Pelajar Madrasah Belajar Toleransi Lewat Kunjungan ke Majelis Agama Konghucu dan Vihara di Tasikmalaya

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MTs Al-Mukhtariyah Tasikmalaya mengikuti Kelas Keberagaman di MAKIN dan Vihara di Kota Tasikmalaya (foto: gentra.id)

i

MTs Al-Mukhtariyah Tasikmalaya mengikuti Kelas Keberagaman di MAKIN dan Vihara di Kota Tasikmalaya (foto: gentra.id)

Gentra.id– Puluhan pelajar MTs Al-Mukhtariyah Tasikmalaya mengikuti kegiatan Kelas Keberagaman dengan mengunjungi Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) dan Vihara di Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan pelajar tentang keragaman agama di Indonesia sekaligus menumbuhkan nilai toleransi sejak dini.

Kepala MTs Al-Mukhtariyah, Asep Rizal Asyari, menjelaskan bahwa sekolah secara rutin mengadakan kunjungan ke berbagai kelompok agama. Hal ini dilakukan agar siswa terbiasa menghargai perbedaan di masyarakat. Rizal menegaskan bahwa mereka ingin siswa memahami bahwa keberagaman adalah kenyataan yang harus disyukuri, bukan alasan untuk terpecah.

Kegiatan ini mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Kementerian Agama. Asep menyatakan bahwa KBC menitikberatkan pada titik temu antarumat manusia, bukan perbedaan, sebagai upaya mengatasi krisis kemanusiaan yang berulang. Ia meyakini pendidikan menjadi pintu masuk perubahan sosial yang berkelanjutan.

Eksplorasi Nilai dan Ibadah di Vihara Kota Tasikmalaya

Di MAKIN Tasikmalaya, pengurus, termasuk Sudirjo sebagai perwakilan, menyambut para pelajar dengan hangat. Sudirjo mengapresiasi kunjungan tersebut dan berharap pertemuan ini memperkuat persaudaraan antarumat beragama di Tasikmalaya. Ia menjelaskan delapan kebajikan utama ajaran Konghucu, seperti cinta kasih (ren). Keadilan (yi), dan kejujuran (xin), yang bersifat universal dan sejalan dengan ajaran agama lain sebagai landasan moral membangun masyarakat harmonis.

Selain mengenal ajaran Konghucu, para pelajar juga mengunjungi Vihara di Jalan Pemuda. Pengurus Vihara di sana memperkenalkan tata cara ibadah umat Buddha dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang mereka junjung tinggi. Para siswa antusias mendengarkan penjelasan dan aktif mengajukan pertanyaan.

Forum SAJAJAR (Solidaritas Jaringan Kerja Antar Umat Beragama) mendukung kegiatan ini. Perwakilan forum, Azka Sudrajat, menegaskan bahwa pengenalan keragaman sejak dini penting untuk membangun bangsa inklusif. Ia mengingatkan bahwa meski saat ini lingkungan siswa mungkin homogen, kelak mereka akan berinteraksi di lingkungan heterogen.

“Dengan mengenal kelompok agama lain, diharapkan tumbuh rasa toleransi yang kuat,” ujarnya.

Azka menambahkan, kunjungan ini menjadi ruang belajar non-formal yang memberikan pengalaman langsung berinteraksi dengan komunitas agama lain. Sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi pelajar.

Para siswa mengaku senang dan mendapatkan wawasan baru. Salah satu pelajar menyatakan, “Saya jadi tahu kalau setiap agama punya ajaran tentang kebaikan dan saling menghargai.”tutupnya.

Pengalaman ini diharapkan dapat membentuk pola pikir terbuka dan menumbuhkan sikap toleran pada generasi muda. Melalui Kelas Keberagaman, MTs Al-Mukhtariyah berkomitmen melahirkan generasi unggul akademik sekaligus memiliki kepekaan sosial dan semangat kebangsaan. Sekolah berencana melanjutkan program kunjungan lintas agama sebagai bagian dari pendidikan karakter yang humanis dan inklusif.

Follow WhatsApp Channel gentra.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Pelajar Gerakkan “Tasik Bersih” Wakil wali kota Soroti Absennya DLH
Nyambi Jadi Ojol Cerita Mahasiswa yang Berkuliah Sambil Mengejar Nafas di Antara UKT Mahal
MK Tegaskan Larangan Polisi Aktif Jadi Pejabat Sipil
Inagurasi dan Apel Kebangsaan: GP Ansor Kota Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Khidmat dan Profesionalisme
APM Perkuat Peran Siar Lewat Etika dan Literasi Media Bersama KPID Jabar
Pemkab Tasikmalaya Benahi Irigasi Terdampak Aktivitas Tambang Emas Ilegal
Jarum Demokrasi Tolak Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Soeharto
Rp 200 Miliar dan Krisis Kepercayaan: Media Tak Lagi Satu-satunya Penjaga Kebenaran

Berita Terkait

Senin, 1 Desember 2025 - 23:39 WIB

Ratusan Pelajar Gerakkan “Tasik Bersih” Wakil wali kota Soroti Absennya DLH

Rabu, 19 November 2025 - 14:01 WIB

Nyambi Jadi Ojol Cerita Mahasiswa yang Berkuliah Sambil Mengejar Nafas di Antara UKT Mahal

Senin, 17 November 2025 - 10:01 WIB

MK Tegaskan Larangan Polisi Aktif Jadi Pejabat Sipil

Minggu, 16 November 2025 - 17:37 WIB

Inagurasi dan Apel Kebangsaan: GP Ansor Kota Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Khidmat dan Profesionalisme

Sabtu, 15 November 2025 - 12:58 WIB

Pemkab Tasikmalaya Benahi Irigasi Terdampak Aktivitas Tambang Emas Ilegal

Berita Terbaru

Mahkamah Konstitusi menegaskan Polisi Aktif  dilarang menduduki jabatan sipil (Inews.id)

Berita

MK Tegaskan Larangan Polisi Aktif Jadi Pejabat Sipil

Senin, 17 Nov 2025 - 10:01 WIB