
Gentra.id-BANJAR — Pemerintah Kota Banjar menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Senin (21/9/2026).
Kunjungan tersebut membawa sejumlah agenda yang berkaitan langsung dengan penguatan layanan kesehatan masyarakat. Percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) dan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi bagian penting dari pembahasan pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Banjar.
Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., menerima langsung kunjungan tersebut. Pertemuan berlangsung sebagai bagian dari upaya menyelaraskan program pemerintah pusat dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.
Dalam kunjungan itu, perhatian juga diarahkan pada kondisi fasilitas kesehatan di Kota Banjar, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar yang dinilai membutuhkan pengembangan agar mampu memberikan pelayanan secara lebih optimal.
Mengutip laman Pemkot Banjar, Wamenkes RI dalam kunjungan kerja tersebut memberikan penguatan di sektor kesehatan, tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga pencegahan dan pemeriksaan kesehatan masyarakat secara lebih luas.
Benjamin menyebut masih adanya persoalan gizi, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, serta tingginya kasus TBC sebagai sejumlah tantangan yang harus ditangani secara bersama.
Ia juga menyampaikan target pemerintah untuk meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia. Menurutnya, pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat dari kisaran 72–74 tahun menjadi 76 tahun pada akhir masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kemudian mencapai 80 tahun pada 2045.
Dalam penanganan TBC, perhatian pemerintah diarahkan tidak hanya kepada pasien yang telah sakit. Pencegahan penularan dari kontak erat pasien juga menjadi bagian penting dalam strategi penanggulangan.
Benjamin menjelaskan, pengobatan terhadap pasien TBC perlu dibarengi pemeriksaan terhadap orang-orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat. Strategi tersebut ditujukan untuk menemukan kasus lebih dini sekaligus mencegah munculnya penularan baru.
Untuk Jawa Barat, menurut Wamenkes, intervensi pencegahan tersebut dilakukan di 10.939 titik lokasi. Pemerintah juga menambah dukungan berupa alat X-ray portabel untuk mempercepat proses pencarian kasus di lapangan.
RSUD Kota Banjar Direncanakan Relokasi
Kunjungan pemerintah pusat juga menjadi momentum untuk melihat kebutuhan pengembangan fasilitas kesehatan di Kota Banjar.
Direktur RSUD Kota Banjar, dr. Eka Lina Liandari, mengatakan kondisi lahan rumah sakit saat ini sudah terbatas sehingga pengembangan fasilitas rawat inap dan penyesuaian terhadap standar pelayanan baru menjadi tidak leluasa.
Karena itu, Pemerintah Kota Banjar mulai menyiapkan rencana relokasi RSUD.
Wakil Wali Kota Banjar Supriana mengatakan pemerintah daerah menyambut arahan pemerintah pusat dan akan menyiapkan kebutuhan lahan untuk mendukung rencana tersebut.
“Pemerintah Kota Banjar menyambut baik arahan dari kementerian. Kami merencanakan pembebasan lahan untuk relokasi RSUD, dengan opsi lokasi proyeksi di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah,” kata Supriana
Menurut Supriana, pemerintah daerah akan mengambil bagian dalam penyediaan lahan, sementara dukungan pemerintah pusat diarahkan pada program dan pembangunan fasilitasnya.
Selain rencana relokasi RSUD, penataan fasilitas kesehatan tingkat pertama juga menjadi perhatian. Pemerintah Kota Banjar memilih mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia melalui skema renovasi.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana agenda kesehatan nasional diterjemahkan ke dalam kebutuhan daerah. Di satu sisi, pemerintah mendorong percepatan penanganan TBC dan pemeriksaan kesehatan masyarakat. Di sisi lain, ketersediaan fasilitas dan infrastruktur kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperluas akses pelayanan.
Sebelumnya, Wamendagri Akhmad Wiyagus juga pernah melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjar pada Februari 2026. Saat itu, salah satu agenda yang ditinjau adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hegarsari, Kecamatan Pataruman.
Pada kunjungan terbaru, perhatian pemerintah pusat kembali diarahkan pada pelayanan dasar, kali ini melalui sektor kesehatan. Bagi Kota Banjar, agenda tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan kebutuhan daerah sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Bupati Bolmut Ditangkap KPK, 14 Orang Diamankan dalam OTT

Motor Warga Mogok di Tanjakan Kopi, Polsek Kadungora Bergerak Lewat Call Center 110

Wamendagri dan Wamenkes Kunjungi Kota Banjar, Penanganan TBC dan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

Kapolres Ciamis Perkuat Komunikasi dengan KPU, Jaga Tahapan Kepemiluan Tetap Kondusif

Banjar dan Tangerang Selatan Perkuat Kerja Sama Pengembangan Daerah dan Pelayanan Publik
