Tiga Titik Kebakaran Lahan Melanda Kota Banjar, Prajurit Yonif 323 Turun Padamkan Api

5 Sep 2026, 21.57 WIB
WhatsAppSaluran
Tiga Titik Kebakaran Lahan Melanda Kota Banjar, Prajurit Yonif 323 Turun Padamkan Api
Kebakaran melanda 3 Titik di Kota Banjar Sabtu 5/9/2026. Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 323/Buaya Putih turut diterjunkan untuk membantu menjinakkan kobaran api bersama tim gabunganCameraDiskominfo

Gentra.id-BANJAR - Kepulan asap membubung dari sejumlah lahan di Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026) siang. Di tengah kondisi kemarau yang membuat rerumputan dan semak mengering, api muncul hampir bersamaan di sejumlah lokasi.

Situasi tersebut membuat petugas pemadam kebakaran bergerak cepat. Bukan hanya personel pemadam, prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 323/Buaya Putih turut diterjunkan untuk membantu menjinakkan kobaran api.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi di tiga lokasi, yakni Dusun Randegan, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, kemudian Lingkungan Panatasan, serta Lingkungan Pataruman, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar.

Sebelumnya, melalui unggahan akun Yonif 323/Buaya Putih, disebutkan prajurit membantu penanganan kebakaran di wilayah Desa Raharja dan Pataruman. Para prajurit bergerak bersama petugas Damkar, BPBD, serta masyarakat untuk mencegah api meluas ke kawasan permukiman.

Yang menarik, keterlibatan prajurit TNI dalam penanganan kebakaran tersebut berlangsung ketika mereka tengah mengikuti pelatihan penanggulangan kebakaran bersama BPBD Kota Banjar.

Alih-alih hanya menjadi simulasi, latihan tersebut berubah menjadi pengalaman nyata di lapangan ketika kebakaran benar-benar terjadi.

Kepala UPTD Penanggulangan Kebakaran BPBD Kota Banjar, Aam Amijaya, membenarkan adanya tiga kejadian kebakaran lahan yang berlangsung dalam waktu berdekatan.

“Tiga titik kebakaran lahan ini berada di lokasi yang berbeda, yaitu di Dusun Randegan Desa Raharja, Lingkungan Panatasan Kelurahan Pataruman, dan Lingkungan Pataruman Kelurahan Pataruman,” ujar Aam, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Aam, informasi awal yang diterima petugas menunjukkan kebakaran kemungkinan dipicu aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali. Api kemudian merembet ke lahan kering di sekitarnya.

“Menurut laporan yang kami terima, kemungkinan kebakaran berasal dari pembakaran sampah yang tidak terkendali,” katanya.

Kondisi lahan yang relatif kering pada musim kemarau membuat api lebih mudah menjalar. Situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi petugas, terlebih ketika kobaran api berada di kawasan yang berdekatan dengan lingkungan masyarakat.

Petugas kemudian melakukan pemadaman dan penyekatan agar api tidak menjalar lebih luas. Personel TNI yang sebelumnya mendapatkan materi dan simulasi penanggulangan kebakaran langsung ikut membantu proses tersebut.

Aam menyebut situasi itu menjadi pengalaman tersendiri bagi para prajurit karena materi yang sebelumnya diberikan dalam bentuk latihan langsung dihadapkan dengan kondisi sebenarnya.

“Simulasinya langsung menjadi nyata karena saat personel TNI sedang berlatih penanganan kebakaran, terjadi kebakaran lahan di tiga lokasi sekaligus,” kata Aam.

Kolaborasi antara personel Damkar, BPBD, TNI dan masyarakat membuat penanganan berlangsung cepat. Berdasarkan laporan tersebut, api di tiga lokasi berhasil dikendalikan sekitar satu setengah jam dan tidak sampai meluas ke kawasan permukiman. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Kehadiran prajurit Yonif 323/Buaya Putih di lokasi juga memperlihatkan bagaimana pelatihan penanggulangan bencana dapat langsung diterapkan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Bagi petugas di lapangan, kecepatan menjadi salah satu kunci. Api yang awalnya hanya membakar semak atau lahan terbuka dapat berubah menjadi ancaman lebih besar apabila menjalar menuju rumah warga, terutama ketika kondisi vegetasi di sekitar lokasi sedang kering.

Karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca panas dan lahan kering. Api yang semula terlihat kecil dapat dengan cepat merambat apabila tidak diawasi.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.

Peristiwa di Kota Banjar ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan kebakaran bukan hanya persoalan memadamkan api ketika sudah membesar. Pencegahan dari sumbernya menjadi bagian penting, terlebih pada musim kemarau ketika lahan terbuka lebih mudah terbakar.

Di tengah kepulan asap dan panas yang menyengat, sinergi antara TNI, petugas pemadam, BPBD dan masyarakat menjadi pembeda. Api akhirnya dapat dikendalikan sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.