
Gentra.id-Banjar – Di tengah ruang pendidikan yang terus bergerak mengikuti perubahan zaman, Pemerintah Kota Banjar memilih memperkuat satu sisi yang dianggap tidak kalah penting: pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Salah satu langkah itu diwujudkan melalui peluncuran Program Pembelajaran Kitab Kuning bagi peserta didik SMP kelas VII se-Kota Banjar.
Program tersebut diluncurkan pada Selasa, 29 September 2026, di Aula Somahna Bagja Di Buana, Sekretariat Daerah Kota Banjar.
Wakil Wali Kota Banjar Dr. H. Supriana, M.Pd., hadir dalam kegiatan tersebut bersama para kepala perangkat daerah Pemerintah Kota Banjar, unsur Kementerian Agama, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjar.
Mengutip laman Pemkot Banjar, Peluncuran program ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi SMP Kota Banjar Yang Berkarakter, Cerdas, dan Berakhlak Karimah Menuju Kota Banjar Masagi.” Tema tersebut sekaligus menggambarkan arah yang ingin dibangun pemerintah daerah melalui pembelajaran kitab kuning, yakni menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap dan kepribadian siswa.
Bagi peserta didik kelas VII, program ini menjadi sebuah pintu masuk pada tahap awal mereka menjalani pendidikan di jenjang SMP. Pada usia tersebut, siswa tidak hanya berhadapan dengan materi pelajaran yang semakin beragam, tetapi juga berada dalam fase membangun kebiasaan, cara berpikir, serta lingkungan pergaulan yang akan turut membentuk karakter mereka.
Dalam konteks itu, pembelajaran kitab kuning ditempatkan Pemerintah Kota Banjar sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Wakil Wali Kota Banjar Dr. H. Supriana, M.Pd., dalam sambutannya seperti dilansir laman Pemkot Banjar, menegaskan bahwa pembelajaran kitab kuning tidak semata-mata diarahkan untuk memperdalam pengetahuan agama. Program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari proses membentuk akhlak dan karakter generasi muda.
Pemerintah Kota Banjar berharap para siswa nantinya tidak hanya tumbuh sebagai pelajar yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu berpegang pada nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan itu membuat program kitab kuning memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar kegiatan pembelajaran tambahan. Di balik teks-teks keagamaan yang dipelajari, terdapat upaya untuk memperkenalkan nilai, etika, dan kebiasaan baik kepada peserta didik sejak mereka berada di bangku sekolah menengah.
Namun, keberhasilan program tentu tidak berhenti pada peluncuran. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pembelajaran tersebut dapat diterapkan secara konsisten di seluruh SMP di Kota Banjar, dengan metode yang dapat diterima peserta didik dan didukung oleh tenaga pendidik.
Pemerintah Kota Banjar pun menekankan pentingnya dukungan guru dan orang tua dalam pelaksanaan program. Keduanya memiliki posisi penting karena pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga berlanjut di lingkungan keluarga dan kehidupan sosial siswa.
Jika sekolah menjadi ruang tempat pengetahuan dan nilai diperkenalkan, keluarga menjadi lingkungan yang menguji bagaimana nilai tersebut dipraktikkan.
Karena itu, kesinambungan antara pembelajaran di sekolah dan pendampingan di rumah menjadi bagian penting dari cita-cita yang ingin dibangun melalui program tersebut.
Program pembelajaran kitab kuning akhirnya menjadi salah satu ikhtiar Pemerintah Kota Banjar untuk menerjemahkan visi Banjar Masagi melalui dunia pendidikan. Generasi yang diharapkan bukan hanya generasi yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, kecerdasan, serta akhlak karimah.
Dari ruang-ruang kelas SMP itulah proses tersebut akan dimulai. Bukan sekadar mengenalkan kitab, tetapi bagaimana nilai yang dipelajari dapat tumbuh menjadi kebiasaan dan kemudian menjadi bagian dari karakter generasi muda Kota Banjar.
Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Kolaborasi Lintas Daerah: Wali Kota Tasikmalaya Hadiri Mayor's Talk 2026 di Bogor

Kitab Kuning Masuk SMP se-Kota Banjar, Pemkot Perkuat Pendidikan Karakter

Data Stunting Ciamis Berbeda Jauh dengan Pusat, Herdiat Minta Segera Disinkronkan

Menggugah Kesadaran Generasi Muda, Disbudpar Cirebon Gelar Lomba Mendongeng di Museum Cakrabuana

APBD Terbatas, Pemkab Kuningan Mohon Pusat Revitalisasi RSUD 45
