
Gentra.id-TASIKMALAYA – Sebanyak 220 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Kabupaten Tasikmalaya. Kendaraan tersebut disiapkan untuk membantu para pengayuh becak, terutama mereka yang telah berusia lanjut dan selama ini masih mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah.
Bantuan becak listrik itu diterima Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sebagai bagian dari program bantuan pemerintah pusat bagi pengayuh becak di sejumlah daerah di Indonesia. Rencananya, kendaraan tersebut akan disalurkan kepada penerima yang telah ditentukan setelah melalui sejumlah tahapan, termasuk pelatihan pengoperasian.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyampaikan rasa syukurnya karena becak listrik tersebut telah sampai di Kabupaten Tasikmalaya.
“Alhamdulillah becak listriknya sudah sampai,” ujar Asep.
Menurut Asep, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi para pengayuh becak. Sebab, sebagian dari mereka selama ini tidak memiliki becak sendiri dan harus menggunakan kendaraan milik orang lain untuk bekerja.
Ia mengatakan, persoalan kepemilikan aset menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penerima bantuan. Selain itu, faktor usia juga menjadi perhatian karena sebagian besar pengayuh becak sudah berusia lanjut.
“Mungkin sebagian besar menggunakan becak yang punya orang lain, jadi tidak memiliki aset. Terus dari sisi usia rata-rata kan sudah sepuh juga, maka usia yang 55 tahun ke atas itu yang diprioritaskan untuk mendapat becak listrik ini,” kata Asep.
Dengan adanya bantuan tersebut, para pengayuh becak tidak hanya mendapatkan sarana untuk bekerja, tetapi juga memiliki aset yang selama ini mungkin sulit mereka miliki.
Asep berharap becak listrik tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi penerimanya. Kendaraan itu diharapkan mampu meringankan beban fisik para pengayuh, terutama mereka yang sudah tidak lagi memiliki kekuatan seperti ketika masih muda.
“Dan mudah-mudahan itu menjadi aset yang selama ini mungkin jarang dimiliki,” ujarnya.
Akan Ada Pelatihan Sebelum Becak Digunakan
Meski 220 unit becak listrik telah tiba, kendaraan tersebut belum serta-merta langsung digunakan oleh para penerima. Pemerintah masih menyiapkan tahapan pelatihan agar para pengayuh memahami karakteristik dan cara pengoperasiannya.
Menurut Asep, becak listrik memiliki sejumlah perbedaan teknis dibandingkan becak konvensional. Karena itu, calon pengguna perlu mendapatkan pemahaman mengenai cara menjalankan kendaraan, melakukan pengisian daya, hingga menghadapi kondisi jalan tertentu.
“Secara teknis nanti diajarkan bagaimana cara mengoperasikan, cara mengecas, kemudian bagaimana di tanjakan dan lain sebagainya,” kata Asep.
Salah satu perbedaan yang perlu diperhatikan adalah sistem kemudi. Menurut informasi yang diterima Asep, radius belok becak listrik tidak setajam becak biasa sehingga pengemudi perlu menyesuaikan diri ketika mengendalikan kendaraan.
“Memang ada sedikit perbedaan katanya, jadi belokannya itu tidak setajam yang becak biasa. Mungkin harus menyesuaikan diri kira-kira begitu dan cara merawatnya,” ujarnya.
Pelatihan tersebut menjadi penting agar bantuan yang diberikan tidak hanya selesai pada tahap penyerahan kendaraan. Para penerima diharapkan benar-benar memahami cara menggunakan dan merawat becak listrik sehingga kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Sebelumnya, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Mulyadi, menyebut sebanyak 220 unit becak listrik telah diterima pemerintah daerah. Penyalurannya tidak hanya ditujukan bagi pengayuh yang beraktivitas di sekitar Alun-alun Singaparna, tetapi juga untuk pengayuh becak di wilayah lain di Kabupaten Tasikmalaya.
Pemerintah daerah masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai jadwal pelatihan dan mekanisme penyaluran kepada penerima. Setelah tahapan tersebut selesai, becak listrik diharapkan dapat segera digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi para pengayuh.
Bukan Sekadar Becak, tetapi Aset bagi Pengayuh
Bagi Asep, bantuan tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar penyediaan kendaraan. Becak listrik dapat menjadi aset produktif bagi masyarakat yang selama ini bekerja dengan menggunakan kendaraan milik orang lain.
Kepemilikan kendaraan sendiri berpotensi memberikan keleluasaan lebih besar bagi pengayuh dalam menjalankan aktivitasnya. Di sisi lain, penggunaan tenaga listrik juga diharapkan dapat mengurangi beban fisik, terutama bagi pengayuh yang telah memasuki usia 55 tahun ke atas.
Program tersebut menjadi relevan dengan kondisi para pengayuh becak yang tetap harus bekerja di tengah usia yang tidak lagi muda. Ketika kekuatan fisik mulai berkurang, teknologi kendaraan listrik dapat menjadi salah satu cara untuk mempertahankan produktivitas tanpa menghilangkan mata pencaharian mereka.
Asep pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas bantuan tersebut. Ia menjelaskan, bantuan disalurkan melalui pemerintah daerah masing-masing dan proses serah terimanya melibatkan yayasan yang dimiliki Prabowo, yakni Yayasan Garuda Solidaritas Nasional.
“Dan tentunya pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat,” tutur Asep.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima bantuan. Asep berharap becak listrik tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan dan menjadi sumber keberkahan bagi para pengayuh beserta keluarganya.
“Saya juga ucapkan selamat kepada penerima, manfaatkan betul dan ini semoga menjadi berkah buat kita semua,” katanya.
Sebanyak 220 becak listrik itu kini menunggu tahapan berikutnya sebelum berpindah ke tangan para penerima. Jika proses pelatihan dan distribusi berjalan sesuai rencana, bantuan tersebut bukan hanya menghadirkan kendaraan baru di jalan-jalan Kabupaten Tasikmalaya, tetapi juga membuka peluang bagi para pengayuh lanjut usia untuk tetap bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan.
Bagi mereka yang selama ini mengayuh becak dengan tenaga sendiri, bantuan itu menjadi lebih dari sekadar kendaraan. Ia adalah aset, alat mencari nafkah, sekaligus harapan untuk tetap produktif ketika usia mulai membatasi kekuatan tubuh.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Kebakaran melanda Eks TPA Mangunreja Tasikmalaya, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah

Hari Ini Muhajir Salam, Besok Siapa?

Pengurus FORKI Garut 2026-2030 Dilantik, Bidik Prestasi Porprov

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, AHWA Bawa NU ke Babak Baru

Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031, Ini Pesan AHWA
