PSGC Ciamis Tumbang di Kandang Persikad, Ini Jalannya Laga

13 Sep 2026, 08.38 WIB
WhatsAppSaluran
PSGC Ciamis Tumbang di Kandang Persikad, Ini Jalannya Laga
PSGC Ciamis harus mengakui keunggulan Persikad Depok dengan skor 1-2 dalam laga Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (12/9/2026).CameraPSGC Ciamis/Instagram

Gentra.id-BOGOR – Penguasaan bola lebih banyak berada di kaki PSGC Ciamis. Peluang demi peluang juga sempat lahir sepanjang pertandingan. Namun, sepak bola kembali menunjukkan bahwa dominasi permainan belum tentu berujung kemenangan.

PSGC Ciamis harus mengawali perjalanan di Pegadaian Championship 2026/2027 dengan kekalahan setelah ditundukkan Persikad Depok 1-2 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (12/9/2026) malam.

Kekalahan tersebut terasa lebih pahit karena Laskar Singacala sebenarnya mampu memberikan perlawanan kuat. Bahkan, PSGC mencatat penguasaan bola hingga 63 persen dan beberapa kali mengancam gawang tuan rumah. Namun, efektivitas di depan gawang menjadi persoalan yang belum berhasil diselesaikan.

Persikad justru mampu memanfaatkan momen dengan lebih baik.

Persikad Memanfaatkan Celah di Pertahanan

PSGC langsung mencoba mengambil kendali pertandingan sejak menit-menit awal. Di bawah arahan Heri Kiswanto, Laskar Singacala bermain dengan skema 4-3-3 dan berusaha membangun serangan dari lini tengah.

Ezechiel N'Douassel menjadi salah satu tumpuan serangan. Penyerang asal Chad itu sudah mendapatkan peluang pada menit-menit awal, tetapi belum mampu mengarahkannya menjadi gol.

Persikad kemudian menemukan celah ketika pertandingan memasuki menit ke-23.

Fikri membuka keunggulan tuan rumah melalui sundulan setelah menerima umpan Gustavo Franca. Bola bersarang di gawang PSGC dan membuat Persikad unggul 1-0.

Gol tersebut tidak membuat PSGC kehilangan keberanian untuk menyerang. Sebaliknya, tekanan kembali dibangun.

Izmir hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-31 melalui tendangan jarak jauh. Namun, kiper Persikad masih mampu menggagalkannya.

Peluang lain juga datang melalui Raffa. Tendangannya dari luar kotak penalti kembali belum berhasil melewati penjaga gawang tuan rumah.

Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum.

Pada menit 45, Ezechiel N'Douassel menyambut umpan jauh dengan sundulan yang mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut membuat PSGC kembali ke ruang ganti dengan kepercayaan diri setelah berhasil menyamakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir.

Babak Kedua Jadi Penentu

Memasuki babak kedua, pertandingan kembali berlangsung terbuka. PSGC berusaha mempertahankan tekanan, sementara Persikad mencari kesempatan untuk kembali mengambil keunggulan.

Kesempatan itu datang pada menit ke-51.

Gustavo Franca mencetak gol melalui sundulan untuk membawa Persikad kembali unggul 2-1.

Gol tersebut menjadi titik penting pertandingan. PSGC kembali harus mengejar dari belakang.

Respons Laskar Singacala sebenarnya cukup cepat. Pada menit ke-55, Ezechiel hampir mencetak gol keduanya setelah berhasil melewati beberapa pemain Persikad. Namun, bola justru membentur tiang gawang.

Peluang itu menjadi salah satu momen yang menggambarkan masalah PSGC malam itu: kesempatan datang, tetapi penyelesaian akhir belum berpihak kepada mereka.

Pelatih Heri Kiswanto kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor. Fardan Harahap dan Kaka Reda masuk, disusul Faris dan Dani Fathur pada pergantian berikutnya.

PSGC terus mencoba membongkar pertahanan Persikad. Bola lebih banyak berada dalam penguasaan tim asal Ciamis tersebut, sementara Ezechiel tetap menjadi sasaran utama umpan-umpan ke depan.

Namun, Persikad mampu menjaga keunggulan.

Dominan dalam Penguasaan Bola, Minim Gol

Statistik pertandingan memperlihatkan gambaran yang cukup menarik.

PSGC mencatat penguasaan bola sekitar 63 persen, lebih tinggi dibandingkan Persikad. Laskar Singacala juga melepaskan sejumlah percobaan ke arah gawang dan memperoleh empat sepak pojok.

Namun, dominasi tersebut hanya menghasilkan satu gol.

Sebaliknya, Persikad mampu memaksimalkan kesempatan yang mereka dapatkan untuk mencetak dua gol. Efektivitas itulah yang akhirnya menjadi pembeda kedua tim pada laga pembuka tersebut.

Menjelang pertandingan berakhir, PSGC masih terus mencari celah.

Ezechiel kembali mendapat kesempatan pada menit ke-89 setelah menerima umpan dari Johan Bonilla. Tetapi peluang tersebut belum mampu mengubah keadaan.

Peluit panjang akhirnya berbunyi.

Skor 2-1 untuk Persikad bertahan hingga akhir pertandingan.

PSGC pun harus pulang dari Bogor tanpa membawa poin.

Perjalanan Panjang Masih Menanti

Kekalahan di laga perdana tentu bukan awal yang diharapkan PSGC. Apalagi, tim mampu menunjukkan permainan yang cukup kompetitif dan tidak sepenuhnya berada di bawah tekanan tuan rumah.

Namun, pertandingan tersebut sekaligus memberikan pekerjaan rumah bagi Laskar Singacala.

Penguasaan bola yang besar harus dibarengi efektivitas dalam penyelesaian akhir. Di sisi lain, koordinasi lini belakang juga perlu diperbaiki setelah dua kali gawang PSGC dibobol melalui situasi yang mampu dimanfaatkan Persikad.

Liga masih panjang. Kekalahan di Pakansari baru menjadi satu hasil dari perjalanan PSGC di kompetisi musim 2026/2027.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana Laskar Singacala mengubah permainan yang dominan menjadi hasil yang lebih konkret: gol, poin, dan kemenangan.

Sebab, dalam kompetisi panjang seperti Liga 2, penguasaan permainan saja tidak cukup. Pada akhirnya, papan skor yang menentukan siapa yang pulang membawa poin.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.