Kebakaran melanda Eks TPA Mangunreja Tasikmalaya, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah

31 Agu 2026, 12.10 WIB
WhatsAppSaluran
Kebakaran melanda Eks TPA Mangunreja Tasikmalaya, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah
Petugas Gabungan dari BPBD, Tagana, Damkar dibantu TNI dan Polri sedang memadamkan api yang melanda kawasan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kampung Pasirbeunying, RT 004/RW 004, Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (30/8/2026)CameraGentra.id/Istimewa

Gentra.id-TASIKMALAYA – Kebakaran melanda kawasan fasilitas umum eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kampung Pasirbeunying, RT 004/RW 004, Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (30/8/2026). Api yang mulai diketahui sekitar pukul 13.30 WIB itu baru berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan penanganan selama beberapa jam.

Kepala UPTD Damkar BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Agus Toni, S.IP., menyebut kebakaran tersebut diduga tidak terlepas dari aktivitas manusia, khususnya kebiasaan membakar sampah tanpa memperhitungkan risiko yang dapat ditimbulkan.

“Penyebab kebakaran diduga masih karena ulah tangan-tangan manusia yang membakar sampah tanpa memperhitungkan akibatnya,” jelas Agus Toni.

Menurutnya, kondisi kawasan eks TPA juga menjadi salah satu faktor yang membuat api lebih mudah membesar. Di lokasi masih terdapat sisa material sampah yang berpotensi menghasilkan zat dan gas mudah terbakar.

Salah satunya adalah gas metana yang terbentuk dari proses penguraian material organik di timbunan sampah. Keberadaan gas tersebut membuat api berpotensi lebih mudah menyala dan menyebar ketika terdapat sumber pemantik.

“Masih dipicu adanya zat kimia sisa sampah yang mengandung gas metana sehingga mempermudah kebakaran,” kata Agus.

Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 13.30 WIB. Api kemudian membakar area fasilitas umum eks TPA dan menyebabkan sebagian fasilitas di kawasan tersebut hangus terbakar.

Laporan warga selanjutnya ditindaklanjuti dengan pengerahan tim gabungan ke lokasi. BPBD Kabupaten Tasikmalaya melalui Pusdalops PB bersama personel Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Polri dan TAGANA bergerak melakukan penanganan.

Setibanya di lokasi, petugas tidak hanya berkonsentrasi memadamkan kobaran api, tetapi juga melakukan pembasahan dan pendinginan di sejumlah titik. Langkah ini penting dilakukan mengingat karakteristik kawasan eks TPA yang masih menyimpan material mudah terbakar.

Petugas menyisir area terdampak untuk memastikan tidak terdapat bara api maupun titik panas yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. Pendinginan dilakukan secara menyeluruh agar api tidak kembali muncul dari bagian timbunan atau material yang masih menyimpan panas.

Proses pemadaman berlangsung hingga sore. Sekitar pukul 19.00 WIB, api dilaporkan berangsur padam setelah petugas berjibaku selama beberapa jam.

Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pengecekan dan pendinginan sebelum meninggalkan lokasi. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kawasan benar-benar aman dan tidak menyisakan titik api tersembunyi.

Kebakaran di kawasan eks TPA tersebut sekaligus menjadi pengingat mengenai risiko pembakaran sampah secara sembarangan. Terlebih, kawasan bekas tempat pembuangan sampah masih dapat menyimpan material organik yang menghasilkan gas serta bahan lain yang mudah terbakar.

Karena itu, tindakan membakar sampah tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan sekitar dapat memicu api menyebar dan sulit dikendalikan.

Untuk penanganan pascakejadian, BPBD Kabupaten Tasikmalaya bersama unsur terkait akan melakukan koordinasi lebih lanjut guna menentukan langkah penanganan berikutnya.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika beraktivitas di kawasan yang memiliki material mudah terbakar. Setiap aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api di sekitar eks TPA diharapkan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.