Bupati Ciamis: Budaya Galuh Harus Jadi Jembatan Masa Depan

8 Agu 2026, 17.16 WIB
WhatsAppSaluran
Bupati Ciamis: Budaya Galuh Harus Jadi Jembatan Masa Depan
Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menegaskan pentingnya pelestarian budaya dan sejarah Kerajaan Galuh /CameraHumas Pemkab Ciamis

Gentra.id-CIAMIS — Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menegaskan pentingnya pelestarian budaya dan sejarah Kerajaan Galuh sebagai bagian dari upaya menjaga identitas masyarakat Tatar Galuh.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh yang mengusung semangat “Galuh Galeuhna Galih”.

Herdiat menilai Pangistrenan bukan sekadar seremoni adat, tetapi momentum untuk memperkuat upaya pelestarian kebudayaan dan peradaban di Tatar Galuh.

“Acara Pangistrenan yang kita laksanakan pada hari ini bukan sekedar seremoni adat, melainkan sebuah momentum penting dalam upaya kita bersama untuk terus memajukan kebudayaan dan peradaban di Tatar Galuh,” ujar Herdiat.

Menurutnya, jejak peradaban Kerajaan Galuh masih dapat ditelusuri melalui sejumlah situs bersejarah di Ciamis, seperti Situs Karangkamulyan, Situs Astana Gede Kawali, dan Situs Jambansari.

Situs-situs tersebut menjadi saksi perjalanan sejarah sekaligus sumber pengetahuan mengenai nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.

Herdiat juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya. Pemerintah Kabupaten Ciamis, kata dia, terus mendorong agar sejarah Galuh tidak hanya dipahami sebagai cerita masa lalu.

“Generasi muda perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah Kerajaan Galuh, bukan hanya sebagai pengetahuan masa lalu, tetapi sebagai sumber inspirasi dan kebanggaan dalam membangun masa depan,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, R. Rafiq Hakim Radinal dikukuhkan sebagai Wawakil Kerajaan Galuh. Herdiat menyampaikan ucapan selamat sekaligus berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan.

Ia juga mengapresiasi sinergi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, para Dewan Keraton, Dewan Pakar dan Pengurus Pusat FSKN, Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, serta para seniman dan budayawan Tatar Galuh.

Herdiat berharap sinergi tersebut terus diperkuat untuk memajukan kebudayaan di Tanah Galuh.

“Semoga amanah yang diemban dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan, sehingga mampu menjadi penggerak dalam pelestarian budaya, sekaligus menjadi jembatan penghubung antara nilai-nilai luhur masa lalu dengan semangat kemajuan di masa kini dan masa yang akan datang,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi benang merah Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh. Sejarah dan budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi perlu dirawat dan diwariskan agar tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi mendatang.

Dengan semangat “Galuh Galeuhna Galih”, pelestarian budaya diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan pembangunan masa depan Tatar Galuh.

Nanang AH
Nanang AH

Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.