Pengurus FORKI Garut 2026-2030 Dilantik, Bidik Prestasi Porprov

31 Agu 2026, 10.20 WIB
WhatsAppSaluran
Pengurus FORKI Garut 2026-2030 Dilantik, Bidik Prestasi Porprov
Pelantikan Pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Garut Masa Bhakti 2026–2030 di Ballroom Hotel Harmoni Garut, Minggu (30/8/2026).CameraDiskominfo

Gentra.id-GARUT – Pergantian kepengurusan dalam sebuah organisasi olahraga bukan sekadar seremoni. Di balik pelantikan, ada pekerjaan panjang yang menunggu: membangun pembinaan atlet, memperkuat organisasi, hingga memastikan prestasi daerah tetap terjaga di tengah persaingan olahraga yang semakin ketat.

Semangat itulah yang mengiringi pelantikan Pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Garut masa bakti 2026–2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Ballroom Hotel Harmoni Garut, Jalan Cipanas Baru, Kabupaten Garut, Minggu (30/8/2026).

Kepengurusan baru tersebut kini mendapat tugas untuk membawa perkembangan karate Garut ke level yang lebih tinggi. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.

Porprov bukan sekadar arena untuk mengejar medali. Bagi cabang olahraga, ajang tersebut menjadi ruang untuk mengukur sejauh mana proses pembinaan atlet yang dilakukan selama ini mampu menghasilkan prestasi ketika berhadapan dengan daerah-daerah lain di Jawa Barat.

Karena itu, pelantikan pengurus baru FORKI Garut menjadi momentum untuk memperkuat kembali fondasi pembinaan. Organisasi dituntut tidak berhenti pada kegiatan pertandingan, tetapi juga mampu menyiapkan sistem pembinaan yang berkelanjutan dari tingkat dojo hingga atlet berprestasi.

Ketua FORKI Garut masa bakti 2026–2030, Ricky Rizki Darajat, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi tersebut semakin solid dan mempersiapkan atlet menghadapi agenda olahraga daerah, termasuk Porprov. Komitmen itu menjadi bagian penting dari arah kepengurusan baru dalam menjalankan amanah selama empat tahun ke depan.

Di sisi lain, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan olahraga prestasi. Pembinaan atlet membutuhkan ekosistem yang tidak hanya bertumpu pada kemampuan atlet dan pelatih, tetapi juga dukungan organisasi, fasilitas latihan, kompetisi, serta perhatian terhadap kebutuhan atlet selama menjalani proses pembinaan.

Garut sendiri memiliki modal berupa komunitas karate dan sejumlah dojo yang menjadi tempat tumbuhnya para atlet. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dipetakan dan dikembangkan secara konsisten sehingga tidak berhenti pada munculnya atlet berbakat sesaat.

Dalam konteks itulah kepengurusan FORKI 2026–2030 memiliki pekerjaan yang cukup panjang. Pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, penyelenggaraan kompetisi, serta pencarian bibit atlet potensial menjadi bagian dari pekerjaan rumah yang perlu dijalankan secara beriringan.

Persiapan menuju Porprov juga membutuhkan perencanaan yang matang. Atlet tidak bisa dipersiapkan hanya ketika pertandingan sudah semakin dekat. Program latihan, pemetaan calon atlet, evaluasi prestasi, hingga uji tanding harus dilakukan secara terukur agar performa atlet dapat mencapai titik terbaik ketika pertandingan berlangsung.

Bagi Garut, prestasi karate di tingkat provinsi juga memiliki arti lebih luas. Setiap medali yang diraih atlet bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, melainkan membawa nama daerah sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal olahraga sebagai bagian dari kehidupan.

Pelantikan pengurus baru FORKI Garut akhirnya menjadi titik awal, bukan garis akhir. Empat tahun masa bakti 2026–2030 akan menjadi periode untuk membuktikan apakah organisasi mampu mengubah potensi menjadi prestasi.

Porprov yang sudah menanti menjadi salah satu panggung pembuktian pertama. Dari sana, masyarakat Garut akan melihat sejauh mana kepengurusan baru mampu menerjemahkan komitmen di atas kertas menjadi kerja nyata di arena pertandingan.

Karate, pada akhirnya, bukan hanya tentang kekuatan pukulan dan ketepatan gerakan. Ada disiplin, ketekunan, mental bertanding, serta proses panjang yang harus dilalui seorang atlet. Dan di balik setiap atlet yang berdiri di podium, terdapat organisasi dan sistem pembinaan yang ikut menentukan perjalanan mereka.

Dengan kepengurusan baru yang telah resmi dilantik, FORKI Garut kini memiliki kesempatan untuk membangun babak baru pembinaan karate. Targetnya jelas: mencetak atlet berprestasi dan membawa nama Garut semakin diperhitungkan dalam persaingan olahraga Jawa Barat.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.