Mulai 2027, Deteksi TBC di Kota Tasikmalaya Secepat Swab

23 Sep 2026, 12.10 WIB
WhatsAppSaluran
Mulai 2027, Deteksi TBC di Kota Tasikmalaya Secepat Swab
Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus meninjau Kelurahan Siaga TB dan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Kelurahan Cilembang, Kota Tasikmalaya, Selasa (22/9/2026).CameraDiskominfo Kota Tasikmalaya

Gentra.id-TASIKMALAYA — Pemeriksaan tuberkulosis atau TBC di Kota Tasikmalaya diproyeksikan memasuki tahap baru mulai 2027. Pemerintah menyampaikan rencana penggunaan alat pemeriksaan yang memungkinkan proses deteksi TBC dilakukan dengan metode menyerupai swab tenggorokan seperti yang dikenal masyarakat saat pandemi COVID-19.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, saat mengunjungi Kelurahan Siaga TB di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Selasa, 22 September 2026. Kunjungan itu dilakukan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes didampingi Wali Kota Tasikmalaya, Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Mereka melihat langsung aktivitas pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Sekitar 100 warga mengikuti kegiatan CKG yang berlangsung pada hari itu. Di tengah aktivitas pemeriksaan warga tersebut, isu percepatan deteksi TBC menjadi salah satu perhatian karena kecepatan memperoleh hasil pemeriksaan berkaitan dengan proses penanganan pasien.

Menurut keterangan Wamenkes dilansir di laman resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya, mulai 2027 pemeriksaan TBC akan menggunakan perangkat dengan metode yang menyerupai swab tenggorokan. Dengan metode tersebut, hasil pemeriksaan disebut dapat diketahui pada hari yang sama.

Perubahan metode ini menjadi penting dalam konteks penanganan TBC karena pemeriksaan merupakan bagian awal untuk memastikan seseorang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Semakin cepat hasil diketahui, semakin cepat pula tindak lanjut medis dapat dilakukan terhadap warga yang membutuhkan.

Namun, pemeriksaan bukan satu-satunya bagian dari perjalanan pengobatan TBC. Kepada warga, Wamenkes juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengobatan tidak hanya bergantung pada konsumsi obat secara rutin.

Pasien TBC, menurut pesan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, juga perlu menjaga kebugaran melalui olahraga serta memperhatikan pola makan agar proses pengobatan berjalan optimal.

Pemerintah menyebut tingkat kesembuhan TBC di Indonesia mencapai 95 persen. Sementara sekitar 5 persen lainnya disebut berkaitan dengan pasien yang tidak rutin mengonsumsi obat. Angka tersebut menunjukkan bahwa kepatuhan menjalani pengobatan tetap menjadi bagian penting meskipun teknologi pemeriksaan terus dikembangkan.

Data Warga Jadi Bagian dari Pelacakan

Di tingkat masyarakat, penanganan TBC di Kota Tasikmalaya juga berjalan melalui pendekatan berbasis data. Kader PKK dan dasawisma disebut terus melakukan pendataan keluarga, termasuk kondisi sosial ekonomi serta skrining kesehatan warga.

Data tersebut kemudian dicatat melalui Aplikasi Sikawan PKK. Pemerintah Kota Tasikmalaya menyebut sistem itu dapat membantu puskesmas melakukan pelacakan terhadap warga yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Pendekatan ini membuat penanganan kesehatan tidak hanya berlangsung ketika warga datang ke fasilitas pelayanan kesehatan. Informasi mengenai kondisi keluarga dan hasil skrining dapat menjadi bagian dari upaya menemukan warga yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Kelurahan Siaga TB di Cilembang menjadi salah satu ruang untuk melihat bagaimana upaya tersebut dijalankan di tingkat masyarakat. Di sana, pelayanan kesehatan, pendataan, skrining dan keterlibatan kader berjalan beriringan dengan program pemerintah.

Dalam kunjungan 22 September 2026 itu, pemerintah juga menyampaikan bahwa Jawa Barat termasuk provinsi dengan penanganan TBC yang dinilai baik di tingkat nasional. Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan dorongan agar masyarakat tetap menjalankan pengobatan secara disiplin.

Rencana penggunaan alat pemeriksaan baru mulai 2027 pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang teknologi. Di balik pemeriksaan yang lebih cepat, tetap ada pekerjaan yang berlangsung di tingkat keluarga dan lingkungan: menemukan warga yang membutuhkan pemeriksaan, memastikan pasien memperoleh pengobatan, mendampingi mereka selama menjalani terapi, serta menjaga agar pengobatan tidak terputus.

Di Cilembang, pekerjaan itu berjalan melalui kader dan layanan kesehatan masyarakat. Sementara mulai tahun depan, pemerintah menyiapkan teknologi pemeriksaan yang diharapkan dapat membuat proses menemukan TBC berlangsung lebih cepat.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.