
Gentra.id-Tasikmalaya – Deretan angka pembangunan akhirnya kembali pada satu pertanyaan sederhana: sejauh mana hasilnya benar-benar terasa di tengah masyarakat?
Pertanyaan itu mengemuka ketika Pemerintah Kota Tasikmalaya meresmikan hasil pembangunan Tahun Anggaran 2025 yang tersebar di 10 kecamatan. Peresmian berlangsung di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Rabu, 23 September 2026.
Tidak sedikit pekerjaan yang telah diselesaikan. Sepanjang Tahun Anggaran 2025, Pemkot Tasikmalaya mencatat 907 paket kegiatan pembangunan dengan total anggaran mencapai Rp121,882 miliar.
Angka tersebut menggambarkan skala pembangunan yang berlangsung di berbagai wilayah Kota Tasikmalaya. Paket-paket tersebut mencakup kebutuhan sarana dan prasarana masyarakat serta tersebar di seluruh kecamatan.
Namun, pemerintah kota tidak ingin capaian pembangunan berhenti pada angka dan laporan administratif. Peresmian hasil pembangunan sekaligus menjadi momentum untuk memastikan sarana dan prasarana yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan ukuran keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kegiatan maupun besarnya anggaran yang terserap.
Menurut dia, hal yang lebih penting adalah manfaat yang muncul setelah pembangunan tersebut selesai dan digunakan masyarakat.
“Harapannya, dari 907 paket pembangunan yang telah dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 ini, seluruhnya dapat memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan publik. Karena pada akhirnya, pembangunan yang kita laksanakan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Viman dilansir dari laman resmi Pemkot Tasikmalaya
Pernyataan tersebut menempatkan pembangunan bukan hanya sebagai pekerjaan fisik yang selesai ketika proyek dinyatakan rampung. Ada tahap berikutnya yang tidak kalah penting, yakni memastikan hasil pembangunan tetap berfungsi dan memberi manfaat dalam jangka panjang.
Sebab, sarana publik pada akhirnya tidak dinilai dari seremoni peresmiannya, melainkan dari bagaimana masyarakat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks itu, 907 paket pembangunan menjadi bagian dari upaya Pemkot Tasikmalaya memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai sektor. Pemerintah secara khusus menyoroti tiga bidang yang diharapkan memperoleh dampak dari pembangunan tersebut, yakni pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pendidikan dan kesehatan merupakan dua sektor yang bersentuhan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Sementara pelayanan publik menjadi wajah pemerintah ketika masyarakat berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan administrasi maupun layanan dasar.
Karena itu, pembangunan yang telah selesai pada 2025 kini memasuki fase lain: pemanfaatan dan pemeliharaan.
Pemerintah Kota Tasikmalaya menyebut peresmian hasil pembangunan tersebut juga merupakan bagian dari bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan sekaligus memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat.
Dengan nilai pembangunan mencapai Rp121,882 miliar, pekerjaan pemerintah tidak berhenti pada bagaimana anggaran digunakan untuk menghasilkan 907 paket kegiatan. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap hasil pembangunan tetap memberikan nilai guna bagi masyarakat di 10 kecamatan.
Pada akhirnya, pembangunan kota tidak hanya meninggalkan bangunan, jalan, fasilitas, atau sarana pelayanan. Ia juga meninggalkan ukuran yang lebih penting: apakah masyarakat merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan di titik itulah, 907 paket pembangunan Kota Tasikmalaya mulai diuji—bukan lagi oleh angka di atas kertas, melainkan oleh manfaat yang benar-benar sampai kepada warga.
Pemerintah Kota Tasikmalaya meresmikan hasil pembangunan Tahun Anggaran 2025 yang tersebar di 10 kecamatan dengan total 907 paket kegiatan dan anggaran Rp121,882 miliar, Rabu (23/9/2026). �
Kota Tasikmalaya
Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Kemiskinan Kabupaten Tasikmalaya Turun, Wabup Asep Tekankan Penanganan Berbasis Data

Rakerda 2026, LASQI Garut Fokus Perkuat Organisasi dan Program

Dishub Ciamis Raih Terbaik II Uji Berkala Kendaraan Bermotor 2026

Polisi Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Sariwangi, Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara

Konferensi KBB di Banjarmasin Tegaskan Kebebasan Beragama sebagai Bagian dari Demokrasi
