
Gentra.id-TASIKMALAYA – Taman Kota Dadaha, Kota Tasikmalaya, menghadirkan suasana berbeda pada Oktober ini. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai ruang aktivitas olahraga dan rekreasi masyarakat tersebut disulap menjadi destinasi wisata malam dengan gemerlap jutaan lampu melalui kehadiran Lumiland.
Destinasi wisata cahaya ini resmi dibuka pada Jumat, 9 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Masyarakat dapat menikmati berbagai instalasi cahaya dan sembilan tema atraksi hingga 15 November 2026.
Kehadiran Lumiland menawarkan alternatif rekreasi bagi warga yang ingin menikmati suasana malam bersama keluarga, teman, maupun kerabat. Beragam instalasi lampu dan permainan efek cahaya menjadi daya tarik utama yang membedakannya dari aktivitas rekreasi sehari-hari di kawasan Dadaha.
Namun, di balik kemeriahan cahaya tersebut, pemerintah daerah juga menaruh harapan pada dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.
Lima Juta Lampu dan Sembilan Tema Atraksi
Komisaris PT Lumiland Wonderful Indonesia, Eko Ardi Nugraha, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Lumiland di Kota Tasikmalaya merupakan pelaksanaan ke-11 sepanjang 2026 setelah sebelumnya hadir di sejumlah kota lain.
Mengutip keterangan resmi Pemkot Tasikmalaya, Lumiland menghadirkan sekitar lima juta lampu yang dikemas dalam sembilan tema atraksi. Beberapa di antaranya berupa instalasi bertema planet, terowongan cahaya, dan pertunjukan laser.
Rangkaian instalasi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang menarik bagi pengunjung. Permainan cahaya menjadi daya tarik utama, sekaligus menawarkan latar bagi masyarakat yang ingin mengabadikan momen kunjungan mereka.
Penyelenggaraan selama 38 hari ini juga menunjukkan upaya menghadirkan pilihan wisata yang dapat dinikmati masyarakat selama momentum perayaan Hari Jadi Kota Tasikmalaya.
Meski demikian, pengalaman wisata tidak hanya ditentukan oleh kemegahan instalasi. Pengaturan arus pengunjung, kenyamanan kawasan, kebersihan, serta ketertiban parkir menjadi bagian penting agar kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan baik.
Harga Tiket Lumiland dan Akses Gratis bagi Guru
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, pengelola menetapkan harga tiket masuk sebesar Rp35.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp25.000 untuk anak-anak. Sementara itu, anak berusia di bawah tiga tahun dapat masuk secara gratis.
Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat umum, Lumiland juga menyiapkan program akses gratis bagi kelompok tertentu.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama pihak Lumiland menyiapkan 50.000 tiket gratis bagi siswa kelas I hingga kelas VI sekolah dasar.
Program tersebut direncanakan melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah. Pemerintah dan penyelenggara juga memberikan akses masuk gratis bagi guru dari seluruh Indonesia dengan menunjukkan kartu identitas pengajar.
Program ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak anak untuk menikmati pengalaman rekreasi yang berbeda.
Bagi siswa, kunjungan ke destinasi wisata cahaya juga berpotensi menjadi pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah. Namun, pelaksanaan program tersebut tetap memerlukan pengaturan yang baik agar distribusi tiket tepat sasaran dan kunjungan berlangsung tertib.
Lumiland Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Lokal
Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap kehadiran Lumiland tidak berhenti sebagai hiburan musiman. Aktivitas wisata ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan usaha di sekitar kawasan Dadaha.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengajak masyarakat untuk mendukung dan meramaikan destinasi tersebut. Menurut keterangan resmi pemerintah daerah, Lumiland diharapkan dapat meningkatkan indeks kebahagiaan warga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kawasan wisata yang ramai berpotensi meningkatkan permintaan terhadap berbagai produk dan jasa. Pedagang makanan dan minuman, misalnya, dapat memperoleh peluang dari pengunjung yang datang bersama keluarga. Pelaku usaha lain di sekitar kawasan juga berpotensi merasakan dampak dari meningkatnya aktivitas masyarakat.
Namun, besarnya manfaat ekonomi akan bergantung pada seberapa jauh pelaku usaha lokal dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
Karena itu, keterlibatan UMKM, pengelolaan parkir, serta penataan kawasan menjadi aspek yang perlu diperhatikan bersama. Keramaian pengunjung semestinya tidak hanya menguntungkan penyelenggara, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi di sekitar Dadaha.
Keberadaan Lumiland sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola wisata, pedagang, dan masyarakat.
Keselamatan dan Ketertiban Menjadi Perhatian
Di tengah daya tarik instalasi cahaya, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Lumiland.
Eko Ardi Nugraha menyampaikan bahwa instalasi lampu menggunakan arus listrik searah atau direct current (DC). Pihak pengelola juga berkoordinasi dengan PLN dan pengelola kawasan Dadaha untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan.
Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan instalasi wisata dapat beroperasi dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Selain kelistrikan, pengelolaan kawasan juga perlu mempertimbangkan kenyamanan pengunjung, terutama pada waktu-waktu ramai. Pengaturan parkir, akses keluar-masuk, kebersihan, serta kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi akan turut menentukan kualitas pengalaman wisata.
Bagi pemerintah daerah dan pengelola, tantangannya adalah memastikan kegiatan wisata berlangsung tertib tanpa mengabaikan fungsi Dadaha sebagai ruang publik yang digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas.
Momentum Wisata di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya
Kehadiran Lumiland menambah pilihan kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Dengan masa penyelenggaraan hingga 15 November 2026, destinasi ini diharapkan menjadi salah satu magnet kunjungan masyarakat selama perayaan berlangsung.
Pihak penyelenggara menargetkan sekitar 90.000 hingga 100.000 pengunjung selama 38 hari pelaksanaan.
Target tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan. Apabila tercapai dengan pengelolaan yang baik, tingginya jumlah kunjungan dapat memperkuat daya tarik wisata Kota Tasikmalaya sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Akan tetapi, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung atau kemeriahan lampu yang ditampilkan. Dampaknya terhadap pendapatan masyarakat, kenyamanan ruang publik, dan kualitas pengelolaan kawasan juga menjadi hal penting untuk diperhatikan.
Bagi warga Tasikmalaya, Lumiland dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu bersama keluarga di tengah suasana perayaan hari jadi kota. Sementara bagi pemerintah daerah, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bagaimana sektor rekreasi dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat.
Di bawah gemerlap jutaan lampu, harapan yang menyertai kehadiran Lumiland bukan hanya menghadirkan hiburan sementara, melainkan juga menciptakan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Sebagaimana semangat Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya, Langkah Santun, Jiwa Tangguh, keberhasilan kegiatan ini pada akhirnya akan terlihat dari kemampuannya menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan memberi ruang bagi ekonomi lokal untuk tumbuh.
Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Polres Garut Bongkar Dugaan Pemalsuan Kemasan Teh Herbal, 4 Tersangka Diamankan

Amnesty Desak Letkol Arman Diadili di Peradilan Umum dalam Kasus Judi Online

Lumiland Hadir di Dadaha Tasikmalaya, Sajikan Wisata Cahaya hingga 15 November

Pemkab Garut Terapkan SNI Smart Hospital, RSUD dr. Slamet Bakal Direvitalisasi Total

Komnas HAM Temukan Pelanggaran HAM dalam Program Makan Bergizi Gratis, Inilah 6 Rekomendasi untuk Pemerintah
