Gentra.id – Di era digital, media sosial menjadi ruang utama bagi masyarakat untuk mengekspresikan pendapat, termasuk terhadap kinerja aparat kepolisian. Di Tasikmalaya, figur Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh. Faruk Rozi menjadi salah satu tokoh yang paling banyak diperbincangkan.
Berdasarkan hasil pemantauan Gentra Data, analisis sentimen publik terhadap Kapolres Tasikmalaya Kota dari Februari hingga September 2025. Memperlihatkan dinamika menarik dalam persepsi masyarakat. Warganet mengunggah dan mengomentari berbagai konten di media sosial yang kemudian dihimpun sebagai data analisis. Menyinggung kinerja dan aktivitas kepolisian di wilayah Tasikmalaya.
Grafik sentimen menunjukkan perubahan signifikan. Pada Februari, percakapan bernada negatif masih mendominasi, namun tren tersebut menurun tajam pada bulan-bulan berikutnya. Seiring meningkatnya kegiatan sosial kepolisian, opini positif mulai menguat sejak April. Pada September, masyarakat lebih banyak mengapresiasi dibandingkan mengkritik.
Analisis kata kunci yang sering muncul mengungkap istilah seperti “polisi”, “tasik”. “komandan”, “mantap”, “sehat”, dan “terima kasih” sebagai kata dominan dalam percakapan positif. Hal ini mencerminkan penilaian publik bahwa Kapolres dan jajarannya tampil tegas namun tetap humanis.
Meski begitu, beberapa isu negatif tetap menjadi sorotan publik. Masyarakat paling banyak mengkritik penanganan geng motor, kemudian mengeluhkan pelayanan administrasi seperti pembuatan SKCK dan SIM, serta penggunaan knalpot bising. Beragam kritik tersebut menunjukkan harapan masyarakat agar kepolisian semakin tegas dan efisien dalam menegakkan aturan demi kenyamanan publik.
Program Sosial dan Respons Cepat yang Mendekatkan Polri dengan Warga
Sebaliknya, masyarakat banyak mengapresiasi pelaksanaan program Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang mencakup razia miras dan knalpot bising. Mereka menilai program ini berdampak langsung terhadap ketertiban umum.
Sejumlah kegiatan sosial lain juga memperkuat citra positif kepolisian, seperti Bhayangkari Peduli danaksi sosial yang membantu masyarakat membutuhkan. Serta Program Safari Pondok Pesantren yang melibatkan 35.000 santri bersama Polres dan Ansor dalam membina pesantren serta menjaga masyarakat.
Respons cepat Kapolres juga mendapat sorotan positif. Salah satunya ketika ia menginisiasi pembangunan MCK bagi warga Setiamulya sebagai bagian dari kegiatan sosial memperingati Hari Bhayangkara. Langkah ini menunjukkan kepedulian nyata Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Di bidang olahraga, Kapolres Tasikmalaya Kota Cup 2025 menjadi ajang penting yang memperlihatkan kepedulian Kapolres terhadap kemajuan dunia olahraga. Turnamen ini melibatkan kompetisi futsal dan E-Sport. Sekaligus menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan minatnya secara sehat dan kompetitif.
Kegiatan yang paling banyak mendapat perhatian publik adalah program “Superhero Kemanusiaan”, pada 24 Januari dan 9 Oktober 2025. Program ini berhasil mengumpulkan sekitar 3.000 labu darah—pencapaian besar yang menunjukkan kepedulian dan partisipasi aktif polisi terhadap kesehatan masyarakat.
Kapolres Tasikmalaya Kota juga menunjukkan ketegasan dalam menghadapi polemik konser “Ruang Bermusik” pada 15 Juli 2025. Ia menegaskan bahwa aparat tidak dapat membubarkan kegiatan berizin resmi secara sepihak. Sehingga menunjukkan komitmen mereka terhadap penegakan hukum yang adil.
Gaya kepemimpinan AKBP Moh. Faruk Rozi yang tegas namun humanis menjadi salah satu faktor yang menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pendekatan proaktifnya dalam merespons langsung keluhan warga melalui program Respons Cepat Kapolres. Hal ini memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat, terutama di wilayah selatan Tasikmalaya.
Apresiasi Nasional atas Kepemimpinan Humanis dan Toleran
Apresiasi juga datang dari berbagai pihak di tingkat nasional. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhaimin Iskandar. Ia memberikan penghargaan atas peresmian Rumah Pemulasaran TMC yang mereka nilai sebagai simbol toleransi dan keharmonisan sosial di masyarakat. Komisi VIII DPR RI turut menilai langkah tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap hak dasar warga tanpa diskriminasi.
Selain itu, Kementerian Agama RI melalui PGM Award. Memberikan penghargaan kepada Kapolres Tasikmalaya Kota atas keberhasilan menjaga toleransi dan harmoni sosial.
Kompolnas RI pun menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak di Tasikmalaya yang berhasil menciptakan iklim toleransi dan keamanan yang kondusif.
Kompolnas memandang bahwa sinergi Polri dan masyarakat, khususnya dengan komunitas keagamaan. Merupakan elemen penting dalam memperkuat keamanan yang bersifat partisipatif, bukan memaksa.
“Keamanan yang berkelanjutan tidak lahir dari ketakutan, melainkan dari kepercayaan. Polri harus hadir sebagai mitra yang mau mendengar, menghormati kearifan lokal, dan merangkul elemen masyarakat sebagai subjek keamanan. Pendekatan di Tasikmalaya ini selaras dengan semangat reformasi Polri yang demokratis,” ujarnya
Secara keseluruhan, laporan analisis Gentra Data menunjukkan bahwa persepsi publik terhadap Kapolres Tasikmalaya Kota bergerak semakin positif. Masyarakat menilai kepolisian semakin dekat, transparan, dan responsif terhadap aspirasi publik.






