Apel Setda Tasikmalaya: Wabup Serahkan Jaminan Sosial Pekerja

21 Sep 2026, 17.01 WIB
WhatsAppSaluran
Apel Setda Tasikmalaya: Wabup Serahkan Jaminan Sosial Pekerja
Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, memimpin apel pagi di Setda Kabupaten Tasikmalaya, Senin (21/9/2026). Apel ini dirangkai dengan penyerahan jaminan sosial bagi pekerja rentan, perjanjian pemagangan, hingga SIP tenaga kesehatan.CameraDok. Diskominfo

Gentra.id-Tasikmalaya. Langit Singaparna, Senin (21/9/2026) pagi itu mungkin masih bersisa dingin. Namun di halaman Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, barisan ASN sudah berdiri rapi. Jika biasanya apel pagi hanya diisi dengan mendengarkan arahan rutin, suasana kali ini terasa berbeda. Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., turun langsung memimpin apel yang dikemas layaknya panggung penyerahan manfaat bagi masyarakat.

Di depan Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, Kepala SKPD, Staf Ahli Bupati, hingga Direktur BUMD, Wabup Asep tidak sekadar menyapa. Ia menyerahkan sederet dokumen penting yang menjadi simbol kehadiran negara di tengah warganya. Mulai dari kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, perjanjian pemagangan, hingga Surat Izin Praktik (SIP) bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis peserta magang nasional.

Salah satu momen yang cukup menyita perhatian adalah penyerahan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Jaminan itu diserahkan langsung dari Bupati Tasikmalaya kepada Kepala Kantor BPJS Cabang Tasikmalaya. Bagi para pekerja informal yang selama ini berada di garis paling rentan, kartu itu bukan sekadar benda plastik, melainkan payung pelindung yang selama ini mereka tunggu-tunggu.

Apel pagi itu juga jadi ajang unjuk gigi intelektual. Sebuah sertifikat penghargaan diserahkan kepada Juara 2 Minigrant Awardee FETP Intermediate yang berhasil menyelesaikan penelitian bertajuk 'Gambaran Audit Kualitas Data Surveilans dan Pembuatan Buletin SKDR pada Rumah Sakit di Wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya Tahun 2025-2026'. Capaian ini setidaknya membuktikan bahwa birokrasi di Tasikmalaya tak hanya bekerja berdasarkan rutinitas, tapi juga berbasis data dan riset.

Namun, ada pesan besar yang ingin disampaikan Wabup Asep lewat apel pagi itu. Ia tidak ingin program pemerintah hanya berhenti di meja-meja kantor. Di hadapan seluruh peserta apel, ia melayangkan seruan terbuka kepada dunia usaha untuk ikut membuka pintu pemagangan seluas-luasnya.

"Saya mengajak seluruh BLUD, dunia usaha, dunia industri, serta perusahaan-perusahaan di Kabupaten Tasikmalaya untuk berpartisipasi menjadi penyelenggara maupun mitra pemagangan," ujarnya, membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Bukan hanya soal pemagangan, Wabup Asep juga menyentil peran vital para ASN. Menurutnya, tugas abdi negara tidak berhenti sampai di depan komputer. Informasi mengenai program pemerintah, kata dia, harus disampaikan dengan baik agar masyarakat luas bisa memanfaatkannya. Jangan sampai program sudah dirancang sedemikian rupa, tapi masyarakat tidak tahu keberadaannya.

"Saya berharap seluruh ASN menjadi agen informasi dan agen perubahan yang aktif menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat. Pastikan informasi yang baik ini benar-benar sampai kepada masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas," tegasnya.

Apel pagi itu pun akhirnya bubar menjelang siang. Deretan dokumen yang diserahkan tadi sudah berpindah tangan, dan pesan-pesan Wabup sudah tersampaikan. Kini, bola ada di tangan semua pihak—dari ASN, dunia usaha, hingga masyarakat—untuk memastikan bahwa apa yang terjadi di halaman Setda pagi itu bukan sekadar seremonial belaka, melainkan awal dari kolaborasi nyata untuk Tasikmalaya yang lebih sejahtera.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.