GP Ansor Tasikmalaya Gelar Maulid Nabi dan Muskercab

18 Sep 2026, 19.44 WIB
WhatsAppSaluran
GP Ansor Tasikmalaya Gelar Maulid Nabi dan Muskercab
Pengurus dan kader PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Musyawarah Kerja Cabang di Aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (18/9/2026).CameraGentra.id/Istimewa

Gentra.id-Tasikmalaya — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (18/9/2026), tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Rasulullah. Di tempat yang sama, kader Gerakan Pemuda Ansor juga duduk bersama membicarakan perjalanan organisasi.

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Tasikmalaya menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab). Kegiatan berlangsung di Aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Raya Timur No. 505, Badakpaeh, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna.

Dua agenda tersebut dipertemukan dalam satu kegiatan. Maulid menjadi ruang refleksi keagamaan, sementara Muskercab menjadi bagian dari konsolidasi organisasi.

Di antara pengurus PC GP Ansor, anggota Banser, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan, hadir pula Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam, Kepala Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Asep Darisman, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya dan Polres Tasikmalaya.

Dalam tausiyahnya, KH Atam Rustam mengajak kader Ansor menjadikan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah, menurutnya, perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kejujuran, amanah, kepedulian terhadap sesama, persatuan, serta semangat memperjuangkan kemaslahatan umat menjadi nilai yang ditekankan. Bagi generasi muda Nahdlatul Ulama, nilai tersebut dinilai penting untuk terus ditanamkan dalam kehidupan sosial dan organisasi.

Pesan itu bertemu dengan agenda organisasi yang berlangsung pada hari yang sama.

Konsolidasi Setelah Penyegaran Kepengurusan

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Fahmi Sidik menjelaskan, Muskercab memiliki posisi penting dalam menyiapkan tahapan organisasi berikutnya.

Ada agenda akreditasi dan konferensi yang harus dipersiapkan. Karena itu, musyawarah kerja menjadi ruang untuk menyatukan kembali langkah organisasi setelah dilakukan penyegaran kepengurusan di tingkat bawah.

Fahmi menyebut penyegaran telah dilakukan pada 39 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan sekitar 350 Pimpinan Ranting di Kabupaten Tasikmalaya.

Jumlah tersebut menggambarkan luasnya struktur organisasi GP Ansor di daerah. Dengan kepengurusan yang telah diperbarui, tantangannya kemudian bukan sekadar membentuk struktur, tetapi memastikan struktur tersebut bergerak dan memiliki program kerja yang dapat dirasakan manfaatnya.

“Pertama, kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kedua, kita melaksanakan Muskercab untuk proses organisasi selanjutnya, yaitu akreditasi dan tahapan konferensi,” ujar Fahmi.

Bagi Fahmi, penyegaran kepengurusan menjadi semangat baru. Konsolidasi diperlukan agar semangat tersebut tidak berhenti pada perubahan struktur, tetapi berlanjut menjadi kerja organisasi.

Tetap Menjadi Mitra Strategis dan Kritis

Di luar urusan internal, GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya juga menegaskan posisi organisasinya dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan.

Fahmi mengatakan GP Ansor akan terus berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat. Pada saat yang sama, organisasi kepemudaan tersebut menyatakan akan tetap menjalankan fungsi sebagai mitra strategis sekaligus kritis terhadap pemerintah.

Posisi itu berlaku baik terhadap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Kita akan selalu berkhidmat terhadap Nahdlatul Ulama, kepada masyarakat, dan juga tetap menjadi mitra strategis dan kritis terhadap pemerintah,” kata Fahmi.

Pernyataan tersebut menempatkan konsolidasi organisasi bukan hanya sebagai urusan administrasi internal. Bagi GP Ansor, penguatan struktur juga berkaitan dengan kesiapan kader menjalankan peran sosial di tengah masyarakat.

Fahmi mengingatkan, GP Ansor memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Organisasi tersebut berdiri pada 1934, jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Karena itu, ia menyebut terdapat tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di penghujung kegiatan, pesan yang dibawa dari peringatan Maulid Nabi dan Muskercab itu kembali pada satu hal: organisasi yang kuat membutuhkan kader yang terhubung satu sama lain, sementara kehidupan masyarakat membutuhkan organisasi yang tidak hanya hadir ketika ada kegiatan, tetapi mampu bekerja dan memberi manfaat.

“Harapan kita untuk ke depannya, Indonesia baik-baik saja,” ujar Fahmi.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.