Eks Pabrik Gula Singaparna Terbakar, Gardu Listrik dan Mesin Pres Rusak

20 Agu 2026, 15.17 WIB
WhatsAppSaluran
Eks Pabrik Gula Singaparna Terbakar, Gardu Listrik dan Mesin Pres Rusak
Sejumlah Petugas Pemadam Kebakaran Kab.Tasikmalaya dan lainnya saat memadamkan api kebakaran di Eks Pabrik Gula Singaparna, Rabu 19 Agustus 2026 malam.CameraGentra.id/Istimewa

Gentra.id-TASIKMALAYA – Kebakaran melanda kawasan fasilitas industri eks Pabrik Gula Singaparna di Kampung Ciputat RT 03 RW 02, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026) sore.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Api pertama kali muncul dari Gardu Listrik Workshop No. 3 yang berada di kawasan gudang las dan mesin pres.

Berdasarkan informasi dari Ketua Forum Koordinasi (FK) TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, api diduga berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada gardu tersebut.

“Dugaan sementara, api muncul akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik pada gardu tersebut,” ujar Jembar,

Api kemudian dengan cepat membesar dan merembet ke satu unit Mesin Pres yang berada tidak jauh dari gardu listrik. Kondisi tersebut membuat petugas harus bergerak cepat agar kobaran api tidak menjalar ke fasilitas lain di kawasan eks pabrik gula tersebut.

Gardu Listrik dan Mesin Pres Hangus

Kebakaran menyebabkan Gardu Listrik Workshop No. 3 mengalami kerusakan. Satu unit Mesin Pres yang berada di sekitar lokasi juga ikut terdampak dan mengalami kerusakan akibat kobaran api.

Hasil asesmen awal petugas menyebutkan kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp220 juta.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Besarnya potensi kerugian tidak hanya berasal dari kerusakan bangunan gardu, tetapi juga fasilitas produksi berupa mesin pres yang ikut terbakar.

Petugas Gabungan Dikerahkan

Begitu kebakaran dilaporkan, petugas gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Penanganan tidak hanya dilakukan oleh satu instansi, mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan fasilitas industri dengan sejumlah bangunan dan peralatan yang berpotensi ikut terdampak.

Unsur yang terlibat antara lain Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Damkar Kota Tasikmalaya, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, TNI dari Batalyon TP 393 Macan Putih, Polri, serta petugas PLN.

Sejumlah relawan juga turut membantu penanganan, di antaranya TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Kecamatan Singaparna, dan R2EI atau Relawan Rescue Emergency Indonesia.

Petugas melakukan proses pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.

Api Berhasil Diisolasi

Respons cepat petugas gabungan membuat api akhirnya berhasil diisolasi dan dipadamkan sebelum meluas ke fasilitas industri lainnya.

Langkah tersebut menjadi penting karena kobaran api berada di area yang terdapat instalasi listrik serta mesin. Apabila api tidak segera dikendalikan, potensi kerusakan dapat semakin besar.

Jembar mengatakan upaya pemadaman dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam fasilitas lain yang berada di kawasan tersebut.

“Upaya tersebut dilakukan agar kebakaran tidak meluas dan mengancam fasilitas lain yang berada di kawasan industri tersebut,” tegasnya.

Dugaan Awal Korsleting Listrik

Dari informasi sementara, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada Gardu Listrik Workshop No. 3. Namun, penyebab tersebut masih merupakan dugaan awal berdasarkan informasi petugas di lapangan.

Keterlibatan PLN dalam penanganan juga menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi instalasi kelistrikan di lokasi aman setelah kebakaran.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya pemeriksaan instalasi listrik, terutama pada kawasan industri yang masih memiliki fasilitas mesin dan jaringan kelistrikan.

Meski api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa, kerusakan pada gardu listrik dan mesin pres menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Berdasarkan asesmen awal, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp220 juta.

Kebakaran tersebut kini menjadi perhatian karena terjadi di kawasan eks Pabrik Gula Singaparna yang masih menyimpan sejumlah fasilitas industri lama dan instalasi yang membutuhkan pengawasan terhadap potensi risiko kebakaran.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.