Bupati Garut Ungkap Capaian Pembangunan Daerah di HUT ke-81 RI

18 Agu 2026, 05.50 WIB
WhatsAppSaluran
Bupati Garut Ungkap Capaian Pembangunan Daerah di HUT ke-81 RI
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Garut, Senin (17/8/2026), Bupati ungkap capaian pembangunan daerah,CameraDiskominfo

Gentra.id-GARUT – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Garut untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapangan Oto Iskandar Di Nata, Kecamatan Garut Kota, Senin (17/8/2026).

Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Garut Putri Karlina, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam amanatnya, Abdusy Syakur menyampaikan bahwa sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Garut menunjukkan perkembangan positif. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data yang disampaikan Bupati, perekonomian Kabupaten Garut pada 2025 tumbuh sebesar 5,9 persen. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya yang berada di angka 4,95 persen.

Menurut Syakur, capaian tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa aktivitas ekonomi di Garut terus bergerak di tengah berbagai tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan.

Tidak hanya pertumbuhan ekonomi, perkembangan juga terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Kabupaten Garut meningkat dari 69,91 poin menjadi 70,57 poin.

Peningkatan tersebut menjadi indikator adanya perkembangan dalam sejumlah aspek pembangunan manusia, termasuk pendidikan, kesehatan serta kemampuan ekonomi masyarakat.

Kemiskinan dan Pengangguran Ikut Menurun

Perbaikan indikator pembangunan juga terlihat dari sisi kesejahteraan masyarakat.

Bupati menyebutkan, persentase penduduk miskin di Kabupaten Garut mengalami penurunan dari 9,68 persen menjadi 9,39 persen.

Pada saat yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun dari 6,96 persen menjadi 6,54 persen.

Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat Garut meningkat dari Rp29,01 juta menjadi Rp31,29 juta per tahun.

Sejumlah angka tersebut menunjukkan adanya perkembangan pada indikator ekonomi dan sosial daerah. Namun, Pemerintah Kabupaten Garut menilai capaian tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja.

Abdusy Syakur menegaskan bahwa capaian pembangunan harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Bupati Akui Masih Ada Kekurangan

Di balik sejumlah indikator positif tersebut, Bupati Garut juga mengakui masih terdapat berbagai persoalan dan kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan daerah.

Dalam kesempatan itu, Syakur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan yang masih terjadi.

Ia juga menegaskan keterbukaan pemerintah daerah terhadap kritik, saran dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam proses evaluasi agar pelayanan publik dan pembangunan dapat terus diperbaiki.

Bagi Pemerintah Kabupaten Garut, pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai program pembangunan berjalan secara berkelanjutan.

Karena itu, momentum HUT ke-81 RI juga dimanfaatkan Bupati untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan.

Ia meminta perbedaan yang ada tidak menjadi penghambat dalam pembangunan daerah.

Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan maupun berbagai organisasi diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Menurut Syakur, kemajuan Garut membutuhkan kesungguhan, kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen daerah.

Kemerdekaan Harus Berdampak pada Masyarakat

Peringatan kemerdekaan, bagi Pemkab Garut, tidak sebatas kegiatan seremonial. Capaian pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan IPM menjadi bagian dari indikator yang harus terus dikawal.

Angka pertumbuhan ekonomi 5,9 persen menjadi modal penting bagi Garut untuk melanjutkan pembangunan. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut memberikan dampak yang semakin luas terhadap kesejahteraan masyarakat.

Begitu pula dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Capaian tersebut perlu dipertahankan sekaligus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan kesempatan ekonomi.

Bupati kembali mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Garut.

Menurutnya, pemerintah tidak akan mampu membawa daerah maju apabila pembangunan hanya dilakukan oleh satu pihak.

“Tidak akan mampu melaju untuk maju, jika seluruh elemen masyarakat tidak menguatkan tekad serta terus mengembangkan semangat kebersamaan untuk memajukan Kabupaten Garut,” ujar Abdusy Syakur.

Momentum HUT ke-81 RI pun menjadi pengingat bahwa makna kemerdekaan perlu diwujudkan melalui pembangunan yang nyata dan dirasakan masyarakat. Bagi Garut, capaian yang telah diraih menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan pembangunan berikutnya.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.