Kemenekraf Jembatani Kolaborasi Pemkot Tasikmalaya dan Bank Indonesia, UMKM Jadi Perhatian

3 Okt 2026, 18.01 WIB
WhatsAppSaluran
Kemenekraf Jembatani Kolaborasi Pemkot Tasikmalaya dan Bank Indonesia, UMKM Jadi Perhatian
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah), berdialog dengan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi (kedua kiri), saat menerima audiensi Wali Kota Tasikmalaya bersama Bank Indonesia di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Jumat (2/10/2026).CameraKementrian Ekraf

Gentra.id-Jakarta – Upaya memperkuat ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya mulai diarahkan pada kolaborasi yang lebih luas. Pemerintah Kota Tasikmalaya bertemu dengan Bank Indonesia melalui fasilitasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif untuk menjajaki kerja sama yang dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mempertemukan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dengan pihak Bank Indonesia dalam rangka merumuskan peluang sinergi, termasuk yang berkaitan dengan penguatan ekonomi kreatif dan kegiatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya.

Bagi Tasikmalaya, pertemuan ini bukan menjadi awal dari pembicaraan. Kementerian Ekraf menyebut audiensi tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya pada 27 Juli 2026. Salah satu agenda yang ikut dibahas adalah Tasik Oktober Festival (TOF) 2026 dengan tema “Langkah Santun Jiwa Tangguh”.

Festival tersebut dirancang bukan sekadar sebagai rangkaian perayaan hari jadi. Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkenalkan sejumlah sub-event yang diharapkan dapat membuka ruang partisipasi masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Rangkaian kegiatan yang direncanakan mencakup festival seni dan budaya, pameran produk UMKM, kegiatan olahraga hingga program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat. Kementerian Ekraf menyebut kegiatan tersebut dirancang dengan melibatkan partisipasi publik secara luas.

Di tengah agenda tersebut, peran lembaga keuangan menjadi salah satu bagian penting yang sedang dijajaki. Kementerian Ekraf mempertemukan pemerintah daerah dengan Bank Indonesia untuk membuka kemungkinan dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Tasikmalaya.

Dilansir di laman resmi Kementrian Ekraf, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan kementeriannya mengambil posisi sebagai penghubung antarlembaga. Menurut dia, keterhubungan antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia menjadi langkah awal untuk menyusun perencanaan kolaborasi yang lebih matang dan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep heksaheliks yang tengah didorong Kementerian Ekraf. Konsep ini menempatkan enam unsur—pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas atau asosiasi, media, serta lembaga keuangan—sebagai bagian dari ekosistem yang saling terhubung dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

Kementerian Ekraf menilai keterlibatan berbagai unsur tersebut dibutuhkan agar pertumbuhan ekonomi kreatif tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat membuat pengembangan ekonomi kreatif di daerah lebih inklusif dan mampu diterapkan dalam program nyata.

Bagi Kota Tasikmalaya, peluang kerja sama dengan Bank Indonesia juga menyentuh kebutuhan yang lebih dekat dengan aktivitas pelaku usaha. Salah satunya adalah pengembangan digitalisasi sistem pembayaran bagi UMKM.

Selain digitalisasi pembayaran, penjajakan juga mencakup kemungkinan dukungan terhadap pembiayaan kreatif. Dengan demikian, pembahasan tidak hanya berada pada level kegiatan festival, tetapi juga diarahkan pada bagaimana ekosistem usaha kreatif di daerah dapat berkembang melalui pemanfaatan teknologi dan akses pembiayaan.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Nenden Endah Sari menyampaikan bahwa pihaknya siap melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai bentuk dukungan yang dapat diberikan. Namun, menurut keterangan yang disampaikan dalam audiensi, rincian dukungan tersebut masih perlu didiskusikan terlebih dahulu.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyambut pertemuan tersebut sebagai peluang untuk memperkuat kembali hubungan Tasikmalaya dengan Bank Indonesia. Ia menyebut sejarah Tasik Oktober Festival sejak awal tidak terlepas dari inisiasi Bank Indonesia.

Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap dukungan tersebut dapat berlanjut untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif, pariwisata, serta posisi Tasikmalaya sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan Priangan Timur.

Di titik inilah festival, UMKM, digitalisasi pembayaran dan pariwisata bertemu dalam satu ekosistem. Sebuah perayaan hari jadi daerah tidak hanya diposisikan sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, lembaga keuangan dan masyarakat.

Kementerian Ekraf sendiri menempatkan penguatan ekonomi kreatif daerah sebagai bagian dari agenda yang lebih luas. Dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045, pemerintah mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui antara lain akses pembiayaan, pemasaran, infrastruktur, riset, pendidikan, serta perlindungan kekayaan intelektual.

Untuk Tasikmalaya, penjajakan dengan Bank Indonesia menjadi salah satu langkah awal untuk melihat bagaimana potensi lokal tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja sama yang lebih konkret.

Hasil akhirnya tentu akan bergantung pada pembahasan lanjutan antara pemerintah daerah, Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan lainnya. Namun, pertemuan di Jakarta tersebut setidaknya mempertemukan kembali dua kepentingan: kebutuhan daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan peluang dukungan lembaga keuangan dalam mendorong transformasi ekonomi lokal.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH

Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.