Kakanwil KemenHAM Jabar Proyeksikan Juara LCC HAM Jadi Duta HAM

27 Agu 2026, 20.39 WIB
WhatsAppSaluran
Kakanwil KemenHAM Jabar Proyeksikan Juara LCC HAM Jadi Duta HAM
Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Jawa Barat menyiapkan konsep lanjutan dengan memproyeksikan para juara LCC HAM sebagai Duta HAM dari kalangan pelajar.CameraGentra.id/Istimewa

Gentra.id-BANDUNG — Lomba Cerdas Cermat Hak Asasi Manusia (LCC HAM) di Jawa Barat tak lagi diarahkan sekadar menjadi ajang adu pengetahuan antarpelajar. Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Jawa Barat menyiapkan konsep lanjutan dengan memproyeksikan para juara LCC HAM sebagai Duta HAM dari kalangan pelajar.

Gagasan tersebut disiapkan Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan HAM di lingkungan sekolah.

Menurut Hasbullah, pengetahuan mengenai HAM yang diperoleh pelajar melalui kompetisi seharusnya tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Para peserta yang memiliki kemampuan, kepedulian, dan komitmen terhadap nilai-nilai HAM perlu diberi ruang untuk mengambil peran lebih luas.

“Kita ingin LCC HAM ini bukan sekadar perlombaan. Ini menjadi langkah awal untuk melahirkan agen perubahan dan Duta HAM dari kalangan pelajar yang nantinya ikut membumikan HAM,” ujar Hasbullah.

Konsep tersebut sekaligus menjadi pembeda dalam pengembangan LCC HAM di Jawa Barat. Pelajar tidak hanya dituntut memahami konsep dan prinsip HAM, tetapi juga dipersiapkan menjadi bagian dari gerakan yang mendorong penghormatan terhadap martabat manusia.

Para pelajar yang nantinya dipercaya sebagai Duta HAM diharapkan dapat menjadi teladan di lingkungan sekolah dan pergaulan mereka. Peran itu antara lain diwujudkan melalui edukasi kepada teman sebaya mengenai hak dan kewajiban, pencegahan perundungan, penolakan diskriminasi, penguatan toleransi, hingga mendorong penyelesaian persoalan secara damai.

Hasbullah menilai pelajar memiliki posisi strategis dalam menyebarkan nilai-nilai HAM. Kedekatan komunikasi antarteman sebaya membuat pesan mengenai HAM berpeluang lebih mudah diterima karena disampaikan dengan bahasa dan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Perdana di Indonesia

Pengembangan LCC HAM menjadi jalur menuju pembentukan Duta HAM tersebut diproyeksikan sebagai model perdana di Indonesia yang menghubungkan kompetisi pendidikan HAM dengan pembentukan agen perubahan dari kalangan pelajar.

Rencana tersebut akan dikembangkan melalui kegiatan lanjutan yang diproyeksikan berlangsung pada akhir September 2026. Para pelajar akan mendapatkan pembekalan untuk memperkuat pemahaman HAM sekaligus mempersiapkan diri menjalankan peran sebagai penggerak nilai-nilai HAM.

Bagi KemenHAM Jawa Barat, Duta HAM bukan sekadar gelar atau simbol. Mereka diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan HAM secara berkelanjutan, mulai dari sekolah hingga lingkungan masyarakat.

“Duta HAM harus mampu membawa HAM keluar dari ruang perlombaan. Masuk ke sekolah, masuk ke lingkungan pertemanan, dan kemudian hadir di tengah masyarakat,” kata Hasbullah.

Dari Kompetisi Menjadi Gerakan

Konsep tersebut diharapkan menciptakan efek berantai dalam pendidikan HAM. Pelajar yang memperoleh pengetahuan melalui LCC HAM tidak hanya menggunakannya untuk menjawab soal dalam kompetisi, tetapi juga membagikannya kepada lingkungan sekitar.

Dari satu pelajar, pemahaman mengenai HAM diharapkan dapat menyebar kepada teman-teman sebaya. Pada tahap berikutnya, sekolah dapat membangun budaya yang lebih aman, inklusif, nondiskriminatif, dan ramah terhadap HAM.

Hasbullah juga mengingatkan bahwa pemahaman HAM harus berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap kewajiban. Setiap individu memiliki hak, tetapi pada saat yang sama memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak orang lain.

Karena itu, Duta HAM dari kalangan pelajar nantinya tidak hanya diharapkan mampu berbicara mengenai teori HAM, tetapi juga menunjukkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui konsep tersebut, LCC HAM di Jawa Barat diarahkan berkembang dari sekadar kompetisi menjadi gerakan pendidikan HAM yang berkelanjutan. Perlombaan menjadi pintu masuk, prestasi menjadi awal, dan para juara diproyeksikan menjadi penggerak yang membawa nilai-nilai HAM lebih dekat kepada generasi muda dan masyarakat.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.