
Gentra.id-TASIKMALAYA — Ribuan orang memadati kawasan Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (17/8/2026). Di tengah suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ribuan bendera Merah Putih berkibar dari sepanjang jalur menuju kawah hingga bibir kawah Gunung Galunggung.
Sebanyak 2.681 bendera Merah Putih dikibarkan dalam kegiatan yang digagas Forum Komunikasi Pecinta Alam Tasikmalaya (FKPAT) bersama berbagai unsur, mulai dari komunitas pecinta alam, TNI, Polri, pelajar, santri, pemerintah daerah hingga masyarakat.
Jumlah tersebut bukan sekadar angka. Sebelum pelaksanaan, panitia memang telah menargetkan pengibaran 2.681 bendera pada 17 Agustus 2026. Selanjutnya bendera akan dibawa dan dikibarkan sepanjang tangga menuju kawah hingga bibir kawah Gunung Galunggung. Gagasan awal yang hanya menargetkan 1.000 bendera kemudian berkembang setelah adanya kolaborasi dengan berbagai pihak.
Angka 2.681 sendiri memiliki makna khusus. Angka 26 merujuk pada tahun 2026, sedangkan angka 81 merepresentasikan usia kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini.
Dari Rencana Menjadi Rekor
Apa yang sebelumnya dipersiapkan sebagai agenda peringatan kemerdekaan akhirnya menjadi peristiwa yang mencatatkan nama Tasikmalaya dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Ribuan peserta harus berjalan menaiki ratusan anak tangga menuju kawasan kawah. Sesampainya di atas, mereka membawa dan mengibarkan bendera Merah Putih hingga kawasan bibir kawah.
Pengibaran tersebut dilakukan oleh FKPAT bersama komunitas pecinta alam, TNI, Polri, santri dan pelajar. Bendera-bendera itu menghiasi kawasan Gunung Galunggung saat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung.
Capaian tersebut kemudian diverifikasi MURI.
Customer Relation Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, menyatakan pengibaran 2.681 bendera di bibir kawah Gunung Galunggung berhasil memecahkan rekor.
Rekor sebelumnya tercatat melalui pengibaran 1.945 bendera di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan. Dengan 2.681 bendera yang dikibarkan di Galunggung, capaian tersebut melampaui jumlah sebelumnya.
Bukan Sekadar Seremonial Kemerdekaan
Ada hal menarik dari peristiwa ini. Gunung Galunggung tidak hanya menjadi latar belakang perayaan kemerdekaan, tetapi menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut.
Bagi para pecinta alam, Galunggung merupakan ruang yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berkumpul, beraktivitas dan memperingati kemerdekaan.
Kegiatan serupa bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Pada 2022, misalnya, FKPAT juga menggelar pengibaran bendera Merah Putih di kawasan Gunung Galunggung. Saat itu, 77 bendera dikibarkan sebagai simbol HUT ke-77 RI.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas wisata alam Galunggung setelah pandemi.
Empat tahun kemudian, skalanya berubah drastis.
Dari puluhan bendera menjadi ribuan. Dari kegiatan komunitas menjadi agenda yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan institusi. Dari sekadar perayaan kemerdekaan berkembang menjadi sebuah rekor nasional.
Galunggung dan Pesan Menjaga Alam
Di balik kemeriahan pengibaran ribuan bendera, terdapat pesan lain yang tak kalah penting: menjaga lingkungan Gunung Galunggung.
Kawasan tempat berlangsungnya kegiatan merupakan bagian dari kawasan yang dikelola Perhutani. Karena itu, momentum kemerdekaan juga menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap Indonesia tidak berhenti pada mengibarkan bendera.
Kepala Administratur KPH Perhutani, Danu Prasetyo, menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan tidak membuang sampah sembarangan. Pesan tersebut menjadi relevan karena kegiatan melibatkan ribuan orang di kawasan alam.
Semakin besar sebuah kegiatan digelar di kawasan wisata dan pegunungan, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan lingkungan tetap terjaga.
Dengan demikian, Merah Putih yang berkibar di Galunggung tidak hanya berbicara mengenai nasionalisme, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat memperlakukan ruang alam yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Galunggung, Simbol Persatuan Tasikmalaya
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin turut menyoroti makna Gunung Galunggung bagi masyarakat di sekitarnya.
Menurutnya, Galunggung memiliki perjalanan panjang dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, baik di Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya.
Pesan persatuan pun menjadi bagian dari refleksi peringatan kemerdekaan tersebut. Pengibaran ribuan bendera di satu kawasan mempertemukan berbagai unsur dalam satu kegiatan: pemerintah, TNI-Polri, komunitas pecinta alam, pelajar, santri dan masyarakat.
Di titik ini, rekor MURI bukan menjadi satu-satunya cerita.
Yang lebih penting adalah bagaimana ribuan orang dapat berjalan menuju satu tempat, membawa simbol yang sama dan memperingati kemerdekaan dalam suasana kebersamaan.
Dari Galunggung untuk Indonesia
Pengibaran 2.681 bendera Merah Putih di Gunung Galunggung akhirnya menjadi gambaran bagaimana sebuah tradisi komunitas dapat berkembang menjadi gerakan bersama.
Persiapannya dimulai dari gagasan sederhana untuk mengibarkan bendera di kawasan gunung. Jumlahnya kemudian berkembang menjadi 2.681, melibatkan semakin banyak pihak, dan pada akhirnya tercatat sebagai rekor MURI.
Namun, setelah bendera diturunkan, pesan dari kegiatan tersebut seharusnya tidak ikut berhenti.
Nasionalisme bukan hanya tentang upacara dan simbol. Ia juga tentang menjaga lingkungan, merawat persatuan, menghargai ruang publik, serta memastikan kawasan alam seperti Gunung Galunggung tetap lestari bagi generasi berikutnya.
Di ketinggian Galunggung, ribuan Merah Putih akhirnya tidak hanya menjadi pemandangan pada hari kemerdekaan.
Ia menjadi simbol bahwa semangat Indonesia bisa tumbuh dari komunitas, bergerak bersama masyarakat, dan menemukan maknanya di tengah alam yang menjadi bagian dari kehidupan warga Tasikmalaya.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Jalan Kaki Setiap Hari, Ini 7 Manfaat yang Bisa Dirasakan Tubuh

Bupati Garut Ungkap Capaian Pembangunan Daerah di HUT ke-81 RI

Upacara HUT ke-81 RI di Tasikmalaya, Bupati Ajak Warga Rawat Persatuan

Galunggung Berselimut Merah Putih, 2681 Bendera Pecahkan Rekor Muri

Inilah 5 Tips Merdeka Finansial, Mulailah dengan Langkah Sederhana Ini
