
Gentra.id-TASIKMALAYA - Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah menyiapkan alternatif ruang berekspresi bagi budayawan dan seniman di wilayah Tasik Raya. Salah satu lokasi yang sedang dipertimbangkan berada di kawasan Gunung Pompok, Kota Tasikmalaya, dengan memanfaatkan aset milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhani, Jumat 6/10/2026 kepada wartawan, sebagai respons atas polemik hilangnya ruang berkesenian menyusul rencana pembongkaran eks Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya yang selama ini dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas seni dan budaya, termasuk Galeri Buleud.
Viman menegaskan, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan aktivitas seni dan budaya. Menurutnya, kesenian merupakan bagian penting dari identitas dan kehidupan masyarakat yang harus dipelihara serta dilestarikan.
"Kami tidak tinggal diam, kami tidak tutup mata. Pemkot dan Pemkab sudah ada solusi di sana. Tempat untuk berekspresi, tempat untuk melestarikan seni dan budaya itu akan ada tempat ke depannya, dengan menggunakan aset Kabupaten," ujar Viman.
Ia menjelaskan, fasilitas yang direncanakan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara bersama oleh budayawan dan seniman dari Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya.
Koordinasi antara kedua pemerintah daerah juga telah dilakukan. Viman menyebut Asisten Daerah II dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Kadispora) Kota Tasikmalaya telah berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya.
Saat ini, prosesnya memasuki tahap peninjauan lokasi dengan melibatkan unsur budayawan dan seniman. Pelibatan tersebut dinilai penting untuk memastikan lokasi yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan komunitas seni.
"Ada satu tempat di daerah Gunung Pompok. Mudah-mudahan itu cocok. Karena harus juga kita sampaikan kepada teman-teman budayawan dan seniman, apakah tempat itu cocok di sana," katanya.
Viman menambahkan, penyediaan ruang baru tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kebudayaan. Selain lokasi yang sedang dipertimbangkan di Gunung Pompok, sejumlah fasilitas publik di Kota Tasikmalaya juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kesenian.
Di antaranya Gedung Creative Center (GCC), Gedung Kesenian, Alun-alun Kota Tasikmalaya, GOR Sukapura, hingga GOR Susi.
"Yang pasti kita fasilitasi ruang-ruang untuk melestarikan budaya dan seni. Itu selain yang sudah ada, nanti ditambah dengan satu tempat yang memang harapannya bisa digunakan oleh semua pihak," ungkapnya.
Menjawab Kekhawatiran Pegiat Seni
Rencana penyediaan ruang alternatif tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi komunitas seni. Sebab, keberadaan eks Gedung Setda dan Galeri Buleud selama ini telah menjadi salah satu ruang pertemuan, kreativitas, serta pertunjukan bagi para pegiat seni dan budaya.
Keberlanjutan ruang kebudayaan kini menjadi pekerjaan bersama Pemkot dan Pemkab Tasikmalaya, sekaligus ujian sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem seni dan budaya tetap tumbuh di tengah agenda penataan pembangunan.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Viman Bidik Pasar Global, BKSAP DPR RI Diharapkan Buka Peluang Ekspor UMKM Tasikmalaya

Cari Pengganti Galeri Buleud, Pemkot dan Pemkab Tasikmalaya Tinjau Pengganti di Kawasan Gunung Pompok

Pemkab Garut Matangkan Peringatan Hari Pahlawan 2026, Libatkan Sejumlah Perangkat Daerah

Jelang Pilkades Serentak, Pemkab Ciamis Tekankan Netralitas dan Siapkan E-Voting di 176 TPS

Pemkab Tasikmalaya Genjot PAD Lewat Digitalisasi dan Optimalisasi Aset Daerah
