
Mentri Kooordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim ide pembentukan family office agar orang kaya dari luar negeri berminat investasi di Tanah Air sudah disetujui oleh Presiden Jokowi. Hal ini melihat dari kondisi indonesia yang belum sama sekali memiliki family office jika dibandingkan dengan Singapura yang memiliki sekitar 15.500 family office.
“Saya bilang 'bapak presiden kalau bapak setuju kita coba di sini'. (Jokowi bilang) 'setuju Pak Luhut," ucap Luhut.
Sebelumnya dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI , Luhut menyebutkan jika tujuan indonesia membentuk family office ini agar negara bisa meraup dana hingga US$ 200 juta atau setara dengan Rp 3,2 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar juga membuka suara terkait usulan Luhut Binsar Pandjaitan. Mahendra mengaku pembahasan menganai family office masih dibahas secara internal dengan pihak OJK ikut mencermati pekembangannya.
Terkait rencana pemerintah soal family office di RI, pemahaman kami mengenai topik ini masih dibahas di internal pemerintah dan kami cermati masih akan disampaikan nanti pemikiran dan gagasan oleh bapak Presiden untuk dapat persetujuan ataupun arahan lebih lanjut," jelas Mahendra.
Apa itu family office?
Family Office atau kantor keluarga merupakan perusahaan swasta yang mengelola harta keluarga-keluarga super kaya. Dalam hal ini firma yang menawarkan family office akan memberi berbagai layanan mulai dari perencanaan keuangan dan manejemen investasi, layanan pajak, dan banyak lagi. Di samping itu juga bisa menangani masalah non-keunagan seperti urusan Pendidikan, perencaan liburan dan yang lainnya.Tipe Family Office Sendiri Memiliki 3 tipe
- Traditioal Family Office
- Multi-Family Office
- Outsourced Family Office
Rata-rata Dana Pengelolaan Family Office
Pemerintah berencana membangun pusat family office pertama di bali. "Kami dorong Bali menjadi hub untuk family office seperti di Hong Kong dan Singapura," kata luhut. Family office memegang dana kelolaan atau asset under management (AUM) yang sangat besar. Berdasarkan survei Deloitte terhadap 354 sampel family office dari berbagai belahan dunia, mereka rata-rata mengelola dana US$2 miliar atau sekitar Rp32,8 triliun per perusahaan (asumsi kurs Rp16.400 per US$). Kemudian klien yang mereka layani rata-rata memiliki total kekayaan US$3,8 miliar atau sekitar Rp62,3 triliun per keluarga.K
Khopipah Indah
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

News
Festival Suara Nusantara 2026, 1.120 Peserta Hidupkan Cerita Rakyat Jawa Barat

Opinion
Siapa Suruh Ikut Organisasi? Teriak Gen Z

News
Banyak Partai, Tapi Suaranya Satu: Amnesty Soroti Kemunduran Demokrasi Indonesia

News
Menakar Suhu Jelang isu Demo 27 Agustus dari Tasikmalaya

News
ISBI Bandung Bersiap Bangun Kampus di Pangandaran, Pemkab Diminta Tambah Hibah Lahan

News