Jarum Demokrasi Tolak Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

diskusi publik bertajuk “Dosa Besar Orde Baru, Pengkhianatan Reformasi, dan Penghambaan Oligarki” (foto: istimewa)

i

diskusi publik bertajuk “Dosa Besar Orde Baru, Pengkhianatan Reformasi, dan Penghambaan Oligarki” (foto: istimewa)

Gentra.id– Jaringan Muda untuk Demokrasi (Jarum Demokrasi) bersama Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) dan Serikat Mahasiswa Progresif (Sempro) menolak keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. Mereka menyampaikan sikap tersebut dalam diskusi publik bertajuk “Dosa Besar Orde Baru, Pengkhianatan Reformasi, dan Penghambaan Oligarki”. Berlangsung di Kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta pada Senin (10/11).

Diskusi menghadirkan tiga narasumber. Asep Komarudin dari Greenpeace, Edi Kurniawan Wahid dari YLBHI, dan pakar hukum tata negara dari STH Jentera, Violla Reinanda.

Jejak Orde Baru dan Kritik Terhadap Rezim Saat Ini

Edi Kurniawan Wahid menilai keputusan tersebut tidak memiliki dasar moral maupun hukum yang kuat. Menurutnya, syarat seseorang untuk mendapat gelar pahlawan adalah tidak pernah melakukan perbuatan tercela.

“Soeharto jelas tidak memenuhi kriteria itu. Ia memimpin rezim yang berdarah dan menimbulkan pelanggaran berat HAM di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan merupakan upaya menghapus jejak sejarah dan menutupi kekejaman masa lalu.

“Jika pelanggar HAM dijadikan pahlawan, maka pembantaian di masa lalu akan dianggap sah,” katanya.

Sementara itu,  Violla Reinanda melihat kebijakan pemerintah saat ini memiliki pola yang serupa dengan rezim Orde Baru. Ia menilai bahwa sejak masa pemerintahan Jokowi hingga Prabowo, pemerintah menerapkan corak kekuasaan autocratic legalism dengan cara memproduksi hukum untuk melegitimasi tindakan antidemokrasi dan memperkuat kepentingan ekonomi-politik penguasa, bukan untuk menegakkan keadilan sosial.

“Pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto menunjukkan bahwa rezim ini memiliki irisan sejarah dan agenda yang sama dengan Orde Baru, terutama dalam sistem ekonomi yang berorientasi pada state capitalism,” ungkapnya.

Sementara itu, Asep Komarudin menyoroti warisan lingkungan dari era Orde Baru yang hingga kini masih terasa dampaknya. Ia menyebut pola pembangunan di masa Soeharto bersifat ekstraktif dan berpihak pada pemilik modal.

“Rezim Orde Baru sengaja membuka ruang sebesar-besarnya bagi investor melalui kebijakan seperti UU Penanaman Modal Asing, sementara kekayaan alam Indonesia justru mereka korbankan demi kepentingan modal. Akibatnya, masyarakat adat kehilangan ruang hidup, dan lingkungan hancur oleh eksploitasi besar-besaran,” jelasnya.

Melalui diskusi ini, Jarum Demokrasi menyerukan agar publik tidak tinggal diam terhadap upaya mengubah ingatan kolektif bangsa. Mereka menegaskan, pengangkatan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional bertentangan dengan konstitusi dan semangat reformasi. Jarum Demokrasi mendesak Presiden Prabowo untuk segera membatalkan keputusan tersebut demi menjaga integritas sejarah dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel gentra.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Universitas Siliwangi Gelar Aksi Pro-Sehat di Desa Cijulang, Dorong Masyarakat Terapkan Hidup Sehat dan Kendalikan  Hipertensi 
Asep Rizal Asy’ari Maju Calon Ketua PGM Jabar, Usung Visi Guru Sejahtera
Dorong Transisi Energi, Suara.com dan PLN Perkuat Ekosistem EV di Jawa Barat
Dorong Pembangunan Berkelanjutan, Bupati Tasikmalaya Perkuat Optimalisasi PBB-P2 melalui Camat dan Kepala Desa
Terapkan Layanan TANGGUH, DPMPTSP Ciamis Diganjar WBK oleh KemenPAN-RB
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Tasikmalaya
Sekjen PP PGM Indonesia: Guru Madrasah Swasta Siap Gelar Aksi Nasional 112 Bela Guru
Travelia Luncurkan Edu Wisata Inovatif untuk Mendorong Motivasi Kuliah Siswa SMK

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:40 WIB

Mahasiswa Universitas Siliwangi Gelar Aksi Pro-Sehat di Desa Cijulang, Dorong Masyarakat Terapkan Hidup Sehat dan Kendalikan  Hipertensi 

Senin, 13 April 2026 - 21:51 WIB

Asep Rizal Asy’ari Maju Calon Ketua PGM Jabar, Usung Visi Guru Sejahtera

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:26 WIB

Dorong Transisi Energi, Suara.com dan PLN Perkuat Ekosistem EV di Jawa Barat

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:19 WIB

Dorong Pembangunan Berkelanjutan, Bupati Tasikmalaya Perkuat Optimalisasi PBB-P2 melalui Camat dan Kepala Desa

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:23 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Tasikmalaya

Berita Terbaru