas mengimbau masyarakat menjauh dari lokasi kebakaran untuk menghindari risiko keselamatan.

Situasi kemudian berubah ketika sejumlah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Upaya penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan Damkar Kabupaten Garut, Damkar TNI AD dari Kodim Garut, Damkar Yonif 303, Damkar Denbekang, BPBD Kabupaten Garut serta PMI Kabupaten Garut.

Sedikitnya 10 unit kendaraan dikerahkan dalam penanganan tersebut. Armada itu terdiri atas empat unit Damkar Kabupaten Garut, dua unit Damkar TNI AD Kodim Garut, satu unit Damkar Yonif 303, satu unit Damkar Denbekang, satu unit BPBD Kabupaten Garut dan satu unit PMI Kabupaten Garut.

Kobaran api tidak langsung dapat ditaklukkan. Petugas harus berjibaku melakukan pemadaman hingga proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Setelah sekitar 4,5 jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.59 WIB, Kamis (8/10/2026).

26 Kios Terdampak

Setelah api berhasil dikuasai, persoalan berikutnya adalah memastikan seberapa besar dampak kebakaran terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Andir.

Petugas mulai melakukan pendataan terhadap kios-kios yang terdampak. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui bagaimana kebakaran tersebut bermula.

Dari pendataan sementara, sedikitnya 26 kios milik pedagang telah tercatat terdampak. Namun, angka tersebut belum menjadi data final karena proses pendataan masih dilakukan dan pihak terkait masih menunggu hasil pendataan lebih lanjut dari UPT Pasar.

Kios-kios yang terdampak digunakan pedagang untuk menjual berbagai kebutuhan masyarakat. Di antaranya sembako, sayuran, ikan asin, kelontongan, plastik, kue, makanan ringan, tahu, tempe dan berbagai kebutuhan lainnya.

Besarnya kerugian materi juga belum dapat dipastikan. Selain jumlah kios yang masih dalam proses verifikasi, nilai kerugian setiap pedagang juga harus dihitung berdasarkan kondisi bangunan, barang dagangan serta aset lainnya yang terdampak.

Dugaan Korsleting, Polisi Masih Mendalami

Di balik kebakaran tersebut, polisi masih berusaha mencari jawaban mengenai sumber api.

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh di lapangan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Petugas masih mengumpulkan bahan keterangan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan penyebab kebakaran.

Kapolsek Bayongbong Iptu Mahmudi mengatakan, jajaran kepolisian telah melakukan sejumlah langkah sejak menerima laporan kejadian. Penanganan meliputi mendatangi dan mengamankan lokasi, melakukan dokumentasi hingga mengumpulkan keterangan dari para saksi.

“Untuk korban jiwa dalam kejadian ini nihil. Sementara kerugian materi masih dalam proses pendataan karena jumlah kios dan kerugian masing-masing pedagang belum seluruhnya terdata,” kata Iptu Mahmudi.

Keterangan tersebut sekaligus memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang berlangsung selama berjam-jam tersebut.

Pemerintah dan Petugas Turun ke Lokasi

Kebakaran Pasar Andir juga mendapat perhatian langsung dari unsur pemerintah daerah dan aparat kewilayahan. Sejumlah pejabat dan petugas datang ke lokasi untuk melihat kondisi pasar sekaligus memastikan proses penanganan berjalan.

Di antaranya Bupati Garut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Camat Bayongbong, Kapolsek Bayongbong, personel Koramil 1113 Bayongbong, anggota Kodim Garut, personel Polsek Bayongbong, Damkar Kabupaten Garut serta BPBD Kabupaten Garut.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kebakaran pasar tidak hanya menjadi persoalan pemadaman api. Setelah api padam, masih terdapat pekerjaan lanjutan berupa pendataan pedagang, penghitungan kerugian, pemeriksaan lokasi dan penelusuran penyebab kebakaran.

Bagi para pedagang, kios bukan sekadar bangunan tempat berjualan. Di dalamnya terdapat barang dagangan dan sumber penghidupan yang setiap hari menopang kebutuhan keluarga.

Karena itu, pendataan menjadi tahap penting setelah kebakaran. Data mengenai jumlah kios, jenis usaha, kondisi bangunan dan nilai kerugian diperlukan untuk menggambarkan secara utuh dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.

Hingga Kamis pagi, petugas masih melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi di lokasi. Jumlah 26 kios yang terdampak masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah proses verifikasi dari UPT Pasar selesai dilakukan.

Sementara penyebab kebakaran juga masih menunggu hasil pendalaman petugas. Dugaan korsleting listrik menjadi informasi awal yang ditemukan di lapangan, tetapi kepastian mengenai sumber api tetap menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Pasar Andir kini memasuki babak setelah api padam: menghitung kerugian, memastikan kondisi pedagang, mencari penyebab kebakaran dan menentukan langkah pemulihan bagi aktivitas perdagangan yang terdampak.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH

Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.