
Gentra.id-Tasikmalaya – Suasana kebersamaan dan syukur mewarnai peringatan Milad ke-44 Pondok Pesantren Manarul Huda II di Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/8/2026).
Peringatan tersebut turut dihadiri Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tasikmalaya itu sekaligus menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan pesantren yang selama ini berperan dalam pendidikan, dakwah, serta pembinaan generasi muda.
Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Pondok Pesantren Manarul Huda II dalam menjalankan peran pendidikan dan pembinaan masyarakat. Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga akhlak dan kepedulian sosial.
Bupati berharap momentum milad ke-44 tidak sekadar menjadi perayaan perjalanan panjang pesantren, tetapi juga menjadi ruang untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Semoga Pondok Pesantren Manarul Huda II semakin maju, berkembang, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mencetak generasi yang berakhlakul karimah, berilmu, dan memiliki semangat membangun Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Bupati.
Menurutnya, pendidikan pesantren mempunyai kontribusi penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi berbagai perubahan zaman. Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan di lingkungan pesantren diharapkan dapat menjadi bekal bagi para santri untuk berkiprah di tengah masyarakat.
Milad ke-44 juga menjadi penanda perjalanan panjang Pondok Pesantren Manarul Huda II dalam menjalankan aktivitas pendidikan dan dakwah. Selama perjalanan tersebut, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter bagi para santri.
Bagi para santri dan alumni, momentum milad menjadi kesempatan untuk kembali mempererat hubungan dengan almamater. Sementara bagi pengurus dan pimpinan pesantren, peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan membutuhkan kesinambungan serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan milad turut dihadiri pimpinan, pengurus, alumni dan santri Pondok Pesantren Manarul Huda II. Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat juga hadir, di antaranya Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya, Camat Manonjaya, unsur Polsek, unsur Danramil, Kepala KUA, Karang Taruna, Kepala Desa Kamulyan serta para tamu undangan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan pesantren memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial masyarakat di tingkat lokal. Pesantren menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pendidikan, keagamaan dan kehidupan kemasyarakatan.
Memasuki usia 44 tahun, Pondok Pesantren Manarul Huda II diharapkan terus memperkuat kiprahnya dalam mencetak generasi muda yang berilmu sekaligus memiliki karakter. Harapan tersebut sejalan dengan pesan Bupati Tasikmalaya agar lembaga pendidikan keagamaan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Tasikmalaya.
Milad pun bukan hanya menjadi catatan perjalanan sebuah lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana nilai-nilai yang ditanamkan selama puluhan tahun mampu tumbuh dalam diri para santri dan alumni serta memberi manfaat bagi masyarakat.
Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Publik dan Berbagai Tokoh Nasional Apresiasi Kepemimpinan Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi

Milad ke-33 MAN 1 Kota Tasikmalaya, Alumni Dorong Pendidikan Ramah Anak dan Inklusif

Darurat Perundungan Anak, DPR Dorong Kajian UU Anti-Bullying

Sambut HSN 2026, GP Ansor Kota Tasikmalaya Ziarahi Makam Tokoh NU

Cegah Eksploitasi Anak di Ruang Digital, Taman Jingga Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
