
Gentra.id-TASIKMALAYA – Penguatan dunia usaha tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Peran generasi muda yang berani membangun usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan melahirkan inovasi juga menjadi faktor penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Semangat itulah yang mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VI Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Tasikmalaya yang berlangsung di Hotel Harmoni, Rabu (4/11/2026).
Muscab tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi. Forum ini menjadi ruang konsolidasi bagi para pengusaha muda untuk memperkuat solidaritas, menyatukan visi, sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya posisi HIPMI dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang produktif dan inovatif.
Menurut Viman, keberadaan pengusaha muda seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis secara individual. Lebih dari itu, aktivitas usaha yang dibangun harus mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Salah satunya melalui penciptaan lapangan pekerjaan, penguatan sektor usaha lokal, serta kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah dinamika ekonomi yang menuntut pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Pengusaha muda dituntut tidak hanya mampu membaca peluang pasar, tetapi juga memiliki keberanian melakukan inovasi dan mengembangkan model bisnis yang relevan dengan perkembangan zaman.
Soliditas Organisasi Jadi Modal
Selain berbicara mengenai penguatan ekonomi, Muscab VI juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarkader HIPMI.
Proses aklamasi yang berlangsung dalam musyawarah tersebut diharapkan menjadi jalan untuk menyatukan visi dan memperkuat kebersamaan di internal organisasi.
Soliditas menjadi modal penting bagi HIPMI agar mampu menjalankan program organisasi secara berkelanjutan. Namun, kesatuan organisasi juga perlu diikuti dengan ruang partisipasi, gagasan kritis, dan komitmen bersama dalam membangun dunia usaha.
Dengan demikian, organisasi tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pengusaha muda, tetapi juga ruang untuk melahirkan gagasan dan gerakan ekonomi yang berdampak.
Menjawab Tantangan Ekonomi Masa Depan
Tantangan berikutnya adalah bagaimana HIPMI mampu melahirkan pengusaha muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pasar nasional.
Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap BPC HIPMI dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi kewirausahaan di Kota Tasikmalaya dapat berkembang lebih optimal. Pengusaha muda diharapkan mampu mengambil peran dalam memperkuat sektor ekonomi lokal sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah organisasi pengusaha tidak hanya diukur dari soliditas kepengurusan atau keberlangsungan agenda musyawarah. Ukuran yang lebih nyata adalah sejauh mana organisasi mampu melahirkan pengusaha baru, membuka kesempatan kerja, memperluas peluang usaha, dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Muscab VI HIPMI Kota Tasikmalaya telah menjadi salah satu titik konsolidasi menuju tujuan tersebut. Tantangan selanjutnya adalah membuktikan bahwa semangat kebersamaan yang dibangun dalam forum organisasi dapat diwujudkan melalui kerja nyata bagi perekonomian Kota Tasikmalaya.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Muscab VI HIPMI Tasikmalaya: Konsolidasi Pengusaha Muda dan Tantangan Menggerakkan Ekonomi Daerah

HKG PKK ke-54, Viman Soroti Imunisasi dan Anak Putus Sekolah

Amnesty: Skandal Penyadapan Berpotensi Jadi Alat Membungkam Oposisi

YLBHI Desak Penyadapan Ilegal Diusut Tuntas, Minta Bongkar Rantai Perintah

BPKP Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa di Garut, Anggaran Rp154,8 Miliar Jadi Sorotan
