Milad ke-33 MAN 1 Kota Tasikmalaya, Alumni Dorong Pendidikan Ramah Anak dan Inklusif

19 Okt 2026, 16.47 WIB
WhatsAppSaluran
Milad ke-33 MAN 1 Kota Tasikmalaya, Alumni Dorong Pendidikan Ramah Anak dan Inklusif
Kepala MAN 1 KOTA TASIKMALAYA bersama KETUA PGM JAWA BARAT ketika menerima DANYON BRIMOB PELOPOR D JAWA BARAT, Senin 19/10/2026CameraIstimewa

Gentra.id-TASIKMALAYA — Tiga puluh tiga tahun perjalanan pendidikan bukan sekadar penanda usia sebuah madrasah, melainkan juga cerminan pengabdian dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang mengiringi peringatan Milad ke-33 MAN 1 Kota Tasikmalaya pada 16–21 Oktober 2026.

Peringatan milad yang diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari karnaval siswa, hiburan, hingga doa bersama, menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan madrasah sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan. Di tengah tuntutan perkembangan zaman, madrasah tidak hanya dituntut melahirkan peserta didik berprestasi, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan inklusif.

Kebanggaan terhadap perkembangan MAN 1 Kota Tasikmalaya disampaikan Asep Rizal Asy’ari, alumni yang kini menjabat Ketua Pimpinan Wilayah Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Provinsi Jawa Barat. Baginya, usia ke-33 merupakan kesempatan untuk memperkuat inovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan agar madrasah semakin maju serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Sebagai alumni, saya merasa bangga melihat perkembangan dan pencapaian MAN 1 Kota Tasikmalaya saat ini. Harapannya, di usia ke-33 ini, MAN 1 semakin maju, bermutu, dan mendunia. Lebih dari itu, madrasah harus menjadi ruang pendidikan yang ramah anak, inklusif, serta memberikan kesempatan yang setara bagi setiap peserta didik untuk tumbuh, berkembang, dan meraih prestasi,” ungkap Asep.

Kemajuan Madrasah Harus Sejalan dengan Perlindungan Anak

Bagi Asep, keberhasilan lembaga pendidikan tidak cukup diukur melalui prestasi akademik, deretan penghargaan, ataupun keberhasilan lulusan memasuki perguruan tinggi. Ada aspek lain yang tidak kalah penting, yakni kemampuan madrasah membangun karakter, menanamkan toleransi, menghargai keberagaman, dan memastikan setiap peserta didik merasa aman selama menjalani proses pendidikan.

Ia menilai, lingkungan belajar yang sehat harus memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengembangkan potensi tanpa dibayangi diskriminasi, perundungan, maupun kekerasan. Pendidikan semestinya menjadi proses yang memanusiakan peserta didik, bukan sekadar mengejar capaian akademik.

“Pendidikan yang bermutu bukan hanya tentang mencetak siswa berprestasi, tetapi juga memastikan setiap anak merasa aman, dihargai, dan mendapatkan kesempatan yang sama. Madrasah harus menjadi rumah belajar yang ramah, tempat tumbuhnya ilmu pengetahuan, akhlak, toleransi, dan penghargaan terhadap sesama,” tegasnya.

Pandangan tersebut menempatkan pendidikan ramah anak dan inklusif sebagai bagian penting dari indikator kemajuan madrasah. Peserta didik perlu mendapatkan kesempatan yang setara untuk belajar, berpartisipasi, dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi masing-masing.

Karena itu, momentum milad diharapkan tidak hanya memperkuat kebanggaan terhadap capaian yang telah diraih, tetapi juga mendorong evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas pembelajaran, pembinaan karakter, serta upaya perlindungan peserta didik di lingkungan sekolah.

Kiprah Alumni Menjadi Cerminan Peran Madrasah

Perjalanan MAN 1 Kota Tasikmalaya juga tercermin melalui kiprah para alumninya yang berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, politik, organisasi, hingga kehidupan sosial kemasyarakatan.

Sejumlah nama yang disebut sebagai alumni di antaranya H. Aslim, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya; H. Haris Sanjaya, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Gerindra; serta H. Tantan Sadier, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Tasikmalaya.

Kiprah para alumni tersebut menjadi gambaran kontribusi pendidikan madrasah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dapat mengambil peran di tengah masyarakat. Pendidikan tidak berhenti ketika peserta didik meninggalkan ruang kelas, tetapi berlanjut melalui keputusan, pengabdian, dan kontribusi yang mereka berikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Asep berharap, ke depan MAN 1 Kota Tasikmalaya semakin banyak melahirkan lulusan yang berkiprah sebagai pemimpin, profesional, pendidik, pengusaha, maupun aktivis sosial. Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, para alumni diharapkan mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Teruslah mengabdi, menginspirasi, dan berinovasi. Madrasah harus mampu melahirkan generasi hebat yang tidak hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Harapan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya hubungan antara madrasah dan alumninya. Jejaring alumni dapat menjadi kekuatan untuk memperluas inspirasi, membuka peluang kolaborasi, serta mendukung pengembangan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Milad sebagai Momentum Pembaruan

Rangkaian peringatan Milad ke-33 MAN 1 Kota Tasikmalaya berlangsung melalui karnaval siswa-siswi, hiburan, dan doa bersama. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus ruang untuk mempererat kebersamaan keluarga besar madrasah.

Namun, Asep mengingatkan bahwa makna milad seharusnya tidak berhenti pada kemeriahan seremonial. Peringatan hari jadi perlu menjadi titik tolak untuk memperbarui semangat pengabdian, meningkatkan mutu pembelajaran, dan memperkuat pembinaan karakter peserta didik.

Menurutnya, tantangan pendidikan yang semakin kompleks menuntut lembaga pendidikan untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, terbuka terhadap inovasi, dan tetap berpegang pada nilai moral serta kemanusiaan.

Di tengah perubahan tersebut, madrasah memiliki tanggung jawab untuk menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan akhlak. Kemajuan teknologi dan persaingan global perlu diimbangi dengan kepedulian sosial, penghormatan terhadap perbedaan, serta komitmen menjaga hak-hak anak dalam memperoleh pendidikan yang layak.

“Milad bukan hanya tentang merayakan usia dan mengenang perjalanan. Lebih dari itu, milad adalah momentum memperbarui semangat pengabdian. Semoga MAN 1 Kota Tasikmalaya terus menjadi madrasah yang membanggakan, melahirkan generasi unggul, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Peringatan Milad ke-33 MAN 1 Kota Tasikmalaya pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak prestasi yang diraih, tetapi juga oleh sejauh mana lembaga pendidikan mampu membentuk manusia yang berkarakter, menghargai sesama, dan siap berkontribusi bagi kehidupan bersama.

Dengan semangat tersebut, MAN 1 Kota Tasikmalaya diharapkan terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang bermutu, ramah anak, dan inklusif, sekaligus melahirkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan pijakan moral dan kemanusiaan.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH

Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.