189 Personel Polres Garut Disiagakan, Nobar Persib vs Persija Jadi Perhatian

12 Sep 2026, 20.35 WIB
WhatsAppSaluran
189 Personel Polres Garut Disiagakan, Nobar Persib vs Persija Jadi Perhatian
Petugas Polres Garut disiagakan di sejumlah titik untuk mengamankan aktivitas masyarakat dan lokasi nonton bareng pertandingan Persib Bandung kontra Persija Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Pengamanan melibatkan 189 personel Polri bersama TNI dan Pemda GarutCameraGentra.id/Istimewa

Gentra.id-Garut – Pertandingan Persib Bandung kontra Persija Jakarta bukan sekadar pertemuan dua kesebelasan besar. Di luar lapangan, laga yang berlangsung Sabtu (12/9/2026) itu juga menjadi perhatian aparat keamanan, terutama di daerah yang menjadi titik berkumpulnya masyarakat untuk menyaksikan pertandingan.

Di Kabupaten Garut, Polres Garut mengerahkan 189 personel untuk mengawal situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pertandingan berlangsung.

Pengamanan dipimpin langsung Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H. Personel ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi menjadi lokasi berkumpulnya massa maupun pergerakan suporter.

Bukan hanya jalan dan titik tertentu yang menjadi perhatian. Sejumlah lokasi nonton bareng atau nobar juga masuk dalam pengawasan aparat.

Di tempat-tempat seperti itu, konsentrasi massa bisa meningkat seiring jalannya pertandingan, terlebih ketika pertandingan memasuki momen-momen menentukan. Karena itu, kehadiran polisi diarahkan bukan untuk membatasi masyarakat menikmati pertandingan, melainkan memastikan suasana tetap terkendali.

Petugas mengantisipasi kemungkinan kepadatan penonton, gangguan ketertiban, hingga potensi gesekan yang dapat muncul setelah pertandingan berakhir.

Pengamanan Melibatkan Tiga Unsur

Pengamanan pertandingan di Garut dilakukan secara terpadu. Selain Polri, personel TNI dan Pemerintah Kabupaten Garut turut mendukung pelaksanaan pengamanan.

Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu situasi kamtibmas.

Perhatian aparat tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Jalur-jalur yang berpotensi menjadi lintasan pergerakan suporter juga menjadi bagian dari pengamanan.

Hal ini penting karena potensi kerawanan tidak selalu muncul ketika pertandingan sedang berlangsung. Pergerakan massa setelah laga, terutama ketika hasil pertandingan memunculkan euforia maupun kekecewaan, juga perlu diantisipasi.

Kapolres Garut meminta seluruh personel menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Di tengah tensi pertandingan yang mempertemukan Persib dan Persija, personel diminta tetap waspada membaca perkembangan situasi di lapangan.

Nobar Jadi Titik yang Perlu Diwaspadai

Nonton bareng telah menjadi bagian dari budaya sepak bola di banyak daerah. Masyarakat berkumpul, mengenakan atribut klub, menyaksikan pertandingan bersama, lalu merayakan hasil pertandingan dengan cara masing-masing.

Namun, kerumunan massa juga membutuhkan pengelolaan agar kegembiraan tidak berubah menjadi persoalan keamanan.

Karena itu, Polres Garut menempatkan personel di sejumlah lokasi nobar untuk menjaga ketertiban sekaligus mengantisipasi kepadatan massa selama pertandingan.

Masyarakat dan suporter juga diajak ikut mengambil bagian dalam menjaga suasana tetap kondusif.

Polres Garut bersama TNI dan Pemda Garut mengimbau masyarakat menghormati sesama suporter serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Pesannya sederhana: pertandingan selesai di lapangan, sementara persaudaraan dan keamanan di tengah masyarakat tetap harus dijaga.

Dengan pengamanan yang melibatkan 189 personel Polri serta dukungan TNI dan pemerintah daerah, Polres Garut berharap laga Persib kontra Persija dapat dinikmati masyarakat tanpa menimbulkan gangguan keamanan, baik selama pertandingan maupun setelah peluit akhir berbunyi.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.