Tasikmalaya, Jawa Barat — Dinamika organisasi pendidikan kembali menguat seiring pernyataan Asep Rizal Asy’ari yang resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Pengurus Wilayah (PW) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Jawa Barat periode 2026–2030.
Langkah ini menjadi sorotan, mengingat posisinya saat ini sebagai Sekretaris Jenderal PP PGM Indonesia yang dinilai memiliki pengalaman strategis di tingkat nasional.
Mengusung tagline “Lillahita’ala untuk Guru Madrasah Sejahtera dan Madrasah Jawa Barat Istimewa”, Asep menegaskan bahwa pencalonannya berangkat dari panggilan pengabdian, bukan sekadar kepentingan jabatan. Ia ingin menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan profesionalitas guru madrasah.
“Ini bukan soal ambisi, tetapi tentang tanggung jawab moral. PGM harus benar-benar dirasakan kehadirannya oleh guru madrasah,” ujarnya.
Dalam pandangannya, Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan guru madrasah di Indonesia. Jumlah tenaga pendidik yang melimpah serta jaringan kelembagaan yang luas seharusnya mampu menjadikan PGM Jabar sebagai barometer nasional. Namun, ia menilai bahwa dalam beberapa tahun terakhir, potensi tersebut belum dikelola secara optimal.
Asep menyoroti perlunya transformasi organisasi yang lebih progresif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Menurutnya, PGM tidak cukup hanya berfungsi sebagai wadah administratif, tetapi harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.
Sebagai bentuk komitmennya, Asep menyiapkan sejumlah program prioritas yang berorientasi pada aksi nyata. Di antaranya adalah penguatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, advokasi kesejahteraan, perlindungan profesi, serta digitalisasi sistem organisasi agar lebih modern dan efisien.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, baik pemerintah maupun swasta. Sinergi ini dinilai krusial untuk mempercepat peningkatan kualitas madrasah di Jawa Barat.
“PGM harus hadir sebagai solusi. Kita ingin guru madrasah naik kelas, lebih sejahtera, dan memiliki martabat yang kuat dalam sistem pendidikan nasional,” tegasnya.
Pencalonan Asep Rizal Asy’ari diharapkan menjadi momentum kebangkitan PGM Indonesia Jawa Barat. Sejumlah pihak menilai, figur dengan pengalaman nasional dan visi yang jelas berpotensi membawa organisasi ke arah yang lebih progresif, responsif, dan berdampak luas.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota PGM se-Jawa Barat untuk bersama-sama membangun organisasi yang inklusif dan partisipatif. Baginya, kemajuan PGM tidak dapat dicapai secara individual, melainkan melalui kerja kolektif yang solid.
Dengan semangat lillahita’ala, Asep optimistis bahwa PGM Jawa Barat dapat menjadi pelopor perubahan, sekaligus mewujudkan cita-cita besar: guru madrasah yang sejahtera dan madrasah yang istimewa di tingkat nasional.






