10 Hari Pencarian di Selat Sunda, Operasi SAR Jurnalis Akhirnya Dihentikan

18 Sep 2026, 07.10 WIB
WhatsAppSaluran
10 Hari Pencarian di Selat Sunda, Operasi SAR Jurnalis Akhirnya Dihentikan
Tim SAR gabungan melakukan pencarian melalui jalur udara terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, pada hari ke-10 pencarian, Kamis (17/9/2026).CameraAntara/Akbar Nugroho

Gentra.id-PANDEGLANG – Sepuluh hari menjadi rentang panjang bagi tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan yang menyisir perairan Selat Sunda. Namun hingga hari terakhir, keberadaan lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadatu I yang hilang kontak belum juga ditemukan.

Kamis, 17 September 2026, pencarian itu akhirnya dihentikan. Keputusan tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang.

Penghentian operasi dilakukan setelah seluruh upaya pencarian selama 10 hari belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal cepat yang mereka gunakan ketika hilang kontak di perairan Selat Sunda.

“Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan,” kata Andra.

Selama operasi berlangsung, pencarian tidak hanya dilakukan dari satu jalur. Tim SAR gabungan menyisir wilayah daratan, permukaan laut hingga menggunakan dukungan udara. Pada hari terakhir, sebanyak 523 personel dikerahkan untuk menyisir wilayah pencarian dengan cakupan mencapai 8.509 nautical mile persegi.

Namun luasnya wilayah pencarian belum berbanding dengan hasil yang diharapkan. Tidak ada objek yang dapat dipastikan sebagai korban maupun bagian dari KM Arupadatu I ditemukan hingga operasi hari ke-10.

Sebelumnya, tim SAR memang sempat menemukan sejumlah benda terapung di laut. Total terdapat 13 objek yang ditemukan selama proses pencarian. Temuan tersebut kemudian diperiksa untuk memastikan apakah memiliki keterkaitan dengan kapal yang hilang.

Hasil verifikasi Ditpolairud Polda Banten menunjukkan seluruh objek tersebut tidak berkaitan dengan fisik maupun kelengkapan KM Arupadatu I. Dengan demikian, benda-benda tersebut belum dapat menjadi petunjuk keberadaan rombongan yang dicari.

Pencarian sendiri sebelumnya sempat diperpanjang setelah memasuki hari ketujuh. Basarnas dan tim SAR gabungan memutuskan menambah waktu operasi selama tiga hari berdasarkan hasil evaluasi pencarian yang ketika itu masih nihil.

Tambahan waktu tersebut digunakan untuk memperluas penyisiran. Tim tidak hanya memusatkan perhatian di wilayah perairan, tetapi juga menyisir kawasan daratan yang dinilai memiliki kemungkinan berkaitan dengan arah pergerakan korban.

Pada hari ke-10, upaya tersebut kembali dilakukan dengan cakupan yang luas. Namun hasilnya tetap sama: belum ditemukan objek yang dapat mengarah pada keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Rombongan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak ketika berada di perairan Selat Sunda dalam perjalanan untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Lima jurnalis dan tiga awak kapal berada dalam KM Arupadatu I sebelum komunikasi dengan mereka terputus.

Di tengah pencarian, keluarga korban dan masyarakat terus mengikuti perkembangan operasi. Hari terakhir pencarian pun berlangsung dalam suasana berat bagi keluarga yang masih menunggu kabar mengenai keberadaan mereka.

Penghentian operasi SAR tidak berarti seluruh kemungkinan pencarian ditutup. Pemerintah daerah bersama Basarnas memastikan operasi pencarian dan evakuasi masih dapat dibuka kembali apabila kemudian muncul petunjuk baru atau laporan masyarakat yang telah terkonfirmasi.

Artinya, setelah sepuluh hari pencarian intensif, status operasi memang dihentikan. Namun pintu untuk melanjutkan pencarian masih terbuka apabila terdapat informasi yang dapat ditindaklanjuti.

Andra menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat selama proses pencarian, termasuk insan pers yang ikut mengawal perkembangan operasi tersebut.

“Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindak lanjuti dan terima kasih kepada rekan media yang 10 hari ini terus membantu operasi ini,” ujar Andra.

Di Selat Sunda, pencarian itu pun untuk sementara berhenti. Laut belum memberikan jawaban mengenai keberadaan rombongan yang hilang. Yang tersisa adalah penantian keluarga dan kemungkinan bahwa sebuah petunjuk baru suatu hari dapat kembali menggerakkan operasi pencarian.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.