
Gentra.id-BANDUNG – Rentetan gempa bumi terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak Rabu (16/9/2026). Hingga Kamis (17/9/2026) pukul 07.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 47 kejadian gempa bumi.
Rangkaian gempa tersebut terjadi dalam kurun waktu yang relatif berdekatan dengan pusat gempa yang berada di wilayah daratan selatan Kabupaten Bandung. Aktivitas tersebut kemudian kembali terasa pada Kamis pagi ketika gempa bermagnitudo 2,7 terjadi pada pukul 06.21.05 WIB.
Gempa M2,7 itu memiliki episenter pada koordinat 7,25 Lintang Selatan dan 107,61 Bujur Timur. Pusat gempa berada sekitar 27 kilometer di selatan Kabupaten Bandung dengan kedalaman hanya 4 kilometer.
Getarannya dirasakan masyarakat di Pangalengan, Kabupaten Bandung, serta Talegong dan Cisewu di Kabupaten Garut dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan cukup nyata di dalam rumah dan sensasinya menyerupai getaran kendaraan berat yang melintas.
Aktivitas Sesar Aktif
Plt Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, menjelaskan karakteristik gempa yang terjadi menunjukkan bahwa rangkaian tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas sesar aktif.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Ana.
Kedalaman pusat gempa yang relatif dangkal menjadi salah satu faktor yang membuat getaran dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar episenter, meskipun magnitudo gempa relatif kecil.
Data BMKG menunjukkan aktivitas tersebut bukan hanya terjadi pada Kamis pagi. Sejumlah gempa telah tercatat sejak Rabu (16/9/2026), dengan beberapa di antaranya dirasakan masyarakat.
Salah satu gempa yang tercatat sebelumnya terjadi pada Rabu pukul 08.11.31 WIB dengan magnitudo 2,9. Episenternya berada sekitar 25 kilometer tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman 5 kilometer dan dirasakan di Pangalengan serta Kertasari.
Pada Rabu pukul 17.14.19 WIB, gempa M2,6 kembali tercatat dengan pusat gempa sekitar 28 kilometer selatan Kabupaten Bandung dan kedalaman 6 kilometer. Getarannya dirasakan di Pangalengan.
Kemudian pada Kamis dini hari pukul 04.59.20 WIB, gempa M2,6 kembali terjadi. Episenternya berada sekitar 23 kilometer selatan Kabupaten Bandung dengan kedalaman 3 kilometer. Gempa tersebut dirasakan di Pangalengan dan Kertasari.
Tidak lama kemudian, pada pukul 06.21 WIB, gempa M2,7 kembali terjadi di kawasan yang sama dengan kedalaman 4 kilometer. Rangkaian inilah yang kemudian membuat jumlah kejadian gempa yang tercatat BMKG mencapai 47 kali hingga pukul 07.00 WIB.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Meski terjadi berulang kali, BMKG menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut.
BMKG masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan di Kabupaten Bandung untuk melihat pola dan karakteristik rangkaian gempa yang berlangsung.
Masyarakat di wilayah yang merasakan getaran juga diminta tetap tenang dan memperhatikan informasi dari kanal resmi BMKG. BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.
Rangkaian 47 gempa tersebut menunjukkan bahwa aktivitas seismik di selatan Kabupaten Bandung masih berlangsung. Dengan karakter gempa yang dangkal dan berkaitan dengan aktivitas sesar aktif, pemantauan terhadap perkembangan gempa menjadi bagian penting untuk memastikan informasi mengenai kondisi kegempaan dapat terus diperbarui berdasarkan data terbaru.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

47 Gempa Guncang Kabupaten Bandung, BMKG Ungkap Penyebabnya

Persib Ukir Sejarah di Seoul, Menang 1-0 atas FC Seoul

Dua Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Tiba di Garut, Tangis Keluarga Pecah

Bursa Kerja Pemprov Jabar Disiarkan Live di TikTok, Ini Jadwalnya

Unsil Perkuat Pokdarwis Batukaras Lewat Wisata Ramah Muslim dan Digital Branding
