Rakerda 2026, LASQI Garut Fokus Perkuat Organisasi dan Program

24 Sep 2026, 20.52 WIB
WhatsAppSaluran
Rakerda 2026, LASQI Garut Fokus Perkuat Organisasi dan Program
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Mia Herlina membuka Rakerda DPD LASQI Kabupaten Garut Tahun 2026 di Aula STAI Nusantara Garut, Rabu (23/9/2026).CameraDiskominfo

Gentra.id-GARUT — Seni qasidah tidak hanya hidup di atas panggung. Di balik lantunan musik dan syair bernuansa Islami, terdapat organisasi, pembinaan, serta kerja bersama yang menentukan bagaimana kesenian tersebut tetap tumbuh di tengah perubahan zaman.

Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Garut Tahun 2026.

Rakerda digelar di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (23/9/2026). Forum tersebut dibuka Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Mia Herlina.

Kegiatan dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LASQI Jawa Barat, jajaran pengurus DPD LASQI Kabupaten Garut, Dewan Pertimbangan LASQI, serta pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) LASQI se-Kabupaten Garut.

Bagi Pemerintah Kabupaten Garut, Rakerda bukan sekadar agenda organisasi yang berulang setiap periode. Forum tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kerja berikutnya.

Mia Herlina mengatakan, evaluasi diperlukan agar program yang telah berjalan dapat dilihat kembali capaian dan tantangannya. Dari sana, organisasi dapat menyusun langkah yang lebih terarah.

“Ini bukan sekadar agenda rutin untuk menyusun program kegiatan, tetapi menjadi ruang untuk melakukan konsolidasi dan evaluasi terhadap apa yang telah dilaksanakan, mengidentifikasi berbagai tantangan, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis yang akan dilakukan ke depan,” ujar Mia, melansir laman Pemkab Garut.

Ia berharap Rakerda dapat menjadi ruang untuk membangun kesamaan visi di antara pengurus. Konsolidasi antara DPD dan DPK juga dinilai penting agar program organisasi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan berada dalam satu arah kerja.

Pesan itu menjadi relevan karena LASQI memiliki struktur organisasi hingga tingkat kecamatan. Kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kegiatan di tingkat kabupaten, tetapi juga oleh kemampuan membangun aktivitas dan pembinaan di tingkat bawah.

Dari Konsolidasi Menuju Program yang Terukur

Ketua DPD LASQI Kabupaten Garut, Zaenal Ma'aruf, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah mengawal perjalanan organisasi mulai dari Musyawarah Daerah (Musda), pengukuhan, pelantikan, hingga pelaksanaan Rakerda.

Menurut Zaenal, rangkaian tersebut merupakan bagian dari proses membangun fondasi organisasi. Karena itu, Rakerda diharapkan tidak berhenti pada pembahasan administratif, tetapi menghasilkan program yang benar-benar dapat dijalankan.

Rakerda tahun ini mengusung tema “Membangun Kebersamaan dan Meningkatkan Kualitas Program Kerja untuk Mewujudkan LASQI Kabupaten Garut yang Berkualitas.”

Tema tersebut, kata Zaenal, dipilih dengan mempertimbangkan tantangan organisasi ke depan yang semakin membutuhkan kekompakan dan kemampuan beradaptasi.

“Tema ini kita pilih karena kita sadar bahwa tantangan ke depan untuk kita itu tidak mudah. Kita dituntut untuk lebih solid, adaptif, dan berdampak nyata untuk masyarakat,” tegasnya.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan program tidak hanya terletak pada banyaknya kegiatan yang terlaksana. Zaenal mendorong agar setiap program memiliki hasil akhir yang jelas dan dapat diukur.

Program kerja juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan anggota sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada saat yang sama, solidaritas dan integritas organisasi perlu tetap dijaga.

Harapannya, Rakerda dapat berlangsung secara lancar dan demokratis serta menghasilkan keputusan yang menjadi pijakan bagi perjalanan LASQI Kabupaten Garut ke depan.

Menjaga Seni Qasidah Tetap Bertumbuh

Di tengah perubahan selera masyarakat dan perkembangan pola interaksi generasi muda, keberlangsungan seni qasidah membutuhkan ruang pembinaan yang terus bergerak. Organisasi seperti LASQI memiliki posisi penting dalam menjaga agar seni tersebut tidak berhenti sebagai pertunjukan seremonial.

Karena itu, konsolidasi organisasi menjadi bagian dari upaya memastikan program pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan. Kesamaan visi antara pengurus kabupaten dan kecamatan menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan yang lebih terarah.

Ketua Panitia Rakerda, Didin Nurdin, menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur LASQI dalam forum tersebut menunjukkan adanya kebersamaan dan kepedulian terhadap perkembangan organisasi.

Pada akhirnya, Rakerda menjadi ruang untuk mempertemukan dua kebutuhan sekaligus: menjaga keberlangsungan organisasi dan meningkatkan kualitas program.

Bagi LASQI Garut, tantangan berikutnya bukan hanya menyusun daftar kegiatan. Yang lebih penting adalah memastikan gagasan yang lahir dari forum tersebut dapat turun menjadi kerja nyata—dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, dari ruang rapat menuju masyarakat yang menjadi bagian dari denyut seni dan budaya daerah.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH

Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.