
Gentra.id-Garut – Malam akhir pekan di sejumlah wilayah Kabupaten Garut mendapat perhatian khusus aparat keamanan. Polres Garut bersama Kodim 0611 Garut meningkatkan patroli melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H., bersama Dandim 0611 Garut Letnan Kolonel Inf. Fahrisal Efendi Sinaga, S.I.P., pada Sabtu (29/8/2026) malam.
Patroli menyasar sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi terjadinya gangguan kamtibmas, terutama pada malam akhir pekan ketika aktivitas masyarakat cenderung meningkat.
Dalam kegiatan tersebut, personel tidak hanya melakukan patroli untuk mencegah tindak kriminalitas, tetapi juga menyasar berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Beberapa di antaranya yakni aksi geng motor, balap liar, penggunaan knalpot brong atau tidak sesuai standar, peredaran minuman keras (miras), hingga peredaran obat-obatan.
Hasilnya, petugas mengamankan 23 knalpot brong serta 152 botol minuman keras dari berbagai merek.
Selain barang bukti tersebut, empat orang yang diduga sebagai penjual miras turut diamankan. Mereka masing-masing berinisial FF (46), warga Kecamatan Garut Kota; R (50) dan RR (29), warga Kecamatan Tarogong Kidul; serta HS (46), warga Kecamatan Karangpawitan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif aparat untuk mencegah gangguan keamanan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Kapolres Garut menginstruksikan seluruh jajaran Polsek agar meningkatkan kegiatan patroli di wilayah masing-masing. Personel diminta tidak hanya melakukan penindakan ketika menemukan pelanggaran, tetapi juga mengedepankan pencegahan.
Dalam menjalankan tugas di lapangan, personel juga diarahkan untuk mengutamakan pendekatan humanis dan persuasif, namun tetap bertindak tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat.
KRYD juga menyasar kelompok masyarakat yang dianggap rentan terlibat dalam gangguan kamtibmas, khususnya anak-anak dan remaja yang masih beraktivitas hingga larut malam.
Petugas mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk mencegah anak maupun remaja terlibat dalam tindak kejahatan sekaligus menghindarkan mereka dari potensi menjadi korban kejahatan.
Di sisi lain, pelaksanaan patroli menunjukkan pentingnya sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan wilayah. Kehadiran aparat secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi langkah antisipatif terhadap berbagai potensi gangguan.
Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra bersama Dandim 0611 Garut Letnan Kolonel Inf. Fahrisal Efendi Sinaga memastikan sinergitas antara Polres Garut dan Kodim 0611 Garut akan terus diperkuat.
Kesiapsiagaan aparat akan ditingkatkan melalui kegiatan patroli dan KRYD secara berkesinambungan, terutama di lokasi-lokasi yang memiliki potensi gangguan kamtibmas.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga situasi Kabupaten Garut tetap aman, tertib dan kondusif. Dengan kondisi keamanan yang terjaga, masyarakat pun dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Bagi aparat, patroli bukan sekadar hadir ketika gangguan keamanan terjadi. Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian dari strategi pencegahan agar potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Reorientasi Fiqih Ekologi, Jalan Menuju Tata Kelola Lingkungan Tasikmalaya

OTT BNPB, KPK Dalami Dugaan Pengadaan dan Dana Kebencanaan

Ombudsman RI: Penghulu Berperan Strategis Cegah Maladministrasi di KUA

Survei SMRC: Persepsi Publik soal Arah Indonesia Turun Jadi 48 Persen

Intoleransi Terjadi di Purwakarta, Influencer Vera Novia Serukan Solidaritas
