PGM Jabar Minta Tak Ada Ruang bagi Gerombolan Bermotor

3 Sep 2026, 12.48 WIB
WhatsAppSaluran
PGM Jabar Minta Tak Ada Ruang bagi Gerombolan Bermotor
Ketua Pimpinan Wilayah PGM Indonesia Provinsi Jawa Barat, Asep Rizal Asy'ariCameraGentra.id/Istimewa

Gentra.id-TASIKMALAYA — Keresahan terhadap aksi kekerasan yang diduga melibatkan kelompok bermotor kembali menjadi perhatian publik di Kota Tasikmalaya. Peristiwa yang berujung pada meninggalnya Ikrom Maulana Malik (16), remaja asal Lewimalang, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, menjadi perhatian serius Pimpinan Wilayah Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Jawa Barat.

PGM Indonesia Jawa Barat menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Ikrom yang diberitakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat luka yang diduga berkaitan dengan aksi kekerasan kelompok bermotor.

Ketua Pimpinan Wilayah PGM Indonesia Provinsi Jawa Barat, Asep Rizal Asy'ari, ketika dihubungi Gentra.id menyatakan, persoalan kelompok bermotor yang melakukan kekerasan dan meresahkan masyarakat tidak semestinya lagi dipandang sebatas kenakalan remaja.

Menurutnya, aksi kekerasan di jalanan telah menyentuh persoalan yang lebih luas, mulai dari keamanan masyarakat, keselamatan anak dan pelajar, masa depan generasi muda hingga kepercayaan publik terhadap kemampuan negara dalam memberikan perlindungan.

“Kami meminta kepada seluruh pihak terkait untuk bersikap tegas terhadap kelompok berandalan bermotor yang melakukan kekerasan dan meresahkan masyarakat. Jangan ada ruang bagi mereka untuk berkembang dan melakukan aksi yang membahayakan masyarakat,” ujar Asep.

Ketika Jalanan Tak Lagi Terasa Aman

Bagi masyarakat, aksi kelompok bermotor bukan sekadar persoalan kebisingan atau konvoi di jalan. Ketika aktivitas tersebut berkembang menjadi kekerasan, rasa aman warga ikut dipertaruhkan.

PGM Indonesia Jawa Barat menilai korban aksi kekerasan jalanan tidak selalu berasal dari kelompok yang terlibat konflik. Masyarakat yang kebetulan berada di lokasi kejadian juga dapat menjadi korban.

Pelajar pun menjadi kelompok yang rentan terdampak. Mereka seharusnya dapat menjalani perjalanan menuju sekolah atau madrasah dengan rasa aman, bukan justru dihantui kekhawatiran ketika berada di jalan.

Persoalan menjadi semakin kompleks ketika sebagian pelaku yang terlibat dalam aksi kelompok bermotor masih berusia sekolah. Kondisi tersebut dinilai sebagai alarm bagi keluarga, sekolah, pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat.

PGM menilai penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan tindakan hukum setelah kejadian terjadi. Upaya pencegahan dan pembinaan terhadap anak serta remaja juga perlu diperkuat.

Jangan Sampai Generasi Emas Menjadi Generasi Cemas

Di tengah upaya pemerintah mempersiapkan Generasi Emas Indonesia, PGM mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berkaitan dengan pendidikan di ruang kelas.

Lingkungan tempat anak tumbuh juga menentukan bagaimana masa depan mereka dibentuk.

“Jangan sampai kita berbicara tentang Generasi Emas, tetapi di jalanan anak-anak kita justru dihantui rasa takut. Jangan sampai Generasi Emas yang kita siapkan berubah menjadi Generasi Cemas,” kata Asep.

Menurut PGM, persoalan kelompok bermotor harus ditangani secara konsisten agar tidak menjadi persoalan yang terus berulang. Penegakan hukum, pembinaan remaja, pengawasan lingkungan dan penguatan pendidikan karakter harus berjalan secara bersamaan.

PGM Indonesia Jawa Barat kemudian mendorong sejumlah langkah konkret kepada pihak terkait.

Pertama, Polres Tasikmalaya Kota diminta melakukan penindakan tegas dan terukur terhadap kelompok bermotor yang terbukti melakukan kekerasan maupun tindak pidana.

Kedua, Pemerintah Kota Tasikmalaya didorong memperkuat langkah pencegahan serta pembinaan bagi anak dan remaja yang rentan terlibat dalam aktivitas kelompok yang mengarah pada kekerasan.

Ketiga, sekolah dan lembaga pendidikan diminta meningkatkan pengawasan, pembinaan karakter serta komunikasi dengan orang tua.

Keempat, keluarga dan masyarakat diharapkan tidak membiarkan aktivitas kelompok yang berpotensi mengarah pada kekerasan berkembang di lingkungan masing-masing.

PGM juga meminta program atau satuan tugas terkait geng motor yang sebelumnya pernah dibentuk melalui KNPI diperjelas progres, fungsi, langkah kerja dan hasilnya. Menurut PGM, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana program tersebut berjalan dan memberikan dampak nyata.

Selain itu, setiap kasus kekerasan yang menyebabkan korban diminta diproses sesuai hukum secara transparan dan tidak tebang pilih.

Guru Madrasah Siapkan Aspirasi ke Polres

Keprihatinan terhadap persoalan tersebut tidak berhenti pada pernyataan. PGM Indonesia Jawa Barat bersama guru-guru madrasah berencana mendatangi Polres Tasikmalaya Kota untuk menyampaikan aspirasi mengenai maraknya aksi kelompok bermotor dan mendorong langkah konkret dalam penanganannya.

Langkah tersebut ditegaskan bukan untuk menghakimi pihak tertentu. Para guru ingin menunjukkan bahwa keselamatan peserta didik dan generasi muda merupakan persoalan bersama.

PGM berharap institusi terkait membuka ruang dialog sehingga aspirasi masyarakat, khususnya para pendidik, dapat disampaikan secara langsung.

“Kami tidak ingin persoalan ini semakin meluas. Jangan menunggu keresahan masyarakat berubah menjadi kemarahan bersama. Ketika masyarakat merasa tidak mendapatkan perlindungan, yang dipertaruhkan bukan hanya keamanan, tetapi juga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dan institusi negara,” ujar Asep.

PGM Indonesia Jawa Barat mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Tasikmalaya sebagai ruang yang aman bagi anak-anak, pelajar dan seluruh warga.

Sebab, jalan seharusnya menjadi ruang untuk pulang, berangkat sekolah, bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari. Bukan tempat anak-anak kehilangan rasa aman, bahkan kehilangan masa depan.

“Cukup sudah korban berjatuhan. Jangan biarkan jalanan menjadi tempat anak-anak kehilangan masa depan. Negara harus hadir, masyarakat harus bergerak, dan semua pihak harus bertindak.”

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.