Korban Laka Laut Ditemukan di Muara Kancil Cikelet, Dua Masih Dicari

26 Agu 2026, 14.46 WIB
WhatsAppSaluran
Korban Laka Laut Ditemukan di Muara Kancil Cikelet, Dua Masih Dicari
Sat Polairud Garut dan Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan satu korban Laka laut dari 3 wisatawan yang diberitakan hilang terseret ombak, korban ditemukan di sekitar Muara Kancil pantai Karangpapak Garut, Rabu 26/8/2026CameraGentra.id/Istimewa

Gentra.id-Garut — Pencarian terhadap tiga wisatawan yang terseret arus di perairan Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, memasuki hari kedua, Rabu (26/8/2026). Setelah menyisir kawasan pesisir dan perairan yang diperkirakan menjadi jalur terbawa arus, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan satu korban di sekitar Muara Kancil.

Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, kurang lebih satu kilometer ke arah barat dari lokasi awal kejadian. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Penemuan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam operasi SAR yang melibatkan Sat Polairud Polres Garut, Polsek Cikelet, serta sejumlah unsur SAR gabungan.

Sejak pukul 08.00 WIB, tim kembali bergerak melakukan pencarian. Penyisiran dilakukan melalui jalur darat sejauh sekitar empat kilometer ke arah barat dengan mempertimbangkan arah angin dan kemungkinan pergerakan korban terbawa arus.

Sejumlah sarana dikerahkan dalam operasi tersebut. Tim menggunakan kapal patroli, satu unit mobil Jeep, dua kendaraan ATV, serta kapal nelayan untuk menjangkau sejumlah titik yang sulit diakses.

“Pada hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran di wilayah sekitar Muara Kancil, termasuk melalui jalur darat dan menggunakan sejumlah sarana untuk memperluas area pencarian,” kata Kasat Polairud Polres Garut Iptu Aep Saprudin.

Penyisiran yang dilakukan selama beberapa jam akhirnya menemukan titik yang dicari. Sekitar pukul 11.00 WIB, tim mendapati satu tubuh korban terdampar di sekitar Muara Kancil.

“Sekitar pukul 11.00 WIB, tim menemukan satu orang korban yang terdampar di sekitar Muara Kancil dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Aep.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk untuk menjalani proses identifikasi. Dari pemeriksaan tim medis, korban diketahui bernama Murdani Siahaan, 18 tahun, warga Kota Cane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh.

“Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim medis,” katanya.

Hasil identifikasi itu setidaknya memberikan kepastian bagi keluarga salah satu korban. Namun, operasi SAR belum berakhir.

Dari tiga wisatawan yang sebelumnya dilaporkan terseret arus, masih terdapat dua korban lain yang belum ditemukan. Tim gabungan pun kembali melanjutkan pencarian di sepanjang wilayah yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

“Dengan ditemukannya satu korban, pencarian terhadap dua korban lainnya masih terus dilakukan,” kata Aep.

Pencarian dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan personel. Unsur-unsur terkait masih dilibatkan untuk memperluas jangkauan operasi sekaligus mempercepat proses penemuan korban.

“Operasi SAR akan terus dilaksanakan dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel dan melibatkan unsur-unsur terkait,” tutur Aep.

Satu korban telah ditemukan di Muara Kancil. Tetapi bagi tim SAR dan keluarga, pencarian belum selesai. Dua nama lainnya masih menjadi bagian dari pencarian di sepanjang pesisir Cikelet—menunggu laut memberikan kepastian berikutnya.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.