Bukan Sekadar Lomba Agustusan, Polres Tasikmalaya Buka Ruang Kebersamaan dengan Warga

14 Agu 2026, 14.22 WIB
WhatsAppSaluran
Bukan Sekadar Lomba Agustusan, Polres Tasikmalaya Buka Ruang Kebersamaan dengan Warga
Sejumlah warga berbaur dengan Aparat Kepolisian Polres Kabupaten Tasikmalaya menyemarakan peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 81 dengan berbagai perlombaan di lapangan Asrama Polisi Jumat, 14/8/2026 /CameraIstimewa

Gentra.id-TASIKMALAYA – Lapangan di lingkungan asrama Polres Tasikmalaya, Desa Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak berubah menjadi ruang kebersamaan. Tidak ada suasana formal kepolisian yang biasanya identik dengan seragam, apel, maupun pelayanan masyarakat.

Pagi itu, polisi dan warga justru larut dalam kemeriahan perlombaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejumlah warga terlihat duduk berhadapan sambil mengikuti permainan tradisional. Tawa dan sorak terdengar ketika peserta berusaha menyelesaikan tantangan lomba. Di sisi lain, anggota Polres Tasikmalaya ikut membaur bersama masyarakat.

Pemandangan tersebut menjadi menarik karena peserta lomba tidak hanya berasal dari keluarga besar Polres Tasikmalaya.

Warga yang tinggal di sekitar asrama kepolisian di Desa Mangunreja juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, kegiatan tersebut memang sengaja dirancang bukan hanya untuk internal kepolisian.

Menurutnya, semarak HUT Kemerdekaan RI ke 81 ini menjadi momentum untuk mempertemukan anggota Polri dengan masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan kekeluargaan.

“Bukan hanya anggota Polres Tasikmalaya saja, tapi juga warga di sekitar asrama Polres di Desa Mangunreja ini,” ujar Ade.

Bagi kepolisian, kegiatan seperti ini memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan Agustusan.

Di tengah rutinitas pelayanan dan tugas menjaga keamanan, ruang informal seperti perlombaan warga dinilai dapat membuka komunikasi yang lebih cair antara polisi dengan masyarakat.

Ade berharap suasana kekeluargaan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi.

“Kita berharap tentunya dengan suasana kekeluargaan ini, kebersamaan ini, dan juga tidak hanya kita sekadar menyemarakkan ini, tapi juga kita membangun silaturahmi antara keluarga besar Polres dengan masyarakat sekitar,” katanya.

Polisi dan Warga Melebur

Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam berbagai perlombaan.

Kehadiran masyarakat membuat halaman asrama Polres Tasikmalaya terasa seperti arena pesta rakyat. Peserta saling memberikan dukungan. Anak-anak, orang tua, hingga keluarga anggota kepolisian ikut menikmati suasana.

Kegiatan semacam ini memperlihatkan wajah lain hubungan polisi dan masyarakat. Tidak ada jarak yang biasanya muncul dalam situasi formal. Polisi dan warga berada dalam posisi yang sama sebagai peserta maupun pendukung perlombaan.

Kapolres Tasikmalaya pun mengakui tingginya antusiasme masyarakat.

“Luar biasa, ini pagi-pagi semua semangat, masyarakat juga semangat. Ya mudah-mudahan keceriaan ini tetap terus berjalan,” ujarnya.

Menariknya, panitia juga menyiapkan cukup banyak hadiah. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi jumlahnya dibuat agar peserta mempunyai kesempatan untuk membawa pulang hadiah.

“Walaupun kecil-kecil tapi banyak sehingga semua merasakan,” kata Ade.

Kemerdekaan sebagai Ruang Membangun Kedekatan

Bagi Polres Tasikmalaya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menanamkan kembali semangat nasionalisme.

Ade menyebut peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada upacara atau seremoni. Semangat perjuangan para pahlawan harus diterjemahkan melalui pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap semangat tersebut dapat tumbuh tidak hanya di lingkungan kepolisian, tetapi juga di tengah masyarakat.

“Dengan semangat kemerdekaan ini, kita menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air baik terhadap anggota kita maupun masyarakat di sekitarnya,” tuturnya.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan kegiatan Agustusan sebagai bagian dari upaya membangun hubungan sosial.

Polisi membutuhkan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Sebaliknya, masyarakat membutuhkan kepolisian yang hadir, dekat, dan mudah diajak berkomunikasi.

Hubungan semacam itu tidak selalu dibangun melalui forum resmi. Kadang, kedekatan justru tumbuh dari hal sederhana: duduk bersama, bercanda, bermain dan tertawa dalam satu kegiatan.

Dari Lomba Menuju Kepercayaan

Di tengah masyarakat, kedekatan polisi dengan warga menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan keamanan.

Sebab, keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Informasi dari masyarakat, komunikasi dengan lingkungan sekitar, serta hubungan yang saling percaya menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Karena itu, kegiatan sederhana seperti lomba Agustusan memiliki arti yang lebih luas.

Ketika polisi dan warga bisa tertawa bersama dalam sebuah perlombaan, sekat psikologis perlahan mencair.

Warga tidak melihat polisi semata-mata sebagai aparat penegak hukum, sementara polisi juga dapat mengenal masyarakat dalam suasana yang lebih natural.

Kapolres Tasikmalaya berharap semangat tersebut tidak berhenti ketika perlombaan selesai.

Menurutnya, semangat kemerdekaan yang lahir dari perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

“Ke depan, tentunya dengan semangat yang ada ini—semangat kemerdekaan yang ada yang merupakan hasil perjuangan dari para pejuang bangsa kita—tentunya dengan semangat itu kita berharap ke depan Polres Tasikmalaya bisa terus memberikan pengabdian dan pelayanan terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Pada akhirnya, kemeriahan lomba HUT RI di lingkungan asrama Polres Tasikmalaya bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang mendapatkan hadiah.

Ada pesan yang jauh lebih penting: kemerdekaan juga bisa dirayakan dengan memperkecil jarak antara aparat dan masyarakat.

Dari sebuah permainan sederhana, tumbuh percakapan. Dari percakapan, lahir kedekatan. Dan dari kedekatan, kepercayaan antara polisi dan warga dapat terus dibangun.

Nanang AH
Nanang AH

Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang