
Gentra.id-GARUT – Dua ambulans memasuki kawasan Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu (16/9/2026) petang. Di dalamnya terdapat jenazah dua warga Garut yang menjadi korban musibah Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Kedua jenazah tersebut adalah Erick Maisul Latif (37) dan Risyan Kurnia Putra (28). Rombongan pembawa jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 17.20 WIB setelah menempuh perjalanan dari Kalimantan menuju Jakarta, kemudian dilanjutkan ke Garut. Proses pemulangan mendapat pengawalan petugas Kementerian Perhubungan dan kepolisian.
Kedatangan dua ambulans itu telah ditunggu keluarga dan warga sejak siang. Begitu kendaraan berhenti di lingkungan rumah duka, suasana berubah menjadi haru. Tangis keluarga pecah saat jenazah diturunkan dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut Marlinda Siti Hana mengatakan proses pemulangan dua jenazah tersebut ditanggung oleh Kementerian Perhubungan. Pemulangan dilakukan secara bertahap dari Kalimantan ke Jakarta hingga akhirnya sampai di Kabupaten Garut.
“Jenazah tiba di Garut untuk selanjutnya dilakukan serah terima ke keluarganya,” kata Marlinda.
Setelah tiba di rumah duka, kedua jenazah kemudian disalatkan di masjid kampung. Keduanya selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum yang berada tidak jauh dari kediaman masing-masing.
Erick dan Risyan merupakan bagian dari warga Kabupaten Garut yang berada dalam musibah KM Virgo Transport 8. Data mengenai jumlah korban asal Garut sempat mengalami pembaruan seiring proses verifikasi dan identifikasi yang dilakukan petugas.
Dinas Sosial Kabupaten Garut menyebut terdapat 23 warga Garut yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya ditemukan selamat atau masih dalam pencarian.
Sebelum jenazah dipulangkan, Tim DVI Polda Kalimantan Selatan melakukan proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin. Identifikasi tersebut memastikan dua jenazah yang ditemukan merupakan Erick dan Risyan sebelum kemudian dipulangkan kepada keluarga di Garut.
Di Garut, pemerintah daerah bersama Polres Garut sebelumnya telah membuka posko informasi di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur. Posko tersebut menjadi tempat keluarga memperoleh perkembangan informasi mengenai korban, termasuk proses identifikasi dan pencarian.
Tim DVI Polda Jawa Barat juga telah mengambil sampel DNA dari keluarga korban di Garut untuk membantu proses identifikasi korban lainnya yang ditemukan dalam operasi pencarian.
Sementara itu, korban yang ditemukan selamat masih menjalani penanganan di Banjarmasin. Pemerintah daerah menyatakan akan membantu proses pemulangan mereka ke Garut setelah kondisi dan proses penanganan memungkinkan.
Musibah KM Virgo Transport 8 terjadi di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Kapal tersebut dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin ketika mengalami kecelakaan. Hingga perkembangan terakhir yang disampaikan pemerintah daerah, penanganan korban masih berlangsung, sementara pencarian terhadap korban yang belum ditemukan terus dilakukan oleh tim SAR.
Bagi keluarga di Kampung Panyingkiran, kedatangan dua ambulans pada Rabu petang itu sekaligus menjadi akhir dari penantian untuk membawa pulang anggota keluarga mereka.
Dua jenazah yang sebelumnya berada jauh dari kampung halaman akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Persib Ukir Sejarah di Seoul, Menang 1-0 atas FC Seoul

Dua Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Tiba di Garut, Tangis Keluarga Pecah

Bursa Kerja Pemprov Jabar Disiarkan Live di TikTok, Ini Jadwalnya

Unsil Perkuat Pokdarwis Batukaras Lewat Wisata Ramah Muslim dan Digital Branding

Tanam Jagung Serentak di Sukawening, Polres Garut Dorong Ketahanan Pangan
